Category: business

LPK GETI Pusat Pelatihan Digital Terbaik untuk Pemula

Tangerang, 29 April 2026 — LPK GETI hadir sebagai pusat pelatihan digital terbaik yang dirancang khusus untuk membekali pemula dengan keterampilan praktis di era ekonomi digital.

Lembaga ini menawarkan program pelatihan yang terstruktur dan mudah diikuti. Selain itu, kurikulum yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang pesat di Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, penetrasi internet di Indonesia terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kebutuhan akan tenaga terampil di bidang digital semakin tinggi dan mendesak untuk dipenuhi.

Baca juga: Belajar Skill Digital Profesional dan Terstruktur di GETI Incubator

Kurikulum Praktis Berbasis Kebutuhan Industri

LPK GETI merancang program pelatihannya dengan pendekatan berbasis kompetensi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang relevan dengan dunia kerja.

Program yang tersedia mencakup berbagai bidang, antara lain desain grafis, pemasaran digital, hingga pengembangan konten kreatif. Sementara itu, metode pembelajaran yang digunakan menggabungkan sesi daring dan luring untuk memaksimalkan pemahaman peserta.

Menurut laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, investasi dalam pelatihan digital sejak dini menjadi langkah strategis bagi angkatan kerja muda Indonesia.

Akses Terbuka bagi Pemula Tanpa Syarat Ketat

LPK GETI membuka pendaftaran bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan di dunia digital. Bahkan, peserta tanpa latar belakang teknologi sekalipun dapat mengikuti program ini berkat pendekatan pembelajaran yang ramah pemula.

Baca juga: UpSkill Digital untuk Meningkatkan Peluang Karier Modern

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan akses pelatihan vokasi berbasis digital. Dengan demikian, kehadiran LPK GETI sejalan dengan agenda nasional dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing.

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), permintaan tenaga kerja digital di Indonesia diperkirakan terus meningkat dalam satu dekade mendatang. Hal ini menjadikan pelatihan digital di LPK GETI sebagai investasi nyata bagi masa depan para pemula yang ingin berkembang di sektor ekonomi digital.

Pelatihan Bisnis Online Untuk Mulai Usaha Dari Nol

Tangerang, 21 April 2026 — Pelatihan bisnis online untuk mulai usaha dari nol menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin membangun usaha mandiri di tengah perkembangan ekonomi digital. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar hingga praktik langsung menjalankan bisnis berbasis internet.

Minat terhadap bisnis online terus meningkat, karena akses teknologi semakin mudah dan biaya awal relatif terjangkau. Oleh karena itu, pelatihan menjadi langkah awal yang penting untuk meminimalkan kesalahan dalam memulai usaha.

Akses Digital dan Kesiapan Pelaku Usaha

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, penggunaan internet di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga membuka peluang besar bagi bisnis berbasis digital. Namun demikian, banyak pelaku usaha pemula yang belum memahami strategi yang tepat.

Selain itu, laporan World Bank menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha kecil. Karena itu, pelatihan bisnis online menjadi relevan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha.

Baca juga: Perempuan Siap Bersaing di Era Digital

Pelatihan ini mencakup pemilihan produk, pembuatan toko online, hingga strategi pemasaran digital. Sementara itu, pendekatan praktik membantu peserta memahami langsung proses menjalankan bisnis.

Di sisi lain, persaingan di dunia digital semakin ketat. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang jelas agar dapat bertahan dan berkembang.

Dampak Ekonomi dan Dukungan Kebijakan

Pelatihan bisnis online berdampak pada peningkatan peluang wirausaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, usaha yang berbasis digital memiliki potensi pasar yang lebih luas.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah, pengembangan UMKM digital menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional. Karena itu, berbagai program pelatihan terus dikembangkan untuk mendukung masyarakat.

Baca juga: Siswa SMK Multicomp Depok Kuasai Teknik Live Streaming dan Ikuti Ujian Sertifikasi Bersama LPK GETI

Laporan Google-Temasek menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat, sehingga peluang bisnis online semakin terbuka. Sementara itu, pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi memiliki daya saing lebih tinggi.

Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan literasi keuangan dan manajemen usaha. Karena itu, pelaku usaha tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga keberlanjutan bisnis.

Ke depan, bisnis online diproyeksikan terus berkembang seiring peningkatan pengguna internet dan teknologi. Oleh karena itu, pelatihan bisnis online untuk mulai usaha dari nol menjadi langkah strategis dalam menciptakan wirausaha baru yang adaptif dan kompetitif di era digital.

