LPK GETI Jadi Pilihan Pelatihan Kerja Digital di Tangerang

Tangerang, 4 Mei 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GETI semakin diminati sebagai pusat pelatihan keterampilan digital di Tangerang, menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di era ekonomi berbasis teknologi.

LPK GETI menawarkan berbagai program pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri digital saat ini. Program tersebut mencakup pemasaran daring, pengelolaan toko e-commerce, hingga keterampilan konten kreatif. Dengan demikian, peserta memperoleh bekal kompetensi yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

Selain itu, seluruh program pelatihan di LPK GETI terintegrasi dengan skema sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh peserta diakui secara nasional. Oleh sebab itu, lulusan LPK GETI memiliki keunggulan kompetitif dalam proses rekrutmen industri.

Baca juga: AI dan Skill Digital Jadi Senjata Generasi Siap Kerja

Program Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri Digital

Kurikulum LPK GETI disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang teknologi informasi dan pemasaran digital. Sementara itu, materi pelatihan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan platform dan tren industri. Pendekatan ini memastikan relevansi program dengan kondisi pasar kerja yang dinamis.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor ekonomi digital terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja digital dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Karena itu, lembaga pelatihan seperti LPK GETI memainkan peran strategis dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.

Baca juga: 8 Kemampuan Berpikir Kritis yang Wajib Dimiliki Gen Z untuk Menghadapi Banjir Informasi 2026

Akses Pelatihan yang Terbuka dan Terjangkau

LPK GETI membuka pelatihan bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pencari kerja, hingga pelaku usaha mikro yang ingin mengembangkan bisnis secara daring. Selain itu, tersedia pilihan pelatihan daring maupun luring sesuai kebutuhan dan kondisi peserta. Namun demikian, standar kompetensi yang diterapkan tetap seragam di kedua metode tersebut.

Lebih lanjut, LPK GETI berlokasi strategis di Tangerang dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di wilayah Banten dan sekitar Jakarta. Dukungan infrastruktur pelatihan yang memadai turut menunjang kualitas proses pembelajaran. Dengan kata lain, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang terstruktur dan berorientasi pada hasil nyata.

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dicatat dalam laporan Bank Indonesia, permintaan terhadap tenaga kerja berkompetensi digital diperkirakan terus meningkat dalam jangka menengah, menjadikan LPK GETI sebagai pilihan strategis bagi masyarakat di Tangerang yang ingin mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja masa depan.

Tingkatkan Kompetensi Digital Anda Bersama LPK GETI

Tangerang, 30 April 2026 — LPK GETI resmi menghadirkan program peningkatan kompetensi digital bagi masyarakat umum, konten kreator, dan tenaga profesional yang ingin bersaing di era ekonomi digital.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan akses uji kompetensi melalui skema sertifikasi resmi BNSP. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki dapat diakui secara nasional dan terverifikasi oleh lembaga berwenang.

Industri digital Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, transformasi digital menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang mendorong permintaan tenaga kerja terampil di sektor ini.

Baca juga: Hanya Butuh 5 Skill Ini untuk Menaklukkan Dunia Kerja Digital Tahun 2026

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Industri

LPK GETI menyediakan berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Di antaranya adalah pelatihan produksi konten digital, pengelolaan media sosial, dan strategi pemasaran berbasis platform. Selain itu, tersedia pula program khusus bagi calon instruktur dan tenaga pendidik vokasi.

Setiap program dirancang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Oleh sebab itu, kurikulum yang digunakan selaras dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, lulusan lebih siap memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Secara global, kebutuhan tenaga digital terampil terus meningkat. Berdasarkan laporan World Economic Forum, lebih dari separuh pekerjaan di masa depan membutuhkan kecakapan digital sebagai kompetensi dasar.

