GETI Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Kerja

Tangerang, 5 Juni 2026 — GETI meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan kerja yang dirancang untuk membantu peserta memiliki keterampilan lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Pelatihan kerja menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan pasar tenaga kerja. Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,68 persen. Data ini menunjukkan bahwa persaingan kerja tetap menuntut tenaga kerja memiliki kemampuan yang jelas dan terukur.

Baca juga: GETI Bantu Tingkatkan Kompetensi SDM Siap Kerja

Pelatihan Jadi Kebutuhan Utama

Kualitas SDM tidak bisa hanya bertumpu pada pendidikan formal. Selain itu, dunia kerja membutuhkan tenaga yang mampu mengikuti teknologi, memahami proses bisnis, dan bekerja sesuai standar industri.

Karena itu, pelatihan kerja memiliki peran strategis. Peserta dapat meningkatkan keterampilan teknis, memperbaiki sikap kerja, dan memahami praktik kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Pemerintah juga terus mendorong pelatihan vokasi. Pada 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target puluhan ribu peserta. Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi, produktivitas, disiplin, dan etos kerja.

GETI Perkuat Arah Pengembangan SDM

Dalam konteks tersebut, GETI hadir sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM. Program pelatihan disusun agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan dalam pekerjaan.

Baca juga: GETI Dorong Pelatihan Kerja Berbasis Kebutuhan Industri

LSP P1 LPK GETI sendiri tercatat sebagai bagian dari ekosistem pelatihan dan sertifikasi kompetensi. BNSP mencantumkan LPK Global Edukasi Talenta Inkubator sebagai LSP Pihak Kesatu dengan sejumlah skema sertifikasi, seperti Penjualan Daring, Perdagangan Ekspor, Administrasi Logistik Ekspor, dan Pemasaran Daring. (BNSP)

Dengan pelatihan yang tepat, peserta memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja secara lebih siap. Selain itu, perusahaan juga diuntungkan karena mendapatkan SDM yang lebih adaptif dan produktif.

Pelatihan kerja bukan lagi pelengkap. Pelatihan menjadi fondasi penting agar tenaga kerja tidak hanya sibuk mencari peluang, tetapi juga siap ketika peluang itu datang.