GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Tangerang, 10 Juni 2026 — GETI menghadirkan pelatihan praktis bagi calon profesional untuk memperkuat kesiapan kerja di tengah persaingan industri. Program ini menekankan keterampilan terapan, pemahaman standar kerja, dan kesiapan mengikuti kebutuhan perusahaan. Selain itu, peserta diarahkan membangun portofolio kompetensi yang lebih relevan.

Data BPS pada Februari 2026 mencatat penduduk bekerja Indonesia mencapai 147,67 juta orang. Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka masih berada di angka 4,68 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas kerja tetap penting.

Sementara itu, World Bank menyoroti pentingnya sistem informasi pasar kerja dan kesesuaian keterampilan. Laporan tersebut menunjukkan data lowongan dapat membantu membaca kebutuhan okupasi secara lebih rinci. Karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin relevan.

Baca juga: GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Keterampilan Praktis Jadi Fokus

GETI menyusun pelatihan dengan pendekatan praktis agar peserta tidak berhenti pada teori. Materi diarahkan pada tugas kerja, studi kasus, dan simulasi yang dekat dengan kebutuhan lapangan. Dengan demikian, peserta dapat memahami proses kerja secara lebih konkret.

Bagi calon profesional, pelatihan praktis memberi ruang untuk mengenali standar industri sejak awal. Selain itu, peserta dapat mengukur kemampuan sebelum memasuki proses kerja atau sertifikasi. Artinya, pelatihan menjadi jembatan antara pembelajaran dan kebutuhan perusahaan.

Kebijakan pemerintah juga bergerak pada penguatan pelatihan vokasi. Kemnaker mencatat program pelatihan vokasi memberi peluang peserta memperoleh sertifikat kompetensi melalui BNSP. Pada saat yang sama, BNSP menjalankan fungsi sertifikasi kompetensi kerja secara nasional.

Baca juga: GETI Kembangkan Kompetensi Lewat Program Terapan Kerja

Menjawab Kebutuhan Industri

Perubahan teknologi membuat perusahaan membutuhkan pekerja yang cepat belajar dan mudah beradaptasi. Oleh sebab itu, pelatihan harus relevan dengan pekerjaan nyata. Pelatihan yang terlalu umum berisiko tidak menjawab kebutuhan jabatan.

Dampaknya terasa pada masyarakat, terutama pencari kerja dan lulusan baru. Dengan pelatihan yang terarah, mereka memiliki bekal awal untuk bersaing secara lebih rasional. Bahkan, pelatihan dapat membantu peserta memahami pilihan karier yang sesuai.

Ke depan, kebutuhan pelatihan praktis diperkirakan terus meningkat seiring perubahan pola kerja. Karena itu, GETI mendorong calon profesional mengikuti pembelajaran yang terukur dan aplikatif. Arah ini sejalan dengan tren penguatan SDM berbasis kompetensi.

GETI Dorong Pelatihan Kerja Berbasis Kebutuhan Industri

Tangerang, 4 Juni 2026 — GETI mendorong pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri agar peserta memiliki keterampilan yang lebih relevan, aplikatif, dan siap digunakan di lingkungan kerja nyata.

Kebutuhan pelatihan kerja terus berubah. Industri tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang memahami teori. Perusahaan juga membutuhkan SDM yang mampu bekerja cepat, adaptif, dan terbiasa menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.

Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,68 persen. Data ini menunjukkan bahwa pasar kerja besar, tetapi persaingan kompetensi tetap ketat.

Baca juga: GETI Perkuat Kualitas SDM Lewat Pelatihan Terapan

Pelatihan Harus Dekat dengan Dunia Kerja

Pelatihan kerja yang efektif perlu dirancang berdasarkan kebutuhan industri. Artinya, materi tidak boleh terlalu umum. Kurikulum harus disusun dari kebutuhan jabatan, aktivitas kerja, alat yang digunakan, serta standar kompetensi yang berlaku.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat memahami proses kerja secara lebih konkret. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga berlatih menerapkan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Kementerian Ketenagakerjaan juga terus mendorong penguatan pelatihan vokasi. Pada April 2026, Kemnaker menyebut penyiapan SDM dilakukan melalui sinergi hulu hingga hilir dan link and match dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga menyiapkan 60 ribu kuota pelatihan untuk mendukung kawasan ekonomi khusus.

GETI Fokus pada Kesiapan Kompetensi

GETI menempatkan pelatihan sebagai bagian penting dalam membangun kesiapan kerja peserta. Karena itu, program pelatihan perlu diarahkan pada keterampilan praktis, pemahaman proses kerja, dan pembentukan sikap profesional.