Baca juga: LPK GETI Pusat Pelatihan Digital Terbaik untuk Pemula

Sertifikasi BNSP sebagai Bukti Kompetensi Resmi

LPK GETI telah memiliki lisensi sebagai LSP P1, sehingga berwenang menyelenggarakan uji kompetensi secara langsung. Karena itu, peserta tidak perlu mencari lembaga sertifikasi terpisah setelah menyelesaikan pelatihan. Proses dari pelatihan hingga sertifikasi dapat ditempuh dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Sertifikat BNSP yang diterbitkan berlaku secara nasional dan diakui oleh berbagai industri. Namun demikian, peserta tetap diwajibkan memenuhi seluruh unit kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema yang dipilih. Sementara itu, pemerintah terus mendorong perluasan program sertifikasi vokasi sebagai bagian dari kebijakan pengembangan SDM nasional.

Ke depan, LPK GETI berencana memperluas jangkauan program melalui skema pelatihan daring. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah dapat mengakses layanan peningkatan kompetensi digital tanpa hambatan geografis, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia yang terus menguat.

LPK GETI Pusat Pelatihan Digital Terbaik untuk Pemula

Tangerang, 29 April 2026 — LPK GETI hadir sebagai pusat pelatihan digital terbaik yang dirancang khusus untuk membekali pemula dengan keterampilan praktis di era ekonomi digital.

Lembaga ini menawarkan program pelatihan yang terstruktur dan mudah diikuti. Selain itu, kurikulum yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang pesat di Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, penetrasi internet di Indonesia terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kebutuhan akan tenaga terampil di bidang digital semakin tinggi dan mendesak untuk dipenuhi.

Baca juga: Belajar Skill Digital Profesional dan Terstruktur di GETI Incubator

Kurikulum Praktis Berbasis Kebutuhan Industri

LPK GETI merancang program pelatihannya dengan pendekatan berbasis kompetensi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang relevan dengan dunia kerja.

Program yang tersedia mencakup berbagai bidang, antara lain desain grafis, pemasaran digital, hingga pengembangan konten kreatif. Sementara itu, metode pembelajaran yang digunakan menggabungkan sesi daring dan luring untuk memaksimalkan pemahaman peserta.

Menurut laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, investasi dalam pelatihan digital sejak dini menjadi langkah strategis bagi angkatan kerja muda Indonesia.

Akses Terbuka bagi Pemula Tanpa Syarat Ketat

LPK GETI membuka pendaftaran bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan di dunia digital. Bahkan, peserta tanpa latar belakang teknologi sekalipun dapat mengikuti program ini berkat pendekatan pembelajaran yang ramah pemula.

Baca juga: UpSkill Digital untuk Meningkatkan Peluang Karier Modern

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan akses pelatihan vokasi berbasis digital. Dengan demikian, kehadiran LPK GETI sejalan dengan agenda nasional dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing.

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), permintaan tenaga kerja digital di Indonesia diperkirakan terus meningkat dalam satu dekade mendatang. Hal ini menjadikan pelatihan digital di LPK GETI sebagai investasi nyata bagi masa depan para pemula yang ingin berkembang di sektor ekonomi digital.

LPK GETI Solusi Edukasi Digital untuk Generasi Muda Hadapi Tantangan Industri 4.0

Tangerang, 27 April 2026 — LPK GETI resmi hadir sebagai lembaga pelatihan kerja yang berfokus pada edukasi digital bagi generasi muda Indonesia. Program ini diluncurkan karena kesenjangan keterampilan digital masih menjadi hambatan utama bagi anak muda dalam memasuki dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di kalangan usia produktif masih menjadi perhatian serius pemerintah. Namun demikian, banyak lowongan kerja di sektor digital justru sulit terisi karena minimnya tenaga terampil yang sesuai kebutuhan industri. Karena itu, lembaga pelatihan berbasis kompetensi digital seperti LPK GETI menjadi solusi yang semakin relevan.