Bisnis Bukan Cuma Soal Modal, Soft Skill yang Wajib Dimiliki Pengusaha UMKM

Tangerang, 15 April 2026 –Banyak orang ragu memulai bisnis karena merasa modal uangnya belum cukup. Padahal, dalam dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), uang hanyalah salah satu komponen pendukung. Faktor utama yang sering menjadi penentu apakah sebuah bisnis akan bertahan satu tahun atau sepuluh tahun ke depan adalah soft skill pengusaha UMKM itu sendiri.

Tanpa keterampilan interpersonal dan mental yang kuat, modal besar sekalipun bisa habis tanpa sisa. Lantas, apa saja soft skill yang harus diasah oleh para pelaku UMKM agar bisnisnya bisa “naik kelas”?

1. Kemampuan Negosiasi

Negosiasi bukan hanya soal tawar-menawar harga dengan pelanggan. Sebagai pemilik usaha, Anda harus bernegosiasi dengan pemasok (supplier) untuk mendapatkan harga bahan baku terbaik, hingga bernegosiasi dengan mitra bisnis atau investor. Negosiasi yang baik adalah tentang menciptakan solusi win-win yang menguntungkan keberlanjutan bisnis Anda.

2. Ketahanan dan Adaptabilitas (Resilience)

Dunia bisnis sangat dinamis. Tren pasar berubah, harga bahan baku naik, atau muncul kompetitor baru. Seorang pengusaha UMKM wajib memiliki sifat “tahan banting”. Adaptabilitas memungkinkan Anda untuk cepat berpindah haluan (pivoting) saat strategi lama tidak lagi berhasil, misalnya dengan mulai merambah ke jualan online atau mengubah kemasan produk agar lebih menarik.

3. Pelayanan Pelanggan dengan Empati

UMKM seringkali menang melawan perusahaan besar karena kedekatan personal dengan pelanggan. Soft skill empati memungkinkan Anda memahami apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Pelayanan yang ramah, solutif, dan tulus akan menciptakan loyalitas pelanggan yang jauh lebih berharga daripada promosi diskon besar-besaran.

4. Kepemimpinan (Leadership)

Meskipun saat ini Anda mungkin masih menjalankan usaha sendirian atau hanya dengan satu-dua karyawan, jiwa kepemimpinan tetap diperlukan. Anda harus mampu memotivasi diri sendiri dan memberikan visi yang jelas kepada tim. Kepemimpinan yang baik akan membangun budaya kerja yang positif, sehingga karyawan merasa memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bisnis Anda.

5. Manajemen Waktu dan Prioritas

Sebagai pemilik UMKM, Anda seringkali menjadi “pemain serbabisa”—menjadi admin, kurir, hingga bagian keuangan sekaligus. Di sinilah kemampuan manajemen waktu diuji. Anda harus tahu mana tugas yang mendesak dan mana yang bisa ditunda, agar operasional bisnis tetap berjalan efektif tanpa membuat Anda mengalami burnout.

6. Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Setiap hari dalam bisnis pasti ada tantangan, mulai dari barang retur hingga kendala pengiriman. Pengusaha yang sukses tidak fokus pada masalahnya, melainkan pada solusinya. Kemampuan berpikir tenang di bawah tekanan sangat membantu Anda mengambil keputusan yang logis dan tidak emosional.

Baca juga : Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Kesimpulan

Modal uang bisa dicari melalui pinjaman atau kerja sama, namun soft skill pengusaha UMKM adalah aset internal yang harus dibangun secara konsisten. Dengan mengombinasikan produk yang berkualitas dan soft skill yang mumpuni, bisnis UMKM Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Sudahkah Anda mengevaluasi soft skill apa yang paling Anda butuhkan saat ini? Ingatlah bahwa investasi terbaik untuk bisnis Anda adalah pengembangan diri Anda sendiri.

Model Bisnis Digital Jadi Strategi UMKM Bertahan di 2026

Model bisnis digital menjadi strategi utama UMKM dalam bertahan dan berkembang pada 2026 di tengah perubahan pola konsumsi dan distribusi. Pelaku usaha mulai beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Statistik E-Commerce menunjukkan peningkatan jumlah usaha yang memanfaatkan platform digital dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menandakan adanya perubahan signifikan dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnis.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang usaha baru, terutama di sektor perdagangan digital, pemasaran online, dan logistik. Transformasi digital juga membantu pelaku usaha mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

Pemerintah Indonesia mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi akses platform digital. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing pelaku usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Ke depan, model bisnis digital diperkirakan akan menjadi standar baru dalam dunia usaha, seiring meningkatnya adopsi teknologi oleh pelaku UMKM di berbagai sektor.

