Tangerang, 19 Mei 2026 — GETI: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Profesional menjadi program penguatan keterampilan bagi calon pekerja dan pelaku usaha.
Program ini berfokus pada kemampuan merancang konten, membaca data kampanye, dan memahami perilaku konsumen digital. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal kanal promosi, tetapi juga proses kerja pemasaran.
Kebutuhan pelatihan meningkat karena aktivitas ekonomi makin bergeser ke ruang digital. Selain itu, perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengelola pemasaran berbasis data.
Baca juga: Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM
Digitalisasi Membuka Kebutuhan Baru
Badan Pusat Statistik melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023 mencatat perkembangan internet dari sisi penyelenggara dan pengguna. Data tersebut menunjukkan akses digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat.
Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan ekonomi digital Asia Tenggara dalam fase pertumbuhan. Laporan itu juga menyoroti peran e-commerce sebagai sektor utama kawasan.
Namun, akses internet saja tidak cukup untuk membangun karier digital. Karena itu, pelatihan perlu diarahkan pada keterampilan teknis, strategi kampanye, dan evaluasi performa.
Bagi masyarakat, pelatihan digital marketing dapat membuka jalur kerja yang lebih fleksibel. Artinya, peserta dapat masuk ke bidang pemasaran, penjualan daring, konten, atau pengelolaan media sosial.
Baca juga: Pelatihan Digital: Kunci Utama Perkembangan Karir
Vokasi Digital Perlu Terukur
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, pelatihan yang terstruktur membantu peserta memahami proses kerja industri. Dengan kata lain, materi tidak berhenti pada teori, tetapi diarahkan pada praktik dan bukti hasil.
Dalam konteks GETI, pelatihan digital marketing dapat menjadi bekal sebelum peserta mengambil sertifikasi kompetensi. Kemudian, portofolio kampanye dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan secara lebih konkret.
Konkretnya, peserta perlu memahami target audiens, pesan promosi, kalender konten, metrik iklan, dan pelaporan sederhana. Keterampilan ini membantu proses kerja pemasaran berjalan lebih tertib.
Ke depan, kebutuhan profesional pemasaran digital diperkirakan tetap mengikuti pertumbuhan platform dan transaksi daring. Oleh sebab itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi fondasi penting bagi karier yang lebih adaptif.


