Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Tangerang, 19 Mei 2026 — Pembuatan konten digital tingkatkan branding UMKM di tengah persaingan bisnis berbasis online yang semakin berkembang. Pelaku usaha kini memanfaatkan media sosial, marketplace, dan platform video digital untuk memperkuat identitas merek sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam membangun branding yang konsisten dan mampu bersaing di pasar digital.

Baca Juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan digital terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan strategi pemasaran berbasis konten menjadi semakin penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Pembuatan konten digital mencakup pengelolaan foto produk, video promosi, desain media sosial, penulisan deskripsi produk, hingga strategi komunikasi merek. Konten yang menarik membantu pelaku usaha meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat identitas bisnis di platform digital.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. Pemanfaatan konten digital juga membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen secara lebih cepat melalui interaksi di media online.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Karena itu, kebutuhan pemasaran digital dan strategi branding berbasis konten semakin meningkat di berbagai sektor usaha.

Bagi masyarakat, penguatan branding UMKM berdampak pada peningkatan penjualan produk lokal, pertumbuhan industri kreatif, dan penciptaan peluang kerja baru di sektor digital. Konten digital juga membantu konsumen memperoleh informasi produk secara lebih jelas dan mudah diakses.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan pemasaran online, edukasi pembuatan konten, dan pendampingan bisnis berbasis teknologi. Tren ini menunjukkan bahwa pembuatan konten digital bukan sekadar strategi promosi, tetapi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM modern.

Pendamping UMKM Digital Dorong Bisnis Lebih Berkembang

Tangerang, 16 Mei 2026 — Pendamping UMKM digital dorong bisnis lebih berkembang di tengah percepatan transformasi ekonomi berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini tidak hanya membutuhkan modal usaha, tetapi juga bimbingan dalam memanfaatkan platform digital agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pemasaran digital, pengelolaan marketplace, hingga pencatatan bisnis yang terstruktur.

Baca Juga: Pelatihan Digital dan Marketplace untuk UMKM Modern

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada transaksi online membuat kemampuan digital menjadi kebutuhan utama bagi UMKM modern.

Strategi Pendampingan untuk Bisnis Modern

Pendamping UMKM digital membantu pelaku usaha memahami strategi pemasaran online, penggunaan marketplace, pengelolaan media sosial, pelayanan pelanggan, hingga analisis data penjualan. Pendampingan ini membuat proses adaptasi teknologi menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan e-commerce menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pendampingan digital menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing usaha kecil.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa peningkatan literasi digital dan dukungan manajerial membantu usaha kecil meningkatkan produktivitas serta ketahanan bisnis. Pendampingan yang tepat membuat UMKM lebih siap menghadapi persaingan pasar modern.

Bagi masyarakat, penguatan UMKM melalui pendamping digital berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi daerah. Produk lokal juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di pasar nasional maupun global.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan, onboarding marketplace, dan program pendampingan usaha berbasis teknologi. Tren ini menunjukkan bahwa pendamping UMKM digital bukan hanya pendukung bisnis, tetapi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pelatihan Ekspor Digital bagi UMKM untuk Go Global

Tangerang, 15 Mei 2026 — Pelatihan Ekspor Digital bagi UMKM yang Ingin Go Global menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar.

Pelatihan ini membantu UMKM memahami pemasaran digital, dokumen ekspor, kanal penjualan, dan komunikasi dengan pembeli luar negeri. Dengan demikian, kesiapan ekspor tidak berhenti pada kualitas produk.

Kebutuhan tersebut meningkat karena pasar digital membuka akses lintas negara. Selain itu, UMKM perlu memahami prosedur agar transaksi internasional berjalan lebih tertib.

Baca juga: Pelatihan Digital: Kunci Utama Perkembangan Karir

UMKM Membutuhkan Literasi Ekspor

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor 2024 menerbitkan data tahunan ekspor Indonesia. Publikasi itu menjadi rujukan resmi untuk melihat komoditas, negara tujuan, dan pola perdagangan nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Laporan tersebut menempatkan e-commerce sebagai sektor utama dalam ekosistem digital kawasan.

Namun, akses ke platform digital tidak otomatis membuat UMKM siap ekspor. Karena itu, pelatihan perlu mencakup riset pasar, katalog produk, harga ekspor, pengemasan, dan dokumen pendukung.