Baca juga: GETI Bantu Tingkatkan Kompetensi SDM Siap Kerja

Selain itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri membantu peserta mengenali standar kerja sejak awal. Hal ini penting agar lulusan pelatihan tidak kaget saat masuk ke dunia kerja. Mereka sudah memiliki gambaran tentang target kerja, alur tugas, komunikasi, dan kualitas hasil yang diharapkan.

Dengan pendekatan yang tepat, pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan belajar biasa. Pelatihan menjadi jembatan antara kemampuan peserta dan kebutuhan perusahaan.

Ke depan, GETI diharapkan terus memperkuat program pelatihan yang responsif terhadap perubahan industri. Dengan begitu, peserta dapat memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing, berkembang, dan menjadi tenaga kerja profesional yang benar-benar siap pakai.

GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri

Tangerang, 29 Mei 2026 — GETI hadirkan program pelatihan untuk dunia industri guna membantu tenaga kerja meningkatkan kompetensi secara lebih terarah.

Kebutuhan peningkatan kompetensi kini semakin mendesak. Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di level 4,68 persen. Data ini menunjukkan pasar kerja tetap bergerak. Namun, persaingan kemampuan juga semakin ketat di banyak sektor.

Karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin penting. Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 juga mendorong pelatihan vokasi nasional. Targetnya mencapai 70.000 peserta. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing tenaga kerja.

Baca juga : Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI

Pelatihan yang Dekat dengan Kebutuhan Kerja

GETI mengembangkan program pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan kerja, digitalisasi bisnis, ekspor, kewirausahaan, pengembangan UMKM, social commerce, hingga pendampingan strategis. Situs resmi GETI menyebutkan bahwa program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan, bisnis, dan pengembangan karier.

Pendekatan ini penting karena industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak berhenti pada pemahaman konsep. Peserta perlu dibekali kemampuan teknis, pola pikir kerja, dan pemahaman proses agar lebih siap menghadapi target, standar layanan, serta perubahan teknologi.

Baca juga : GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Mendorong SDM Lebih Siap Bersaing

Program pelatihan yang tepat dapat membantu peserta memperkuat posisi di dunia kerja. Bagi pekerja aktif, pelatihan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang karier. Bagi pencari kerja, pelatihan memberi bekal praktis sebelum masuk ke industri.

GETI juga relevan bagi pelaku usaha dan UMKM yang perlu meningkatkan kemampuan bisnis, pemasaran, ekspor, dan pemanfaatan kanal digital. Dengan pendampingan yang lebih aplikatif, peserta dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih realistis dan tidak hanya mengandalkan intuisi.

Di tengah perubahan industri yang cepat, pelatihan tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap. Pelatihan menjadi kebutuhan dasar agar tenaga kerja dan pelaku usaha tidak sekadar ikut arus, tetapi mampu bergerak lebih siap, lebih terarah, dan lebih kompetitif.

Tingkatkan Kompetensi Digital Anda Bersama LPK GETI

Tangerang, 30 April 2026 — LPK GETI resmi menghadirkan program peningkatan kompetensi digital bagi masyarakat umum, konten kreator, dan tenaga profesional yang ingin bersaing di era ekonomi digital.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan akses uji kompetensi melalui skema sertifikasi resmi BNSP. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki dapat diakui secara nasional dan terverifikasi oleh lembaga berwenang.

Industri digital Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, transformasi digital menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang mendorong permintaan tenaga kerja terampil di sektor ini.

Baca juga: Hanya Butuh 5 Skill Ini untuk Menaklukkan Dunia Kerja Digital Tahun 2026

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Industri

LPK GETI menyediakan berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Di antaranya adalah pelatihan produksi konten digital, pengelolaan media sosial, dan strategi pemasaran berbasis platform. Selain itu, tersedia pula program khusus bagi calon instruktur dan tenaga pendidik vokasi.

Setiap program dirancang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Oleh sebab itu, kurikulum yang digunakan selaras dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, lulusan lebih siap memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Secara global, kebutuhan tenaga digital terampil terus meningkat. Berdasarkan laporan World Economic Forum, lebih dari separuh pekerjaan di masa depan membutuhkan kecakapan digital sebagai kompetensi dasar.

Baca juga: LPK GETI Pusat Pelatihan Digital Terbaik untuk Pemula

Sertifikasi BNSP sebagai Bukti Kompetensi Resmi

LPK GETI telah memiliki lisensi sebagai LSP P1, sehingga berwenang menyelenggarakan uji kompetensi secara langsung. Karena itu, peserta tidak perlu mencari lembaga sertifikasi terpisah setelah menyelesaikan pelatihan. Proses dari pelatihan hingga sertifikasi dapat ditempuh dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Sertifikat BNSP yang diterbitkan berlaku secara nasional dan diakui oleh berbagai industri. Namun demikian, peserta tetap diwajibkan memenuhi seluruh unit kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema yang dipilih. Sementara itu, pemerintah terus mendorong perluasan program sertifikasi vokasi sebagai bagian dari kebijakan pengembangan SDM nasional.