Di sisi lain, laporan Google-Temasek-Bain tentang ekonomi digital Asia Tenggara mencatat bahwa Indonesia merupakan pasar digital terbesar di kawasan. Dengan demikian, kebutuhan akan tenaga kerja yang melek digital terus meningkat pesat, sementara pasokan SDM terampil belum sepenuhnya mencukupi permintaan industri.

Baca juga: Kuasai Skill Digital Masa Depan, Mulai dari LPK GETI

Kurikulum Digital yang Relevan dengan Kebutuhan Industri

LPK GETI merancang kurikulum pelatihan yang mengacu langsung pada kebutuhan industri digital saat ini. Program yang tersedia mencakup literasi digital dasar, pemasaran digital, pengelolaan konten, hingga keterampilan teknis berbasis data. Selain itu, setiap modul disusun agar dapat diselesaikan secara fleksibel oleh peserta yang masih berstatus pelajar maupun pencari kerja.

Sementara itu, metode pembelajaran LPK GETI menggabungkan pendekatan teori dan praktik secara proporsional. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mengerjakan proyek nyata sesuai standar industri. Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan siap kerja sejak hari pertama bergabung dengan perusahaan.

Dampak pelatihan digital terhadap prospek karier generasi muda cukup signifikan. Meski demikian, manfaat terbesar dirasakan oleh peserta yang konsisten mengikuti seluruh tahapan program hingga selesai. Di sisi lain, sertifikat kompetensi yang diterbitkan turut memperkuat posisi peserta saat melamar pekerjaan di perusahaan berbasis teknologi.

Baca juga: Pelatihan Digital GETI Untuk Tingkatkan Skill Online

Dukungan Kebijakan Pemerintah untuk Pelatihan Digital Generasi Muda

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan akses pelatihan vokasi dan digital bagi angkatan kerja muda. LPK GETI hadir selaras dengan arah kebijakan tersebut. Meski demikian, pemerataan akses pelatihan digital di luar Pulau Jawa masih menjadi tantangan yang perlu diatasi secara sistematis.

Selain itu, program Kartu Prakerja yang dikelola pemerintah turut memperluas ekosistem pelatihan kerja berbasis digital di Indonesia. Keberadaan lembaga seperti LPK GETI memperkaya pilihan pelatihan yang tersedia bagi peserta program tersebut. Sehingga, sinergi antara kebijakan publik dan lembaga pelatihan swasta menjadi kunci percepatan transformasi SDM digital nasional.

Berdasarkan proyeksi lembaga riset ketenagakerjaan terkait, permintaan terhadap tenaga kerja berkompetensi digital diperkirakan terus tumbuh dalam lima tahun ke depan. Tren ini sejalan dengan akselerasi transformasi digital di berbagai sektor industri nasional. Karena itu, langkah generasi muda yang memilih pelatihan di LPK GETI merupakan investasi kompetensi yang strategis untuk masa depan karier mereka.

Kuasai Skill Digital Masa Depan, Mulai dari LPK GETI

Tangerang, 25 April 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GETI hadir sebagai pusat pengembangan kompetensi digital yang dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan industri masa depan, mulai dari kecerdasan buatan hingga pengelolaan sistem bisnis berbasis teknologi.

LPK GETI menawarkan program pelatihan terstruktur di bidang teknologi informasi dan digitalisasi bisnis. Selain itu, lembaga ini beroperasi di bawah pengawasan Dinas Ketenagakerjaan setempat, sehingga program yang diselenggarakan memenuhi standar pelatihan kerja yang berlaku secara resmi.

Kebutuhan tenaga kerja digital di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kesenjangan kompetensi digital masih menjadi tantangan utama dalam penyerapan tenaga kerja di sektor teknologi. Karena itu, kehadiran lembaga pelatihan yang fokus pada skill digital menjadi semakin relevan.

Baca juga: Pelatihan Digital Marketing untuk Pemula hingga Mahir Jadi Kunci Karier di Era Digital

Program Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

LPK GETI merancang kurikulum pelatihannya sesuai dengan kebutuhan nyata industri saat ini. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja. Program unggulan mencakup bidang seperti ERP, digital marketing, hingga pengembangan aplikasi berbasis cloud.

