GETI Kembangkan Kompetensi Lewat Program Terapan Kerja

Tangerang, 8 Juni 2026 — GETI mengembangkan kompetensi lewat program terapan kerja untuk membantu peserta memahami kebutuhan industri secara lebih praktis.

Kebutuhan peningkatan kompetensi semakin besar. Dunia kerja bergerak cepat, sementara perusahaan membutuhkan SDM yang tidak hanya paham teori. Mereka juga perlu tenaga kerja yang mampu menerapkan keterampilan dalam situasi nyata.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,68 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kerja tetap membutuhkan kesiapan kompetensi yang kuat.

Baca juga : GETI Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Kerja

Program Terapan untuk Kebutuhan Industri

Melalui program terapan kerja, GETI mendorong pembelajaran yang lebih dekat dengan aktivitas profesional. Peserta tidak hanya menerima materi. Namun, mereka juga diarahkan untuk memahami alur kerja, menyelesaikan tugas, dan membangun kebiasaan kerja yang sesuai kebutuhan industri.

Pendekatan ini penting karena kompetensi tidak cukup dibentuk lewat penjelasan di kelas. Peserta perlu latihan, studi kasus, simulasi, dan evaluasi kerja. Dengan begitu, hasil pelatihan menjadi lebih konkret.

Selain itu, program terapan membantu peserta mengenali standar kerja sejak awal. Mereka dapat memahami cara berkomunikasi, mengatur waktu, membaca instruksi, dan menyelesaikan pekerjaan secara bertanggung jawab. Hal ini membuat proses belajar lebih relevan dengan kondisi lapangan.

Dorong SDM Lebih Siap Bekerja

Penguatan kompetensi juga sejalan dengan arah pelatihan vokasi nasional. Pemerintah menekankan konsep link and match agar pelatihan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Baca juga : GETI Jadi Solusi Pelatihan untuk Kebutuhan Industri

Bagi peserta, program terapan memberi ruang untuk membangun kepercayaan diri. Mereka dapat mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, proses pembelajaran menjadi lebih terarah.

Bagi dunia usaha, SDM yang terbiasa dengan pendekatan terapan akan lebih mudah beradaptasi. Mereka tidak mulai dari nol saat masuk ke lingkungan kerja. Sebaliknya, mereka sudah memiliki gambaran tentang ritme, standar, dan tanggung jawab pekerjaan.

Melalui program ini, GETI berupaya mendukung pengembangan SDM yang lebih siap kerja. Langkah tersebut penting agar peserta tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional.