Edukasi Digital GETI: Cara Mudah Kuasai Keahlian Baru di Era Transformasi

Tangerang, 13 Mei 2026 – Edukasi Digital GETI: Cara Mudah Kuasai Keahlian Baru merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan tenaga kerja di era transformasi. Selain itu, program Edukasi Digital GETI menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk memperbarui keterampilan teknis secara fleksibel. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi nasional bagi seluruh angkatan kerja produktif.

Baca juga – Kuasai 8 Skill Software Ini Agar Gaji Anda Tak Tergilas AI

Kebutuhan Standarisasi Kompetensi Nasional

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), tantangan utama ketenagakerjaan adalah penguatan kualitas keterampilan angkatan kerja. Namun, kesenjangan kompetensi masih terjadi akibat pesatnya perubahan teknologi informasi saat ini. Oleh sebab itu, akselerasi melalui pelatihan digital menjadi kunci dalam menjaga daya saing nasional serta meminimalkan angka pengangguran terdidik berkelanjutan.

Laporan e-Conomy SEA 2023 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat ekonomi digital Indonesia terus tumbuh signifikan. Pertumbuhan tersebut menuntut individu mencari cara mudah kuasai keahlian baru agar tetap relevan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia nasional yang inklusif.

Dampak Ekonomi dan Kebijakan Strategis

Dampak dari kemudahan akses pelatihan digital ini adalah meningkatnya produktivitas pekerja secara terukur di berbagai sektor industri. Selain itu, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan melalui penguasaan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Oleh karena itu, efisiensi waktu belajar menjadi faktor pendukung utama keberhasilan ekonomi kreatif serta kemandirian ekonomi rakyat secara nyata.

Pemerintah melalui kementerian terkait secara deskriptif terus mendorong implementasi literasi digital bagi pelaku usaha dan pekerja. Kebijakan ini mencakup penyediaan fasilitas infrastruktur teknologi serta dukungan modul edukasi berkualitas tinggi. Selanjutnya, standarisasi sertifikasi menjadi alat ukur utama dalam memvalidasi keahlian yang telah dikuasai oleh setiap peserta pelatihan secara legal.

Edukasi Digital GETI menjadi pilar penting dalam mencetak tenaga ahli yang siap menghadapi dinamika persaingan dunia. Akhirnya, penguatan kompetensi digital secara berkelanjutan menjamin stabilitas ekonomi nasional jangka panjang bagi rakyat.

Pemasaran Digital untuk UMKM Lebih Kompetitif Global

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pemasaran digital untuk UMKM lebih kompetitif global menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan pola bisnis yang semakin berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga dituntut mampu menjangkau konsumen lintas daerah hingga pasar internasional.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam promosi produk, pengelolaan pelanggan, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Baca Juga: Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada belanja online membuat strategi pemasaran digital menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha.

Strategi Digital Tingkatkan Daya Saing

Pemasaran digital mencakup promosi melalui media sosial, marketplace, iklan berbayar, optimasi mesin pencari, hingga pembuatan konten yang menarik. Strategi ini membantu UMKM membangun brand, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar secara lebih efisien.

Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. E-commerce menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut, termasuk bagi usaha kecil yang memanfaatkan kanal digital untuk penjualan.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa literasi digital dan adopsi teknologi berkontribusi pada produktivitas usaha kecil. UMKM yang mampu mengelola pemasaran digital dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Bagi masyarakat, penguatan pemasaran digital UMKM membuka peluang peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Produk lokal yang dipasarkan secara profesional juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk pasar nasional maupun global.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, onboarding marketplace, dan pendampingan usaha berbasis teknologi. Tren ekonomi modern menunjukkan bahwa pemasaran digital bukan lagi pelengkap, tetapi strategi utama agar UMKM mampu naik kelas dan bersaing secara global.

Kuasai 8 Skill Software Ini Agar Gaji Anda Tak Tergilas AI

Tangerang, 13 Mei 2026 – Tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang bekerja paling lama di kantor, tapi siapa yang paling cerdas menggunakan teknologi. Di tengah gelombang otomatisasi, mereka yang hanya mengandalkan cara manual akan tertinggal. Sebaliknya, bagi Anda yang mahir menjinakkan software, kenaikan gaji drastis bukan lagi sekadar mimpi.

Mau tahu apa saja “senjata” yang bikin Anda tetap relevan dan dibayar mahal? Ini dia 8 skill digital berbasis software yang wajib dikuasai sebelum 2026:

1. AI Prompting (The Future of Work)

Gaji tinggi di 2026 milik mereka yang bisa “berbicara” dengan AI. Kuasai ChatGPT, Claude, atau Midjourney. Kemampuan menulis prompt yang akurat membuat Anda bisa menyelesaikan pekerjaan 8 jam hanya dalam 2 jam!

2. Visual Branding Instan (Canva & CapCut)

Sekarang, semua orang adalah pemasar. Mahir menggunakan Canva untuk presentasi dan CapCut untuk video pendek akan meningkatkan nilai tawar Anda di mata atasan karena mampu mengomunikasikan ide secara visual.

3. Data Storytelling (Excel & Looker Studio)

Berhenti menyajikan tabel angka yang membosankan. Gunakan Google Looker Studio atau Advanced Excel untuk mengubah data menjadi grafik cantik yang membantu bos mengambil keputusan. Ini adalah skill “orang dalam” menuju kursi manajer.

4. Digital Workflow (Notion & Slack)

Perusahaan global mencari talenta yang tidak gagap kerja remote. Kuasai Notion untuk dokumentasi dan Slack untuk kolaborasi. Jika Anda rapi secara digital, Anda dianggap lebih produktif.

5. Automation Strategy (Zapier)

Jadilah “penyihir” di kantor dengan mengotomatiskan tugas rutin menggunakan Zapier. Saat rekan kerja sibuk input data manual, Anda sudah selesai karena sistem yang bekerja. Efisiensi ini dihargai mahal oleh perusahaan!

6. Agile Project Management (Asana/Trello)

Manajemen waktu konvensional sudah basi. Mahir mengelola proyek lewat Asana atau Trello menunjukkan Anda adalah pemimpin yang transparan dan terukur.

7. Customer Intel (HubSpot CRM)

Data pelanggan adalah aset. Memahami cara mengoperasikan software CRM seperti HubSpot akan membuat Anda sangat dibutuhkan di tim Sales, Marketing, maupun Operasional perusahaan mana pun.

8. Trend Analysis (Google Trends)

Jangan menebak-nebak pasar. Gunakan Google Trends untuk memberikan argumen berbasis data. Skill ini membuat Anda terlihat sebagai profesional yang futuristik dan penuh perhitungan.

Kesimpulan

Menguasai 8 software ini adalah langkah awal. Langkah selanjutnya? Pastikan kemampuan Anda diakui negara. Sertifikat kompetensi dari LSP P1 LPK GeTI dengan logo Garuda BNSP adalah bukti autentik bahwa Anda adalah pakar ekonomi digital yang siap menghadapi tahun 2026.

Baca Juga : 5 Soft Skills Digital yang Tak Bisa Digantikan AI di 2026

Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Tangerang, 12 Mei 2026 — Manajemen marketplace jadi kunci sukses UMKM digital di tengah persaingan bisnis yang semakin bergeser ke platform daring. Pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut hadir di marketplace, tetapi juga harus mampu mengelola toko digital secara efektif agar penjualan dapat tumbuh berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan marketplace secara optimal karena masih terbatasnya literasi digital dan strategi pemasaran berbasis data.

Baca Juga: Pelatihan Digital Bisnis untuk Tingkatkan Skill UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen. Belanja online kini menjadi kebiasaan baru masyarakat, sehingga kehadiran UMKM di marketplace menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing usaha.

Strategi Penting dalam Manajemen Marketplace

Manajemen marketplace adalah proses mengelola seluruh aktivitas penjualan di platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga marketplace ekspor agar bisnis berjalan efektif dan menghasilkan penjualan yang stabil.

Pertama, pengelolaan katalog produk harus diperhatikan. Foto produk harus menarik, deskripsi jelas, kata kunci relevan, serta informasi harga dan stok selalu diperbarui agar produk mudah ditemukan konsumen.

