52 Mahasiswa Sosiologi Dinyatakan Kompeten dalam Skema Pendamping Manajemen Operasi UMKM Berbasis Digital
JAKARTA – Program Studi Sosiologi Universitas Nasional (UNAS) terus memperkuat kualitas lulusannya dengan membekali keahlian standar nasional. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, sebanyak 52 mahasiswa Jurusan Sosiologi mengikuti uji kompetensi skema Pelaksanaan Pendampingan Manajemen Operasi UMKM Berbasis Digital. Hasilnya, seluruh peserta yang berjumlah 52 mahasiswa dinyatakan kompeten dalam Sertifikasi BNSP tersebut.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama strategis antara UNAS dengan LSP P1 LPK GETI (Global Edukasi Talenta Inkubator). Sinergi ini bertujuan untuk melahirkan sosiolog muda yang memiliki kemampuan teknis dalam mendampingi pelaku usaha di ekosistem digital.
Pentingnya Sertifikasi BNSP bagi Mahasiswa Sosiologi
Di era industri 4.0, pengakuan kompetensi melalui Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) menjadi instrumen penting bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa Sosiologi, sertifikasi ini bukan sekadar tambahan portofolio, melainkan bukti valid bahwa mereka mampu menerapkan analisis sosial dalam manajemen operasional UMKM.
Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Nasional mengungkapkan bahwa pencapaian 100% peserta yang dinyatakan kompeten merupakan bukti kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.
Fokus Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP Pendamping UMKM
Dalam proses asesmen Sertifikasi BNSP ini, mahasiswa diuji dalam berbagai aspek manajemen operasi berbasis digital. Mulai dari perencanaan pendampingan, digitalisasi pemasaran, hingga pengelolaan administrasi bisnis UMKM. Keahlian ini sangat relevan dengan peran mahasiswa Sosiologi sebagai agen pemberdayaan masyarakat.
Pihak GETI sebagai mitra pelaksana menekankan bahwa standar kompetensi yang diraih mahasiswa telah memenuhi kualifikasi nasional. Hal ini memastikan bahwa 52 mahasiswa tersebut memiliki kapabilitas yang teruji untuk membantu UMKM “naik kelas” melalui optimalisasi teknologi digital.
Kontribusi Nyata Mahasiswa untuk Ekonomi Nasional
Pasca dinyatakan kompeten, para mahasiswa ini diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam mendampingi para pelaku usaha lokal. Ilmu sosiologi yang mereka miliki menjadi modal kuat untuk melakukan pendekatan yang persuasif dan tepat sasaran kepada komunitas pelaku usaha.
Kegiatan yang berlangsung intensif hingga sore hari ini ditutup dengan sesi refleksi dan pengumuman hasil akhir asesmen. Dengan hasil membanggakan ini, Jurusan Sosiologi UNAS kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang sukses memadukan teori sosial dengan keahlian digital yang diakui negara.
Baca Juga : Strategi Jualan Online untuk UMKM yang Baru Mulai