Di sisi lain, tren global menunjukkan bahwa permintaan terhadap talenta digital terus melonjak. Menurut laporan Google-Temasek dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA, ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan bertumbuh signifikan. Indonesia menjadi salah satu pasar dengan potensi terbesar di kawasan ini.

Sementara itu, dampak pelatihan digital terhadap produktivitas tenaga kerja cukup nyata. Individu yang memiliki sertifikasi dan kompetensi digital terstandar cenderung lebih mudah terserap pasar kerja. Namun, akses terhadap pelatihan berkualitas masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Pelatihan Digital GETI Untuk Tingkatkan Skill Online

Langkah Strategis Menuju Karier Digital

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong penguatan ekosistem pelatihan kerja berbasis kompetensi. Kebijakan ini sejalan dengan program Kartu Prakerja yang menargetkan peningkatan keterampilan digital masyarakat secara luas. Meski demikian, peran lembaga swasta seperti LPK GETI tetap krusial dalam memperluas jangkauan pelatihan.

Karena itu, LPK GETI memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi individu yang ingin meningkatkan daya saing di era digital. Program yang ditawarkan dirancang fleksibel, sehingga dapat diakses oleh fresh graduate maupun profesional yang ingin beralih karier. Dengan demikian, hambatan masuk ke dunia digital semakin dapat diminimalkan.

Seiring meningkatnya adopsi teknologi di berbagai sektor industri, permintaan terhadap tenaga kerja berkompetensi digital diperkirakan akan terus tumbuh. LPK GETI hadir sebagai salah satu jawaban konkret atas kebutuhan tersebut, khususnya bagi masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Pelatihan Skill Digital Untuk Siap Kerja Era Modern

Tangerang, 14 April 2026 — Pelatihan skill digital untuk siap kerja era modern menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan pola kerja akibat transformasi teknologi. Program ini dirancang untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Perkembangan teknologi mendorong perubahan jenis pekerjaan, sehingga keterampilan digital menjadi syarat utama dalam berbagai sektor. Oleh karena itu, pelatihan berbasis praktik menjadi pendekatan yang dinilai efektif untuk mempercepat kesiapan kerja.

Kebutuhan Skill Digital dan Tantangan SDM

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja terus meningkat, namun kualitas keterampilan masih menjadi tantangan. Karena itu, pelatihan skill digital menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Selain itu, laporan World Bank menekankan pentingnya peningkatan keterampilan digital untuk menghadapi perubahan pasar kerja global. Dengan demikian, tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi memiliki peluang lebih besar untuk terserap industri.

Baca juga: Kompetensi Profesional: Fondasi Karier di Era Digital dan Global

Pelatihan skill digital umumnya mencakup pemasaran digital, analisis data, serta penggunaan platform teknologi. Sementara itu, metode pembelajaran berbasis praktik membuat peserta lebih cepat memahami implementasi di dunia kerja.

Di sisi lain, kebutuhan industri terhadap talenta digital terus meningkat, sehingga pelatihan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Oleh karena itu, program ini berperan penting dalam mengurangi kesenjangan keterampilan.

Dampak Ekonomi dan Dukungan Kebijakan

Pelatihan skill digital berdampak pada peningkatan peluang kerja, karena peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, produktivitas tenaga kerja juga meningkat secara signifikan.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah, penguatan SDM digital menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional. Karena itu, berbagai program pelatihan dan literasi digital terus dikembangkan.

Baca juga: Pelatihan UMKM Digital Untuk Naik Kelas Lebih Cepat

Laporan Google-Temasek menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat, sehingga kebutuhan tenaga kerja digital semakin tinggi. Sementara itu, individu yang memiliki keterampilan digital cenderung lebih kompetitif di pasar kerja.