Kolaborasi UMKM dan Teknologi Dorong Pertumbuhan Bisnis di 2026

Kolaborasi antara UMKM dan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis pada 2026. Integrasi teknologi dalam aktivitas usaha membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi serta memperluas jangkauan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi terkait ekonomi digital menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha terus meningkat. Hal ini mencerminkan perubahan pola bisnis yang semakin bergantung pada sistem digital.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan online dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha. World Bank juga mencatat bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha kecil.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang kerja di sektor digital, termasuk pemasaran online, logistik, dan pengelolaan data. Kolaborasi ini juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Pemerintah Indonesia mendorong integrasi teknologi dalam UMKM melalui berbagai program digitalisasi, pelatihan, dan pendampingan usaha. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi global.

Ke depan, kolaborasi antara UMKM dan teknologi diperkirakan akan semakin intensif, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap inovasi dan efisiensi dalam menjalankan usaha di era digital yang terus berkembang.

Kolaborasi UMKM dan Teknologi Dorong Pertumbuhan Bisnis di 2026

Kolaborasi antara UMKM dan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis pada 2026. Integrasi teknologi dalam aktivitas usaha membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi serta memperluas jangkauan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi terkait ekonomi digital menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha terus meningkat. Hal ini mencerminkan perubahan pola bisnis yang semakin bergantung pada sistem digital.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan online dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha. World Bank juga mencatat bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha kecil.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang kerja di sektor digital, termasuk pemasaran online, logistik, dan pengelolaan data. Kolaborasi ini juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Pemerintah Indonesia mendorong integrasi teknologi dalam UMKM melalui berbagai program digitalisasi, pelatihan, dan pendampingan usaha. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi global.

Ke depan, kolaborasi antara UMKM dan teknologi diperkirakan akan semakin intensif, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap inovasi dan efisiensi dalam menjalankan usaha di era digital yang terus berkembang.

Inkubasi Bisnis Makin Relevan di Tengah Tren UMKM Naik Kelas pada 2026

Program inkubasi bisnis semakin relevan dalam mendukung UMKM yang berupaya naik kelas. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan ekosistem digital, UMKM membutuhkan pendampingan dan bimbingan untuk dapat bersaing di pasar yang semakin ketat. Inkubasi bisnis menjadi solusi bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas produksinya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah usaha e-commerce pada 2024 meningkat sebesar 15,30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Program inkubasi bisnis berfokus pada penguatan UMKM dengan memberikan akses terhadap pembiayaan, pelatihan manajerial, serta bantuan dalam digital marketing. Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun oleh Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia akan mencapai 90 miliar dolar AS pada 2024.

 

Indonesia diprediksi menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara, yang semakin membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka. Bagi masyarakat, inkubasi bisnis memberikan dampak yang signifikan dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan usaha kecil. Pendampingan yang diberikan oleh lembaga inkubator bisnis membantu pelaku usaha memahami pasar global, memperbaiki produk mereka, serta memperluas jaringan distribusi.

 

Pemerintah juga mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dan mendukung UMKM dalam mengakses pasar global. Penguatan sektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Hari Ketiga TEI 2025 Rewako Sulawesi Selatan Tunjukkan Pesona UMKM Daerah

Tangerang, 17 Oktober 2025 – Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD City memasuki hari ketiga dengan semangat yang semakin membara. Ribuan pengunjung, buyer, dan delegasi internasional tampak memenuhi area pameran untuk melihat langsung potensi produk lokal Indonesia yang siap bersaing di pasar global.

 

Di antara deretan booth yang menarik perhatian, UMKM Rewako Sulawesi Selatan tampil memukau dengan keunikan konsep dan kekayaan produk yang mereka bawa. Booth ini menjadi salah satu magnet pengunjung berkat tampilan yang memadukan unsur tradisional dan modern, menghadirkan suasana khas Sulawesi Selatan di tengah keramaian pameran.

Rewako menampilkan berbagai produk unggulan Sulawesi Selatan yang merepresentasikan identitas dan potensi daerah.
Mulai dari fashion etnik modern yang menggabungkan kain tradisional Bugis-Makassar dengan desain kekinian, hingga kopi khas Sulawesi yang terkenal dengan cita rasa kuat dan aroma khas pegunungan Toraja.

 

Tak berhenti di situ, Rewako juga menghadirkan kerajinan tangan, kuliner olahan lokal, serta souvenir khas daerah yang mencerminkan kreativitas dan inovasi pelaku UMKM binaan.
Salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah kopi robusta dan arabika Sulawesi Selatan, yang dapat dicicipi langsung oleh pengunjung.
Aroma kopi yang kuat berpadu dengan keramahan para penjaga booth menciptakan suasana yang hangat dan berkesan bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

“Kami ingin memperkenalkan potensi Sulawesi Selatan bukan hanya lewat satu produk, tapi melalui berbagai karya kreatif yang menunjukkan kekayaan budaya dan kualitas produksi daerah kami,” ujar salah satu perwakilan Rewako.