Bagi masyarakat, pelatihan ekspor digital dapat membuka peluang usaha yang lebih luas. Artinya, pelaku UMKM memiliki jalur belajar yang lebih terstruktur sebelum menargetkan pembeli global.

Baca juga: Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Kebijakan Vokasi Mendukung Daya Saing

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, penguatan UMKM juga terkait dengan agenda peningkatan produktivitas dan akses pasar. Dengan kata lain, pelatihan harus menjawab kebutuhan praktik, bukan hanya pemahaman umum.

Dalam pelatihan ekspor digital, peserta perlu memahami promosi lintas platform dan korespondensi bisnis. Kemudian, peserta juga perlu belajar membaca permintaan pembeli, syarat pengiriman, dan risiko transaksi.

Pada saat yang sama, pendampingan pascapelatihan penting untuk menjaga konsistensi. UMKM membutuhkan evaluasi produk, materi promosi, dan kesiapan administrasi secara berkala.

Ke depan, peluang ekspor UMKM akan makin dipengaruhi kemampuan digital dan ketertiban proses bisnis. Oleh sebab itu, pelatihan ekspor digital menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin go global.

Pemasaran Digital untuk UMKM Lebih Kompetitif Global

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pemasaran digital untuk UMKM lebih kompetitif global menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan pola bisnis yang semakin berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga dituntut mampu menjangkau konsumen lintas daerah hingga pasar internasional.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam promosi produk, pengelolaan pelanggan, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Baca Juga: Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada belanja online membuat strategi pemasaran digital menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha.

Strategi Digital Tingkatkan Daya Saing

Pemasaran digital mencakup promosi melalui media sosial, marketplace, iklan berbayar, optimasi mesin pencari, hingga pembuatan konten yang menarik. Strategi ini membantu UMKM membangun brand, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar secara lebih efisien.

Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. E-commerce menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut, termasuk bagi usaha kecil yang memanfaatkan kanal digital untuk penjualan.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa literasi digital dan adopsi teknologi berkontribusi pada produktivitas usaha kecil. UMKM yang mampu mengelola pemasaran digital dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Bagi masyarakat, penguatan pemasaran digital UMKM membuka peluang peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Produk lokal yang dipasarkan secara profesional juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk pasar nasional maupun global.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, onboarding marketplace, dan pendampingan usaha berbasis teknologi. Tren ekonomi modern menunjukkan bahwa pemasaran digital bukan lagi pelengkap, tetapi strategi utama agar UMKM mampu naik kelas dan bersaing secara global.

Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Tangerang, 12 Mei 2026 — Manajemen marketplace jadi kunci sukses UMKM digital di tengah persaingan bisnis yang semakin bergeser ke platform daring. Pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut hadir di marketplace, tetapi juga harus mampu mengelola toko digital secara efektif agar penjualan dapat tumbuh berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan marketplace secara optimal karena masih terbatasnya literasi digital dan strategi pemasaran berbasis data.

Baca Juga: Pelatihan Digital Bisnis untuk Tingkatkan Skill UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen. Belanja online kini menjadi kebiasaan baru masyarakat, sehingga kehadiran UMKM di marketplace menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing usaha.

Strategi Penting dalam Manajemen Marketplace

Manajemen marketplace adalah proses mengelola seluruh aktivitas penjualan di platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga marketplace ekspor agar bisnis berjalan efektif dan menghasilkan penjualan yang stabil.

Pertama, pengelolaan katalog produk harus diperhatikan. Foto produk harus menarik, deskripsi jelas, kata kunci relevan, serta informasi harga dan stok selalu diperbarui agar produk mudah ditemukan konsumen.

Kedua, strategi promosi juga sangat penting. Voucher, diskon, bundling, flash sale, dan iklan berbayar dapat membantu meningkatkan traffic dan conversion rate. Promo yang tepat membuat produk lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

Selain itu, pelayanan pelanggan harus responsif. Penanganan chat, komplain, rating, dan ulasan sangat memengaruhi kepercayaan konsumen. Pengelolaan logistik dan pengiriman juga harus tepat waktu agar performa toko tetap baik.

Dukungan Pemerintah dan Peluang UMKM

Marketplace menyediakan dashboard performa seperti jumlah kunjungan, tingkat konversi, dan produk terlaris. Data ini membantu pelaku usaha menentukan strategi bisnis berikutnya secara lebih efektif.