Selain itu, pelatihan ini juga mendorong lahirnya wirausaha digital baru. Karena itu, dampaknya tidak hanya pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, kebutuhan skill digital diproyeksikan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan industri. Oleh karena itu, pelatihan skill digital untuk siap kerja era modern menjadi bagian penting dalam membangun tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pelatihan Digital yang Wajib Diikuti Anak Muda

Tangerang, 8 April 2026 — Pelatihan digital yang wajib diikuti anak muda semakin relevan di tengah percepatan ekonomi berbasis teknologi. Kebutuhan keterampilan terus berubah dan menuntut adaptasi yang cepat.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), transformasi digital mendorong perubahan struktur tenaga kerja. Akibatnya, permintaan terhadap keterampilan digital terus meningkat. Namun, kesenjangan kompetensi masih terjadi di berbagai wilayah.

Di sisi lain, laporan Google-Temasek tentang ekonomi digital Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tetap kuat. Oleh karena itu, kebutuhan talenta digital terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca juga: Rekomendasi Skill Digital untuk Karier Masa Depan

Jenis Pelatihan Digital yang Dibutuhkan

Pelatihan digital yang wajib diikuti anak muda mencakup keterampilan praktis seperti pemasaran digital dan analisis data. Selain itu, pengelolaan e-commerce juga menjadi pilihan utama karena sektor ini berkembang pesat dan mudah diakses.

Pelatihan coding dasar dan pengembangan aplikasi pun semakin penting. Industri teknologi membutuhkan tenaga kerja yang mampu membangun solusi digital secara mandiri. Sementara itu, pelatihan keamanan siber mulai mendapat perhatian seiring meningkatnya risiko kebocoran data.

Menurut World Bank, peningkatan keterampilan digital berkontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja. Dengan demikian, negara yang berinvestasi dalam pelatihan digital cenderung memiliki daya saing lebih tinggi.

Baca juga: Skill Digital Paling Dicari di Dunia Kerja 2026

Dampak dan Dukungan Kebijakan

Pelatihan digital berdampak langsung pada peningkatan peluang kerja. Individu dengan keterampilan digital lebih mudah terserap di pasar kerja formal maupun informal. Selain itu, kemampuan ini membuka peluang wirausaha berbasis teknologi.

Pemerintah Indonesia mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai program pelatihan berbasis digital. Transformasi digital sendiri telah menjadi bagian dari strategi nasional. Namun, distribusi pelatihan yang merata masih menjadi tantangan.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Tujuannya adalah memastikan pemerataan akses pelatihan digital di seluruh wilayah. Ke depan, digitalisasi yang merambah hampir seluruh sektor ekonomi akan terus mendorong kebutuhan keterampilan digital. Dengan demikian, pelatihan digital menjadi investasi penting bagi anak muda dalam menghadapi perubahan pasar kerja.

LOLOS PRAKERJA GELOMBANG 19? AYO PASANG E-WALLET KAMU SEKARANG!

Pengumuman lolos Prakerja gelombang 19 akan segera disiarkan. Kalau kamu dinyatakan lolos seleksai dan mendapatkan nomor & saldo Kartu Prakerja, segera sambungkan rekeningmu. Pastikan sebelum menyambungkan rekening, akun kamu sudah di-upgrade melalui aplikasi e-wallet atau dompet digital. Namun perlu digarisbawahi bagi peserta yang lolos Prakerja gelombang 19 adalah, tidak mengubah akun e-wallet dalam lima bulan ke depan agar pencairan insentif dapat berjalan lancar.

Untuk diketahui, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 19 telah dibuka pada Kamis, 26 Agustus 2021 dan ditutup pada Minggu, 29 Agustus 2021. Kuota peserta Kartu Prakerja gelombang 19 tersedia adalah 800 ribu orang.

Kalau kamu bingung, berikut ini adalah langkah-langkah upgrade akun e-wallet melalui tempat resmi mitra pembayaran Kartu Prakerja.

LinkAja

– Klik “Akun”, klik “Tipe Akun”, dan klik “Upgrade Full Service”.