Kedua, strategi promosi juga sangat penting. Voucher, diskon, bundling, flash sale, dan iklan berbayar dapat membantu meningkatkan traffic dan conversion rate. Promo yang tepat membuat produk lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

Selain itu, pelayanan pelanggan harus responsif. Penanganan chat, komplain, rating, dan ulasan sangat memengaruhi kepercayaan konsumen. Pengelolaan logistik dan pengiriman juga harus tepat waktu agar performa toko tetap baik.

Dukungan Pemerintah dan Peluang UMKM

Marketplace menyediakan dashboard performa seperti jumlah kunjungan, tingkat konversi, dan produk terlaris. Data ini membantu pelaku usaha menentukan strategi bisnis berikutnya secara lebih efektif.

Pemerintah melalui program transformasi digital UMKM terus mendorong pelatihan pengelolaan marketplace dan onboarding platform digital. Oleh karena itu, manajemen marketplace kini menjadi fondasi utama agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digital.

GETI Hadirkan Pelatihan E-Commerce dan Penjualan Daring

Tangerang, 12 Mei 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja GeTI Incubator (LPK GETI) menghadirkan program pelatihan e-commerce dan penjualan daring secara reguler. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kerja di sektor digital. Program tersebut terintegrasi dengan skema sertifikasi BNSP melalui LSP GETI.

Pelatihan ini menyasar profesional, pelaku UMKM, hingga mahasiswa yang ingin masuk industri digital. Selain itu, materi mencakup operasional marketplace, manajemen produk, hingga strategi pemasaran digital. Kurikulum disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Mengikuti Pertumbuhan Ekonomi Digital

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, transaksi e-commerce nasional tumbuh 6,19 persen secara kuartalan pada kuartal ketiga 2025. Bank Indonesia juga mencatat nilai transaksi mencapai Rp134,67 triliun pada periode tersebut. Angka itu meningkat 20,5 persen secara tahunan.

Baca juga: GETI: Platform Pelatihan Digital untuk Pemula dan Ahli

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun ini. Laporan itu disusun bersama oleh Google, Temasek, dan Bain & Company. Sektor e-commerce diperkirakan menyumbang sekitar 71 miliar dolar AS, naik dari tahun sebelumnya.

Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, BPS melalui Survei E-Commerce 2025 mencatat peningkatan pemanfaatan internet sebagai kanal transaksi nasional. Karena itu, kesenjangan keterampilan tenaga kerja menjadi tantangan utama industri.

Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan akses peningkatan kompetensi yang terstruktur dan terukur. Pemegang sertifikat berpotensi memperoleh peluang kerja yang lebih luas. Selain itu, pelaku UMKM dapat memperkuat strategi penjualan online mereka secara profesional dan berkelanjutan.

Baca juga: 5 Soft Skills Digital yang Tak Bisa Digantikan AI di 2026

Mendukung Transformasi Digital Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kompetensi nasional. Bahkan, skema e-commerce dan penjualan daring termasuk prioritas pengembangan tenaga kerja digital. Di samping itu, BNSP memverifikasi lembaga pelatihan dan sertifikasi yang memenuhi standar kompetensi nasional.

LPK GETI berlokasi di Great Western Resort, Kota Tangerang, Banten. Selain itu, kegiatan pelatihan dan asesmen dapat diikuti secara jarak jauh tanpa batasan lokasi geografis bagi peserta. Sertifikat yang diberikan berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional maupun di pasar kerja.

Ke depan, kebutuhan pelatihan e-commerce diperkirakan terus meningkat seiring percepatan adopsi digital. Lebih lanjut, dukungan kebijakan dan tren transaksi yang naik memperkuat ekosistem. Program serupa kini menjadi penopang kompetensi tenaga kerja perdagangan elektronik Indonesia.

5 Soft Skills Digital yang Tak Bisa Digantikan AI di 2026

Tangerang, 12 Mei 2026 – Tahun 2026 telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Saat ini, Artificial Intelligence (AI) telah mengambil alih banyak tugas teknis. Namun, ada beberapa soft skills digital 2026 yang tetap tidak bisa ditiru oleh mesin.

Mengapa hal ini penting? Karena perusahaan kini lebih mencari talenta yang memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Jika Anda ingin tetap kompetitif, Anda harus menguasai keahlian yang spesifik. Berikut adalah daftar kemampuan yang perlu Anda miliki.