Selain kopi, lini fashion Bugis-Makassar juga menjadi daya tarik utama. Kain tenun tradisional yang diolah dengan desain modern tampil elegan dan memikat — bukti nyata bahwa produk fesyen daerah bisa tampil berkelas dan siap ekspor.

 

Baca juga: Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Modest Fashion Nasional Lewat IN2MOTIONFEST 2025

 

Partisipasi Rewako di TEI 2025 bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga bentuk nyata semangat UMKM Sulawesi Selatan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memperluas jangkauan pasar.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, Rewako membawa pesan kuat: produk lokal Indonesia punya daya saing global bila dikembangkan dengan inovasi dan visi jangka panjang.

Hingga hari ketiga, booth Rewako terus dipadati pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam produk mereka. Banyak yang mengapresiasi konsep booth yang hangat, ramah, dan informatif, menjadi ruang inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

Dengan semangat “Dari Daerah untuk Dunia,” Rewako Sulawesi Selatan membuktikan bahwa produk lokal bisa menjadi inspirasi global.

 

Kunjungi booth Rewako Sulawesi Selatan dan temukan beragam produk kreatif dari fashion, kopi, hingga kerajinan lokal yang membanggakan Indonesia.
Mari dukung UMKM daerah untuk terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia!

Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 Mendorong Ekspor Nasional dari Lokal ke Global

Trade Expo Indonesia (TEI) 2025: Mendorong Ekspor Nasional dan Menembus Pasar Global

Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 kembali digelar sebagai pameran dagang terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli dari seluruh dunia. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar ekspor internasional.

Diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, TEI 2025 akan berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Melalui tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, TEI tahun ini mengajak para pelaku bisnis untuk menembus batas perdagangan global dan memperkenalkan keunggulan produk nasional kepada dunia.

Apa Itu Trade Expo Indonesia 2025?

Trade Expo Indonesia (TEI) merupakan pameran perdagangan berskala internasional yang telah menjadi agenda tahunan pemerintah Indonesia sejak 1985. TEI berfungsi sebagai wadah promosi produk ekspor non-migas, mempertemukan eksportir, importir, investor, dan mitra bisnis global dalam satu event besar.

Setiap tahunnya, TEI menampilkan ribuan produk unggulan dari berbagai sektor, mulai dari pangan, manufaktur, hingga layanan kreatif. Pameran ini menjadi ajang utama bagi pelaku usaha Indonesia untuk mendapatkan peluang bisnis baru, membangun kerja sama jangka panjang, serta memperluas jangkauan pasar internasional.

Tema TEI 2025: “Trade Beyond Boundaries”

Tahun 2025, TEI mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries.” Tema ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendorong ekspor berkelanjutan dan memperkenalkan inovasi lokal ke dunia.

Melalui pameran ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga memiliki produk berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif di pasar global.

Kategori dan Zona Produk di TEI 2025

Untuk memberikan pengalaman yang komprehensif, TEI 2025 menghadirkan tiga zona utama yang menampilkan beragam produk unggulan Indonesia:

1. Food, Beverage, and Agricultural Products

Produk makanan olahan, minuman khas, rempah, dan hasil pertanian organik yang menjadi favorit buyer internasional.

2. Manufactured Products

Produk industri seperti furnitur, tekstil, otomotif, fashion, dan produk teknologi yang mencerminkan kemajuan manufaktur Indonesia.

3. Services & Lifestyle Products

Layanan profesional, pariwisata, produk digital, serta gaya hidup berkelanjutan yang mewakili inovasi dan kreativitas generasi baru Indonesia.

Selain pameran, TEI juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti Business Matching, Trade Missions, Business Forum, dan Business Counseling untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra potensial.

Dampak dan Target TEI 2025

Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2025 menargetkan nilai transaksi ekspor hingga US$16,5 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Event ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan ekspor produk non-migas Indonesia

  • Memperluas jaringan bisnis internasional

  • Memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara

  • Membuka peluang baru bagi UMKM untuk masuk ke pasar ekspor

Dengan dukungan digitalisasi melalui Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE), pameran ini juga dapat diakses secara daring oleh peserta dari seluruh dunia. Langkah ini menandai transformasi digital dalam ekosistem perdagangan Indonesia.