– Lengkapi data diri, seperti nama ibu kandung dan NIK KTP.

– Ambil foto sesuai instruksi. Pastikan foto wajah serta KTP dapat terlihat jelas.

OVO

– Klik banner “Upgrade” pada halaman utama aplikasi OVO atau masuk ke menu “Profile”, dan klik menu “Upgrade”.

– Isi semua data sesuai KTP dengan lengkap dan tepat.

– Unggah foto KTP dan swafoto kamu. Pastikan foto wajah dan KTP tidak buram.

GoPay

– Klik “Lainnya” pada menu GoPay, klik “Upgrade ke GoPay Plus”, dan klik “Upgrade Sekarang”.

– Unggah foto KTP dan swafoto kamu. Pastikan dapat terlihat jelas.

– Pilih “Kirim Dokumen”.

Kalau sudah selesai upgrade, kamu berhak mendapatkan saldo Prakerja yang bisa kamu manfaatkan untuk mengikuti pelatihan Prakerja. Kamu bisa memilih Lembaga Pelatihan GeTI Incubator untuk membantu kamu menyelesaikan pelatihan Prakerja dan mendapatkan insentif. Biaya pelatihan juga terjangkau, yakni Rp335.000. Jadi, kamu bisa memanfaatkan sisa saldo untuk melanjutkan meningkatkan kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan pertama.

Di GeTI Incubator, kamu bisa memilih berbagai jenis pelatihan yang menarik dan dibimbing oleh instruktur profesional tersertifikasi BNSP. Kamu juga bisa mengakses materi pelatihan di mana pun & kapan pun, selamanya.

Lalu, bagaimana cara membeli pelatihan Prakerja di GeTI Incubator? Yuk, Ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  1. Masuk ke Akun Prakerja

Masuk ke situs resmi www.prakerja.go.id dan login ke akun Prakerjamu.

  1. Buka Situs Website GeTI Incubator

Selanjutnya, buka website https://online.webdev.geti.id/ dan masuk ke akunmu. Kemudian pilih “Prakerja” pada bar bagian bawah. Jika belum memiliki akun GeTI Incubator, kamu dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Pada saat membuat akun GeTI Incubator, usahakan nama kamu tidak berbeda dengan nama yang ada pada akun Prakerja. Karena jika berbeda, sertifikat kelulusan tidak bisa dilaporkan.

  1. Pilih Kelas

Selanjutnya klik “Pilih Kelas” dan pilih pelatihan yang sesuai dengan keinginanmu.

  1. Pilih Metode Pembayaran dan Mitra Platform Prakerja

Setelah memilih kelas, kamu selanjutnya akan diarahkan ke halaman metode pembayaran. Pada halaman tersebut pilih metode pembayaran dengan menggunakan “Kartu Prakerja”.

Kemudian setelah memilih metode pembayaran, kamu akan dihadapkan pada daftar mitra platform Prakerja GeTI Incubator; ada Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir, Pintaria, Sekolah.mu, dan Tokopedia.

Selesaikan transaksi di mitra platform Prakerja untuk mendapatkan voucher GeTI Incubator untuk kelas yang dipilih.

  1. Pembelian Kelas

Selanjutnya, silakan kamu kembali masuk ke https://online.webdev.geti.id/, lalu gunakan fitur “Cari” untuk mendapatkan kelas yang dipilih. Klik “Pilih Kelas” untuk kelas yang telah dipilih.

Pilih gelombang Prakerjamu, masukkan kode voucher/kupon yang sudah kamu dapatkan dari mitra platform kami. Jika sudah memasukkan kode voucher, silakan kamu klik “Aktifkan Kode Voucher”.

Jika semuanya sudah berhasil, silakan “Jelajahi Modul” untuk masuk ke halaman pelatihan yang telah kamu pilih.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan lulus ujian akhir, silakan berikan penilaian dan komentar di website atau aplikasi mitra platform prakerja tempat pembelian voucher kelas. Selamat belajar, Getters!