1. Pemikiran Kritis dan Etika Digital

AI sangat cerdas dalam mengolah data, tetapi AI tidak memiliki kompas moral. Oleh karena itu, kemampuan manusia untuk mengevaluasi informasi sangatlah krusial. Anda harus mampu memutuskan apakah hasil kerja AI sudah sesuai dengan etika dan konteks budaya yang ada.

2. Kecerdasan Emosional (EQ)

Teknologi tidak bisa merasakan empati. Dalam tim yang bekerja secara remote, kecerdasan emosional sangat dibutuhkan untuk membangun hubungan yang solid. Manusia tetap menjadi pemimpin terbaik karena mampu memahami perasaan dan motivasi rekan kerjanya.

3. Negosiasi dan Persuasi Strategis

Meskipun AI bisa memberikan saran harga yang optimal, proses negosiasi tetap membutuhkan sentuhan personal. Soft skills digital 2026 ini melibatkan intuisi dan kemampuan membangun kepercayaan. Mesin mungkin bisa berhitung, namun manusia yang memenangkan hati pelanggan.

4. Kreativitas dan Inovasi Konseptual

AI bekerja berdasarkan pola yang sudah ada dari masa lalu. Sebaliknya, manusia mampu menciptakan ide yang benar-benar baru dari nol. Kreativitas digital di masa depan bukan lagi soal teknis pembuatan, melainkan tentang bagaimana melahirkan konsep yang unik dan segar.

5. Kemampuan Beradaptasi (Adaptability)

Dunia teknologi bergerak sangat cepat. Oleh sebab itu, Anda harus memiliki learning agility yang tinggi. Kemampuan untuk belajar, membuang kebiasaan lama, dan mempelajari alat baru dengan cepat adalah kunci utama bertahan di era disrupsi.

Kesimpulan

Dominasi AI di tahun 2026 bukanlah sebuah ancaman jika Anda memiliki persiapan yang tepat. Fokuslah pada pengembangan soft skills digital 2026 yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Dengan kombinasi antara teknologi dan empati, karier Anda akan terus bersinar.

Baca Juga : 5 Hacks Komunikasi Digital di Tahun 2026

GETI: Platform Pelatihan Digital untuk Pemula dan Ahli

Tangerang, 11 Mei 2026 — Kesenjangan talenta digital di Indonesia mendorong munculnya berbagai inisiatif edukasi berbasis teknologi. GETI: Platform Pelatihan Digital untuk Pemula dan Ahli hadir memberikan solusi konkret bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional. Layanan ini menawarkan program pembelajaran yang dirancang untuk mendukung transformasi digital di berbagai lini industri secara berkelanjutan.

Baca juga – Edukasi Digital dan AI untuk Masa Depan Profesional

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sektor informasi dan komunikasi terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global. Namun, produktivitas nasional masih menghadapi tantangan ketersediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi mutakhir. Oleh karena itu, platform pelatihan digital menjadi komponen vital dalam mempersiapkan angkatan kerja yang lebih kompetitif.

Secara regional, laporan e-Conomy SEA oleh Google dan Temasek menegaskan bahwa ekonomi digital Asia Tenggara terus berekspansi pesat. World Bank juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi inklusif di negara berkembang. Hal ini menuntut adanya ekosistem pelatihan yang mampu menjangkau berbagai tingkat keahlian dari dasar hingga mahir.

Dampak dari pelatihan digital yang terukur adalah peningkatan kesiapan masyarakat dalam menghadapi otomatisasi pekerjaan. Masyarakat mendapatkan akses belajar yang fleksibel tanpa terbatas kendala geografis melalui platform daring. Secara logika, integrasi keterampilan digital akan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal ke dalam ekosistem perusahaan rintisan maupun industri manufaktur modern.

Kebijakan ini mencakup pemberian insentif bagi program vokasi dan pelatihan berbasis keahlian masa depan. Deskripsi kebijakan tersebut menegaskan komitmen negara dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital melalui pemanfaatan teknologi informasi yang tepat sasaran.

Tren masa depan menunjukkan bahwa keahlian digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak dalam pasar kerja. Sinergi antara penyedia pelatihan dan kebutuhan industri menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi ekonomi nasional. Peningkatan literasi digital diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam peta ekonomi digital global secara konsisten dan terarah. Langkah ini sangat krusial dilakukan.