Mengapa TEI 2025 Penting bagi Pelaku Usaha Indonesia?
  1. Akses langsung ke pasar internasional – pelaku UMKM dan perusahaan besar dapat menjalin kontak dengan buyer global.
  2. Promosi produk unggulan Indonesia – kesempatan menampilkan inovasi lokal dan meningkatkan brand awareness.
  3. Networking strategis – mempertemukan pengusaha, investor, serta lembaga pendukung perdagangan.
  4. Peningkatan kapasitas ekspor – peserta mendapat insight dan konsultasi langsung dari pakar perdagangan dan perwakilan dagang luar negeri.
Dari Lokal ke Global: Kolaborasi UMKM dengan Exporthub.id

Sebagai bagian dari semangat “From Local to Global”, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin memperluas jangkauan produk ke pasar internasional dapat berkolaborasi melalui exporthub.id.

Melalui platform ini, UMKM bisa mendapatkan:

  • Pendampingan ekspor dan digitalisasi bisnis

  • Akses ke jaringan buyer luar negeri

  • Publikasi produk di portal ekspor digital

  • Kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan promosi internasional

Kolaborasi dengan exporthub.id menjadi langkah nyata bagi UMKM untuk naik kelas dan memperkuat peran mereka dalam perdagangan global.

Trade Expo Indonesia 2025: PTPN Group Bawa Semangat Sustainable Trade

Tangerang, 16 Oktober 2025 – Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City memasuki hari kedua dengan antusiasme tinggi. Setelah pembukaan resmi kemarin, ribuan buyer global tampak memadati area pameran, terutama di zona Food, Beverage, and Agricultural Products.

Salah satu sorotan utama datang dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group). Melalui paviliun yang megah, PTPN menampilkan berbagai komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa sawit olahan, teh premium, kopi khas nusantara, hingga karet berkualitas ekspor.Kehadiran BUMN ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mendukung target pemerintah mencapai transaksi ekspor sebesar US$16,5 miliar pada tahun ini.

Baca juga: Kementerian UMKM Perkuat Peran UMKM Madu Dalam Program Makan Bergizi Gratis

 

Dengan mengusung semangat “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, PTPN Group tidak hanya hadir sebagai eksportir bahan mentah, tetapi juga sebagai showcase inovasi produk bernilai tambah tinggi.

 

Mereka memperkenalkan produk hilir yang telah melalui proses riset, pengembangan, dan pengemasan modern — siap bersaing di pasar global.

“Hari kedua TEI 2025 menjadi momentum penting untuk melakukan business matching intensif. Kami melihat peningkatan minat yang signifikan dari buyer asal Timur Tengah, Eropa, dan Asia Timur terhadap komoditas berkelanjutan kami,” ujar salah satu perwakilan PTPN Group di lokasi pameran.

 

Sektor perkebunan nasional telah lama menjadi penopang utama devisa non-migas Indonesia.
Melalui partisipasinya di TEI 2025, Perkebunan Nusantara menunjukkan keseriusan untuk mengadopsi standar global, termasuk prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam praktik bisnisnya.

 

Pameran ini menjadi ajang strategis bagi PTPN Group untuk:

Memperkenalkan inovasi produk hilir, seperti minyak goreng premium, specialty coffee, dan produk olahan karet yang siap masuk pasar internasional.

Membangun kemitraan strategis melalui forum Business Matching dan Trade Missions dengan importir dari berbagai negara.

Mengangkat citra positif produk lokal, menegaskan bahwa komoditas Indonesia dikelola profesional dan memenuhi standar internasional.

 

Selain perusahaan besar, TEI 2025 juga membuka peluang bagi UMKM sektor agrikultur.
Melalui kegiatan Business Counseling dan platform digital yang disediakan, pelaku usaha kecil dan menengah didorong untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar ekspor.

 

Baca juga: IndoGriTech Expo 2025 Siap Dorong Transformasi Pertanian Nasional Melalui Inovasi Teknologi

 

“Kami berharap kehadiran kami di TEI dapat menginspirasi UMKM bahwa dengan kualitas dan branding yang kuat, produk lokal mampu bersaing dan mendunia,” ujar perwakilan PTPN menutup sesi wawancara.

 

Pameran Trade Expo Indonesia 2025 masih akan berlangsung hingga Minggu, 19 Oktober 2025.
Ajang ini diproyeksikan menarik ribuan pengunjung dan buyer internasional dari lebih dari 100 negara.

Dengan semangat “Bangga Produk Indonesia, Mendunia Bersama TEI 2025,” seluruh peserta berharap momentum ini dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekspor nasional dan menempatkan produk Indonesia di hati konsumen global.