Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Tangerang, 10 April 2026 — Pentingnya upgrade skill di era digital semakin krusial saat ini. Perubahan teknologi berlangsung cepat dan berdampak langsung pada kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi di berbagai sektor. Akibatnya, pekerjaan yang bersifat rutin mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi. Oleh karena itu, tenaga kerja dituntut terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan mengalami perubahan seiring pertumbuhan sektor digital. Dengan demikian, kebutuhan skill baru pun terus meningkat.

Baca juga: Menemukan Ruang Belajar Soft Skill di Balik Layar CapCut

Perubahan Kebutuhan Skill dan Dunia Kerja

Upgrade skill menjadi penting karena industri kini membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis. Namun, tidak semua tenaga kerja siap menghadapi perubahan ini. Keterbatasan akses pelatihan menjadi hambatan utama.

Di sisi lain, laporan World Bank menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berkontribusi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan SDM menjadi prioritas utama.

Selain itu, laporan Google-Temasek tentang ekonomi digital Asia Tenggara menegaskan bahwa permintaan talenta digital terus meningkat. Peningkatan ini terutama terjadi di bidang teknologi dan pemasaran digital. Sementara itu, kemampuan seperti analisis data, komunikasi, dan adaptasi teknologi semakin penting. Pekerjaan masa depan menuntut fleksibilitas yang tinggi.

Baca juga: Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Dampak dan Strategi Pengembangan SDM

Upgrade skill memberikan dampak langsung terhadap peluang karier. Individu dengan keterampilan terbaru lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Selain itu, peningkatan skill membuka peluang untuk berpindah sektor pekerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi dan digital. Program ini bertujuan menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai berinvestasi dalam pelatihan karyawan. Hasilnya, produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan. Sementara itu, kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM.

Ke depan, tren global menunjukkan bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu, upgrade skill bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan, ini sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menghadapi dinamika dunia kerja digital.

Tren Digital Marketing 2026: Strategi Baru di Era AI dan Data

Tren digital marketing 2026 menunjukkan perubahan signifikan menuju pemanfaatan kecerdasan buatan dan pengolahan data dalam strategi pemasaran. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin digital dan terhubung lintas platform.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penggunaan internet di Indonesia terus meningkat berdasarkan laporan resmi, seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional. Laporan pemerintah juga menunjukkan bahwa pelaku usaha, termasuk UMKM, semakin mengandalkan platform digital untuk pemasaran dan distribusi produk.

Baca Juga: Cara Cepat Upgrade Skill Digital untuk Pemula Tanpa Ribet

Selain itu, laporan Google-Temasek mencatat aktivitas ekonomi digital di Asia Tenggara terus berkembang, mendorong pelaku usaha mengadopsi strategi berbasis data. Dalam praktiknya, tren digital marketing 2026 ditandai oleh penggunaan kecerdasan buatan untuk analisis perilaku konsumen, pembuatan konten otomatis, serta optimalisasi kampanye pemasaran.

Personalisasi juga menjadi bagian penting, di mana konten disesuaikan dengan preferensi individu. Di sisi lain, konten video pendek tetap dominan karena mudah diakses dan memiliki tingkat keterlibatan tinggi. Perubahan juga terlihat pada pola pencarian informasi yang kini meluas ke media sosial dan platform berbasis teknologi baru.

Secara global, World Bank menyebutkan bahwa transformasi digital berperan dalam meningkatkan efisiensi ekonomi dan daya saing bisnis. Integrasi teknologi dan data menjadi fondasi dalam strategi pemasaran modern di berbagai negara.

Baca Juga: Cara Cepat Upgrade Skill Digital untuk Pemula Tanpa Ribet

Perubahan ini berdampak pada masyarakat, terutama dalam cara mengakses informasi dan berinteraksi dengan produk. Konsumen menerima konten yang lebih relevan, sehingga mendorong kebutuhan akan transparansi dan kualitas komunikasi dari pelaku usaha.

Pemerintah Indonesia melalui program transformasi digital mendorong adopsi teknologi di sektor usaha. Ke depan, tren digital marketing diperkirakan terus berkembang, dengan integrasi AI, data, dan strategi multikanal sebagai faktor utama dalam menjaga daya saing bisnis.

 

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL (SERTIFIKASI BNSP – SKKNI) UNTUK WANITA TERDAMPAK PHK DI KOTA TANGERANG

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GETI telah menggelar Pelatihan Pemasaran Digital (Sertifikasi BNSP – SKKNI) untuk wanita terdampak PHK di Kota Tangerang pada 17 – 22 Desember 2020.  Program ini merupakan hasil kerja sama antara LPK GETI, Disnaker Kota Tangerang, Yayasan Daya Unggul Tunas Bangsa serta disponsori oleh Telkom Indonesia.

PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK PEMBERDAYAAN

Pelatihan pemasaran digital ini diadakan guna memberdayakan seluruh perempuan – terlebih yang terkena PHK karena wabah COVID-19. Tidak hanya membuat para perempuan ini berdaya, tapi juga membangun kompetensi baru (digital) yang tentu akan sangat dibutuhkan di tahun-tahun mendatang.

Selama periode pelatihan, 29 peserta diberi kompetensi mulai dari menentukan model bisnis daring (e-buseiness), menentukan aplikasi perdagangan daring (e-commerce), menambah pelanggan ritel daring, memberdayakan media sosial untuk menarik pelanggan ritel, hingga melakukan aktivitas pemasaran digital untuk bisnis ritel.

TESTIMONI PELATIHAN

Sindi Febriani, selaku salah satu peserta pelatihan ini mengaku sangat senang dan besyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, ia mengaku jadi bisa banyak belajar mulai dari mengerti lebih jauh tentang marketplace hingga bagaimana cara menjadi seller online.

“Harapan saya Geti bisa mengadakan pelatihan lagi, terutama mereka yang terkena PHK. Semoga seluruh Ibu-Ibu yang terkena PHK juga semakin terbantu dalam mengembangkan bisnisnya,” Ujar Sindi.

Selain itu, komentar positif juga dilontarkan oleh Halimatusa’diyah yang mengatakan bahwa pelatihan ini sangat terstruktur dan memberikan banyak ilmu baru.

“Terima kasih untuk Geti, berkat pelatihan ini aku bisa dapat ilmu baru, teman baru, dan guru baru. Semoga setelah ini aku bisa terus menjalankan bisnis. Saya juga berharap Geti terus mengadakan acara ini agar lebih banyak wanita yang terkena PHK bisa terbantu,” tutup Halima.

Dengan diselenggarakannya acara ini, Geti berharap seluruh perempuan yang terdampak PHK bisa kembali berjuang dengan cara yang berbeda. Tidak hanya itu, tapi juga bisa bersaing di tengah era digital saat ini.