5 Hacks Komunikasi Digital di Tahun 2026

Tangerang, 11 Mei 2026 – Memasuki tahun 2026, konsep remote working bukan lagi sekadar tren “bekerja dari mana saja”, melainkan standar profesional global yang menuntut efisiensi tingkat tinggi. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, cara kita berkomunikasi dalam tim telah mengalami evolusi besar.

Jika Anda tidak ingin terjebak dalam tumpukan notifikasi dan meeting yang tak berujung, berikut adalah 5 hacks komunikasi digital di tahun 2026 yang akan membuat kerja remote Anda jauh lebih efektif:

1. Delegasikan Notulensi dan Tasking pada AI Personal Assistant

Di tahun 2026, mencatat hasil rapat secara manual adalah hal kuno. Gunakan asisten AI yang terintegrasi dengan platform meeting Anda. AI saat ini tidak hanya mengubah suara menjadi teks, tetapi mampu merangkum poin-poin penting, menentukan deadline, dan secara otomatis memasukkannya ke dalam kalender atau aplikasi project management masing-masing anggota tim. Fokuslah pada diskusi, biarkan AI yang mengurus administrasinya.

2. Prioritaskan Komunikasi Asinkron dengan Video Pendek

Zoom fatigue adalah masalah masa lalu. Hacks utama tahun ini adalah meminimalisir rapat tatap muka secara langsung. Gunakan komunikasi asinkron melalui pesan video pendek (seperti versi canggih dari Loom atau fitur video Slack). Ini memungkinkan rekan tim menonton informasi saat mereka sedang dalam kondisi fokus (deep work), tanpa harus memutus alur kerja mereka untuk rapat yang sebenarnya bisa disampaikan dalam 2 menit.

3. Manfaatkan Ekosistem “Spatial Office” (Kantor Virtual)

Tahun 2026 adalah masanya spatial working. Alih-alih hanya menatap kotak-kotak video di layar datar, gunakan platform kantor virtual berbasis web atau VR ringan. Di sini, Anda bisa “berjalan” ke meja rekan kerja untuk bertanya singkat secara spontan. Teknologi spatial audio membuat suara mengecil saat Anda menjauh, menciptakan suasana kantor nyata yang membantu membangun chemistry tim tanpa perlu kehadiran fisik.

4. Gunakan Filter Gangguan Berbasis Konteks (AI Smart-DND)

Jangan biarkan notifikasi mengontrol hidup Anda. Hack penting di tahun 2026 adalah mengaktifkan Smart Do Not Disturb (DND). Sistem ini menggunakan AI untuk mempelajari pola kerja Anda. Jika Anda sedang dalam mode “Deep Work”, sistem akan secara otomatis menahan semua notifikasi non-darurat dan hanya akan meloloskan pesan yang mengandung kata kunci kritis atau dari atasan langsung.

5. Penerjemahan Bahasa Real-Time untuk Tim Global

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan internasional, kendala bahasa kini bukan lagi hambatan. Manfaatkan fitur penerjemahan real-time berbasis Neural Machine Translation yang sudah sangat akurat. Saat rekan kerja di Tokyo berbicara bahasa Jepang, Anda akan mendengar atau membaca teks bahasa Indonesia secara instan di layar Anda. Ini mempercepat pengambilan keputusan tanpa ada pesan yang “lost in translation”.

Kesimpulan

Efektivitas kerja remote di tahun 2026 bukan tentang seberapa lama Anda berada di depan layar, melainkan seberapa cerdas Anda menggunakan alat digital untuk menjaga fokus dan kualitas komunikasi. Dengan menerapkan 5 hacks di atas, Anda tidak hanya akan lebih produktif, tetapi juga memiliki keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) yang lebih sehat.

Baca Juga : Prompt Engineering sebagai Kemampuan Komunikasi Kunci Efisiensi Departemen di Tahun 2026

Pelatihan Digital Bisnis untuk Tingkatkan Skill UMKM

Tangerang, 11 Mei 2026 — Pelatihan digital bisnis untuk tingkatkan skill UMKM menjadi kebutuhan penting di tengah percepatan transformasi ekonomi berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini dituntut tidak hanya mampu menjual produk, tetapi juga memahami pemasaran digital, pengelolaan marketplace, hingga strategi bisnis berbasis data.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam adaptasi teknologi, terutama pada pemasaran daring dan pengelolaan operasional digital.