Ke depan, LPK GETI berencana memperluas jangkauan program melalui skema pelatihan daring. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah dapat mengakses layanan peningkatan kompetensi digital tanpa hambatan geografis, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia yang terus menguat.

Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Tangerang, 10 April 2026 — Pentingnya upgrade skill di era digital semakin krusial saat ini. Perubahan teknologi berlangsung cepat dan berdampak langsung pada kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi di berbagai sektor. Akibatnya, pekerjaan yang bersifat rutin mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi. Oleh karena itu, tenaga kerja dituntut terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan mengalami perubahan seiring pertumbuhan sektor digital. Dengan demikian, kebutuhan skill baru pun terus meningkat.

Baca juga: Menemukan Ruang Belajar Soft Skill di Balik Layar CapCut

Perubahan Kebutuhan Skill dan Dunia Kerja

Upgrade skill menjadi penting karena industri kini membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis. Namun, tidak semua tenaga kerja siap menghadapi perubahan ini. Keterbatasan akses pelatihan menjadi hambatan utama.

Di sisi lain, laporan World Bank menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berkontribusi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan SDM menjadi prioritas utama.

Selain itu, laporan Google-Temasek tentang ekonomi digital Asia Tenggara menegaskan bahwa permintaan talenta digital terus meningkat. Peningkatan ini terutama terjadi di bidang teknologi dan pemasaran digital. Sementara itu, kemampuan seperti analisis data, komunikasi, dan adaptasi teknologi semakin penting. Pekerjaan masa depan menuntut fleksibilitas yang tinggi.

Baca juga: Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Dampak dan Strategi Pengembangan SDM

Upgrade skill memberikan dampak langsung terhadap peluang karier. Individu dengan keterampilan terbaru lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Selain itu, peningkatan skill membuka peluang untuk berpindah sektor pekerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi dan digital. Program ini bertujuan menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai berinvestasi dalam pelatihan karyawan. Hasilnya, produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan. Sementara itu, kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM.

Ke depan, tren global menunjukkan bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu, upgrade skill bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan, ini sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menghadapi dinamika dunia kerja digital.

Rekomendasi Skill Digital untuk Karier Masa Depan

Tangerang, 7 April 2026 — Rekomendasi skill digital untuk karier masa depan menjadi perhatian utama. Hal ini seiring transformasi ekonomi berbasis teknologi yang terus berkembang pesat.

Keterampilan seperti analisis data, pemasaran digital, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Selain itu, permintaan terhadap skill digital terus meningkat sejalan dengan adopsi teknologi di berbagai sektor ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ekonomi digital terhadap aktivitas usaha menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan digital pun terus meningkat. Di tingkat global, laporan World Bank menyebut penguasaan teknologi sebagai faktor penting dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Baca juga: Skill Digital Paling Dicari di Dunia Kerja 2026

Dampak Skill Digital bagi Tenaga Kerja dan Dunia Usaha

Keterampilan digital memberikan dampak langsung terhadap peluang kerja dan fleksibilitas karier. Tenaga kerja dengan kemampuan digital memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan perubahan industri. Selain itu, pelaku usaha memanfaatkan skill digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan jangkauan pasar.

Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai program pelatihan vokasi dan literasi digital. Program tersebut didukung oleh integrasi kurikulum berbasis teknologi serta kolaborasi dengan industri. Dengan demikian, tenaga kerja diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Tren dan Strategi Pengembangan Kompetensi Digital

Tren ke depan menunjukkan bahwa kebutuhan skill digital akan terus meningkat. Penguasaan teknologi tidak hanya menjadi nilai tambah, tetapi juga kebutuhan dasar dalam berbagai profesi.

Baca juga: Cara Cepat Menguasai Skill Digital untuk Pemula

Oleh sebab itu, rekomendasi skill digital untuk karier masa depan menjadi panduan strategis bagi individu. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi dan teknologi. Selain itu, kesiapan mempelajari teknologi baru menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan pasar kerja yang dinamis.

Adaptasi terhadap kecerdasan buatan, komputasi awan, dan analitik lanjutan akan menentukan relevansi kompetensi di masa depan. Laporan lembaga internasional juga menunjukkan bahwa investasi pada skill digital berkorelasi dengan peningkatan daya saing ekonomi suatu negara. Hal ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga kerja modern di era digital global.