Category: Logistik

GETI Buka Pelatihan Ekspor Digital untuk Pelaku Bisnis Muda

Tangerang, 9 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) meluncurkan program pelatihan ekspor digital khusus pelaku bisnis muda Indonesia. Program ini menyasar mereka yang ingin merambah pasar internasional lewat platform perdagangan digital.

Selain itu, pelatihan ini menjadi jembatan antara semangat wirausaha muda dan pemahaman teknis prosedur ekspor. Materi mencakup identifikasi pasar ekspor, pengelolaan dokumen kepabeanan digital, hingga strategi pemasaran di platform e-commerce lintas negara.

Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan mampu menjalankan aktivitas ekspor secara mandiri. Pendaftaran terbuka bagi pelaku usaha muda dari berbagai sektor industri di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Baca juga: Prompt Engineering sebagai Kemampuan Komunikasi Kunci Efisiensi Departemen di Tahun 2026

Ekspor Digital Jadi Peluang Strategis Pelaku Muda

Perdagangan ekspor berbasis digital membuka akses pasar internasional yang lebih luas. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perdagangan, ekspor melalui platform digital terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, pelaku bisnis muda kini dapat bersaing di pasar global tanpa infrastruktur ekspor konvensional yang mahal. Namun, keberhasilan ekspor digital tetap membutuhkan pemahaman mendalam tentang regulasi dan strategi pasar.

Di samping itu, laporan Google-Temasek-Bain mencatat ekonomi digital Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Kondisi ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pelaku bisnis muda berorientasi ekspor.

Baca juga: Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Kurikulum Praktis Berbasis Kebutuhan Pasar Global

GETI menyusun kurikulum bersama praktisi ekspor dan pakar perdagangan internasional. Hasilnya, materi yang diajarkan mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi eksportir pemula di era digital.

Sementara itu, metode pembelajaran menggabungkan simulasi transaksi ekspor dan studi kasus pelaku usaha sukses. Peserta juga mendapat pendampingan langsung dari mentor berpengalaman di bidang perdagangan luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM yang aktif melakukan ekspor masih relatif kecil dibanding total populasi UMKM nasional. Oleh sebab itu, program seperti yang diinisiasi GETI berperan penting memperluas basis eksportir Indonesia.

Seiring berkembangnya infrastruktur perdagangan digital nasional, pelatihan ekspor digital untuk pelaku bisnis muda diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.

 

Meningkatnya Jasa Pengiriman yang Disukai Pembeli 2026

Tangerang, 24 April 2026 – Di tahun 2026, ekosistem e-commerce telah mencapai titik puncak baru di mana pengalaman pelanggan tidak lagi berakhir di tombol “Check Out”, melainkan pada seberapa efisien barang sampai ke tangan mereka. Tren logistik telah bergeser drastis. Kini, jasa pengiriman yang disukai pembeli 2026 bukan hanya sekadar murah, tetapi harus memenuhi standar teknologi tinggi dan etika lingkungan.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang mendorong popularitas jasa pengiriman di mata konsumen tahun ini.

1. Pengiriman Ultra-Cepat (Hyper-local Delivery)

Konsumen tahun 2026 tidak lagi bersedia menunggu berhari-hari. Layanan pengiriman di hari yang sama (same-day) atau bahkan dalam hitungan jam (instant delivery) menjadi standar emas. Perusahaan logistik yang memanfaatkan gudang mikro (micro-fulfillment centers) di tengah kota besar mampu memangkas waktu pengiriman secara signifikan. Hal inilah yang menjadikan jasa tersebut sangat diminati oleh pembeli milenial dan Gen Z.

2. Transparansi Pelacakan Berbasis AI

Teknologi pelacakan paket telah berevolusi. Pembeli kini menginginkan data real-time yang akurat. Jasa pengiriman yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan estimasi waktu tiba hingga hitungan menit sangat disukai. Dengan integrasi IoT (Internet of Things), pembeli bisa memantau suhu paket (untuk makanan/kosmetik) dan lokasi tepat kurir melalui peta interaktif yang responsif.

3. Logistik Hijau dan Ramah Lingkungan

Kesadaran akan perubahan iklim membuat pembeli lebih selektif. Jasa pengiriman yang disukai pembeli 2026 adalah mereka yang menerapkan praktik berkelanjutan. Penggunaan armada motor listrik (EV), kemasan tanpa plastik yang bisa didaur ulang, serta program carbon offset menjadi nilai jual yang sangat kuat. Perusahaan yang mempromosikan “pengiriman hijau” cenderung memiliki loyalitas pelanggan yang lebih tinggi.

4. Fleksibilitas Titik Penjemputan (Smart Lockers)

Mobilitas masyarakat yang tinggi membuat pengiriman ke alamat rumah terkadang tidak praktis. Oleh karena itu, jasa pengiriman yang menyediakan opsi smart lockers atau titik penjemputan mandiri di lokasi strategis seperti stasiun dan minimarket mengalami peningkatan pesat. Fleksibilitas ini memberikan kendali penuh kepada pembeli untuk mengambil paket kapan saja tanpa harus menunggu kurir di rumah.

Kesimpulan

Persaingan di dunia logistik tahun 2026 sangatlah ketat. Jasa pengiriman yang mampu mengombinasikan kecepatan, transparansi teknologi, dan tanggung jawab lingkungan akan keluar sebagai pemenang. Bagi pelaku usaha, memilih mitra logistik yang tepat bukan lagi soal harga terendah, melainkan tentang kualitas layanan yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

Baca juga : SMK Multicomp Depok dan GeTI Gelar Pelatihan Marketplace