Baca Juga: Sistem ERP untuk Efisiensi Operasional Bisnis

Marketplace dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan melalui e-commerce terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada transaksi digital mendorong UMKM untuk memperkuat kapasitas bisnis melalui pelatihan berbasis teknologi.

Secara global, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Sektor e-commerce menjadi penggerak utama, termasuk bagi usaha kecil yang memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar lebih luas.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa peningkatan literasi digital dapat memperkuat produktivitas usaha kecil dan menengah. Pelatihan digital bisnis seperti pembuatan konten, manajemen marketplace, penggunaan aplikasi ERP, hingga logistik ekspor dinilai membantu efisiensi usaha secara berkelanjutan.

Dampaknya terhadap masyarakat cukup besar karena UMKM yang lebih adaptif mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Produk lokal yang dipasarkan secara profesional juga memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah melalui berbagai program transformasi digital UMKM terus memperluas pelatihan dan pendampingan usaha. Inisiatif ini mencakup onboarding marketplace, penguatan kapasitas digital, serta pengembangan ekosistem bisnis berbasis teknologi untuk pelaku usaha kecil.

Tren ekonomi modern menunjukkan bahwa kemampuan digital menjadi faktor penting dalam pertumbuhan bisnis. Pelatihan digital bisnis bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama agar UMKM dapat naik kelas dan bertahan dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.

GETI Buka Pelatihan ERP dan Logistik Berbasis Teknologi

Tangerang, 11 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) resmi membuka program pelatihan Enterprise Resource Planning (ERP) dan logistik berbasis teknologi, menyasar tenaga kerja muda dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di era transformasi digital.

Program ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga terampil di bidang sistem manajemen bisnis digital. Selain itu, pelatihan ini menggabungkan pembelajaran berbasis praktik dengan simulasi sistem ERP yang digunakan industri secara nyata.

Peserta akan mempelajari modul manajemen rantai pasok, pengelolaan inventaris digital, hingga integrasi sistem logistik dengan platform ERP. Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan siap bekerja di perusahaan manufaktur, distribusi, maupun ritel modern.

Baca juga: GETI: Pelatihan Digital Terbaik untuk Upgrade Skill Anda

ERP dan Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Industri

Adopsi sistem ERP di kalangan perusahaan Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital pascapandemi. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perindustrian, digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu prioritas dalam peta jalan industri nasional.

Karena itu, kebutuhan tenaga yang memahami sistem ERP dan manajemen logistik berbasis teknologi semakin tinggi. Namun, pasokan sumber daya manusia dengan keahlian tersebut masih belum mencukupi permintaan pasar kerja.

Di samping itu, laporan World Economic Forum memproyeksikan bahwa keterampilan digital, termasuk penguasaan sistem manajemen bisnis terintegrasi, akan menjadi kompetensi inti yang paling dicari perusahaan global dalam beberapa tahun ke depan. Indonesia perlu bergerak cepat menyiapkan tenaga kerjanya.

Baca juga: Pembuatan Konten Kreatif untuk Meningkatkan Engagement

Pelatihan Berbasis Teknologi Perkuat Daya Saing SDM

GETI merancang kurikulum pelatihan ini bersama praktisi industri dari sektor logistik dan teknologi informasi. Hasilnya, materi pembelajaran mencerminkan kebutuhan aktual dunia kerja, bukan sekadar teori akademis.

Sementara itu, metode pelatihan mencakup studi kasus nyata, simulasi operasional, dan sesi mentoring langsung dari profesional berpengalaman. Pendekatan ini bertujuan mempercepat kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perdagangan dan logistik termasuk penyumbang tenaga kerja terbesar dalam struktur ketenagakerjaan nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di sektor ini berdampak luas terhadap produktivitas ekonomi.

Seiring percepatan adopsi teknologi di sektor industri dan perdagangan, program pelatihan ERP dan logistik berbasis teknologi seperti yang dikembangkan GETI diproyeksikan menjadi salah satu jalur strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.