Pemerintah melalui program transformasi digital UMKM terus mendorong pelatihan pengelolaan marketplace dan onboarding platform digital. Oleh karena itu, manajemen marketplace kini menjadi fondasi utama agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digital.

Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Tangerang, 7 Mei 2026 – Skill copywriter dibutuhkan untuk strategi digital marketing karena komunikasi pemasaran kini semakin bergantung pada konten yang tepat sasaran. Kemampuan menulis yang persuasif menjadi bagian penting dalam membangun branding, meningkatkan interaksi pelanggan, serta mendorong keputusan pembelian di berbagai platform digital.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi aktivitas bisnis nasional, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu menyusun pesan pemasaran efektif untuk media sosial, marketplace, website, hingga kampanye iklan digital.

Baca Juga: Skill Digital dan AI Jadi Kunci Kompetensi Kerja Masa Kini

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan keterampilan digital melalui berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan kompetensi kerja. Bidang content marketing, digital marketing, dan copywriting menjadi bagian dari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Bank Dunia menilai keterampilan komunikasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Kemampuan menyampaikan pesan yang efektif melalui platform digital membantu bisnis memperluas pasar dan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen.

Bagi masyarakat, profesi copywriter membuka peluang kerja baru di sektor digital yang terus berkembang. Tidak hanya di perusahaan besar, UMKM juga membutuhkan copywriter untuk memperkuat promosi produk, membangun identitas merek, dan meningkatkan penjualan melalui pemasaran digital.

Selain itu, skill copywriter membantu bisnis menyampaikan pesan pemasaran dengan lebih efektif. Konten yang jelas dan persuasif mampu menarik perhatian konsumen lebih cepat. Hal ini penting untuk meningkatkan interaksi dan keputusan pembelian.

Di sisi lain, media sosial dan marketplace membutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Setiap platform memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, kemampuan copywriting menjadi bagian penting dalam digital marketing modern.

Selanjutnya, pelatihan copywriting juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun UMKM. Dengan keterampilan yang tepat, copywriter dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis digital.

Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Tangerang, 10 April 2026 — Pentingnya upgrade skill di era digital semakin krusial saat ini. Perubahan teknologi berlangsung cepat dan berdampak langsung pada kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi di berbagai sektor. Akibatnya, pekerjaan yang bersifat rutin mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi. Oleh karena itu, tenaga kerja dituntut terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan mengalami perubahan seiring pertumbuhan sektor digital. Dengan demikian, kebutuhan skill baru pun terus meningkat.

Baca juga: Menemukan Ruang Belajar Soft Skill di Balik Layar CapCut

Perubahan Kebutuhan Skill dan Dunia Kerja

Upgrade skill menjadi penting karena industri kini membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis. Namun, tidak semua tenaga kerja siap menghadapi perubahan ini. Keterbatasan akses pelatihan menjadi hambatan utama.

Di sisi lain, laporan World Bank menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berkontribusi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan SDM menjadi prioritas utama.

Selain itu, laporan Google-Temasek tentang ekonomi digital Asia Tenggara menegaskan bahwa permintaan talenta digital terus meningkat. Peningkatan ini terutama terjadi di bidang teknologi dan pemasaran digital. Sementara itu, kemampuan seperti analisis data, komunikasi, dan adaptasi teknologi semakin penting. Pekerjaan masa depan menuntut fleksibilitas yang tinggi.

Baca juga: Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Dampak dan Strategi Pengembangan SDM

Upgrade skill memberikan dampak langsung terhadap peluang karier. Individu dengan keterampilan terbaru lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Selain itu, peningkatan skill membuka peluang untuk berpindah sektor pekerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi dan digital. Program ini bertujuan menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai berinvestasi dalam pelatihan karyawan. Hasilnya, produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan. Sementara itu, kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM.

Ke depan, tren global menunjukkan bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu, upgrade skill bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan, ini sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menghadapi dinamika dunia kerja digital.

Tren Digital Marketing 2026: Strategi Baru di Era AI dan Data

Tren digital marketing 2026 menunjukkan perubahan signifikan menuju pemanfaatan kecerdasan buatan dan pengolahan data dalam strategi pemasaran. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin digital dan terhubung lintas platform.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penggunaan internet di Indonesia terus meningkat berdasarkan laporan resmi, seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional. Laporan pemerintah juga menunjukkan bahwa pelaku usaha, termasuk UMKM, semakin mengandalkan platform digital untuk pemasaran dan distribusi produk.

Baca Juga: Cara Cepat Upgrade Skill Digital untuk Pemula Tanpa Ribet

Selain itu, laporan Google-Temasek mencatat aktivitas ekonomi digital di Asia Tenggara terus berkembang, mendorong pelaku usaha mengadopsi strategi berbasis data. Dalam praktiknya, tren digital marketing 2026 ditandai oleh penggunaan kecerdasan buatan untuk analisis perilaku konsumen, pembuatan konten otomatis, serta optimalisasi kampanye pemasaran.

Personalisasi juga menjadi bagian penting, di mana konten disesuaikan dengan preferensi individu. Di sisi lain, konten video pendek tetap dominan karena mudah diakses dan memiliki tingkat keterlibatan tinggi. Perubahan juga terlihat pada pola pencarian informasi yang kini meluas ke media sosial dan platform berbasis teknologi baru.

Secara global, World Bank menyebutkan bahwa transformasi digital berperan dalam meningkatkan efisiensi ekonomi dan daya saing bisnis. Integrasi teknologi dan data menjadi fondasi dalam strategi pemasaran modern di berbagai negara.

Baca Juga: Cara Cepat Upgrade Skill Digital untuk Pemula Tanpa Ribet

Perubahan ini berdampak pada masyarakat, terutama dalam cara mengakses informasi dan berinteraksi dengan produk. Konsumen menerima konten yang lebih relevan, sehingga mendorong kebutuhan akan transparansi dan kualitas komunikasi dari pelaku usaha.

Pemerintah Indonesia melalui program transformasi digital mendorong adopsi teknologi di sektor usaha. Ke depan, tren digital marketing diperkirakan terus berkembang, dengan integrasi AI, data, dan strategi multikanal sebagai faktor utama dalam menjaga daya saing bisnis.

 

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL (SERTIFIKASI BNSP – SKKNI) UNTUK WANITA TERDAMPAK PHK DI KOTA TANGERANG

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GETI telah menggelar Pelatihan Pemasaran Digital (Sertifikasi BNSP – SKKNI) untuk wanita terdampak PHK di Kota Tangerang pada 17 – 22 Desember 2020.  Program ini merupakan hasil kerja sama antara LPK GETI, Disnaker Kota Tangerang, Yayasan Daya Unggul Tunas Bangsa serta disponsori oleh Telkom Indonesia.

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK PEMBERDAYAAN

Pelatihan pemasaran digital ini diadakan guna memberdayakan seluruh perempuan – terlebih yang terkena PHK karena wabah COVID-19. Tidak hanya membuat para perempuan ini berdaya, tapi juga membangun kompetensi baru (digital) yang tentu akan sangat dibutuhkan di tahun-tahun mendatang.

Selama periode pelatihan, 29 peserta diberi kompetensi mulai dari menentukan model bisnis daring (e-buseiness), menentukan aplikasi perdagangan daring (e-commerce), menambah pelanggan ritel daring, memberdayakan media sosial untuk menarik pelanggan ritel, hingga melakukan aktivitas pemasaran digital untuk bisnis ritel.

TESTIMONI PELATIHAN

Sindi Febriani, selaku salah satu peserta pelatihan ini mengaku sangat senang dan besyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, ia mengaku jadi bisa banyak belajar mulai dari mengerti lebih jauh tentang marketplace hingga bagaimana cara menjadi seller online.

“Harapan saya Geti bisa mengadakan pelatihan lagi, terutama mereka yang terkena PHK. Semoga seluruh Ibu-Ibu yang terkena PHK juga semakin terbantu dalam mengembangkan bisnisnya,” Ujar Sindi.

Selain itu, komentar positif juga dilontarkan oleh Halimatusa’diyah yang mengatakan bahwa pelatihan ini sangat terstruktur dan memberikan banyak ilmu baru.

“Terima kasih untuk Geti, berkat pelatihan ini aku bisa dapat ilmu baru, teman baru, dan guru baru. Semoga setelah ini aku bisa terus menjalankan bisnis. Saya juga berharap Geti terus mengadakan acara ini agar lebih banyak wanita yang terkena PHK bisa terbantu,” tutup Halima.

Dengan diselenggarakannya acara ini, Geti berharap seluruh perempuan yang terdampak PHK bisa kembali berjuang dengan cara yang berbeda. Tidak hanya itu, tapi juga bisa bersaing di tengah era digital saat ini.