GETI Bantu Tingkatkan Kompetensi SDM Siap Kerja

Tangerang, 3 Juni 2026 — GETI membantu meningkatkan kompetensi SDM siap kerja melalui program pelatihan terapan yang diarahkan agar peserta memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai kebutuhan industri.

Kesiapan kerja kini tidak cukup hanya dibuktikan dengan ijazah atau pengalaman umum. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang mampu menunjukkan kompetensi secara lebih jelas, terukur, dan relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Pada periode yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 4,68 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi agar SDM mampu bersaing di pasar kerja.

Pelatihan yang Lebih Terarah

GETI menempatkan pelatihan sebagai bagian dari proses penguatan SDM sebelum memasuki dunia kerja. Materi pembelajaran disusun agar peserta memahami kebutuhan pekerjaan, alur kerja, standar industri, serta kemampuan teknis yang dapat langsung diterapkan.

Baca juga : GETI Perkuat Kualitas SDM Lewat Pelatihan Terapan

Pendekatan ini penting karena banyak peserta pelatihan membutuhkan arahan yang praktis. Mereka tidak hanya perlu memahami teori. Mereka juga perlu terbiasa dengan simulasi kerja, studi kasus, evaluasi keterampilan, dan pembiasaan sikap profesional.

Dengan pola tersebut, peserta memiliki gambaran lebih utuh tentang kompetensi yang harus dikuasai. Selain itu, pelatihan membantu peserta menilai kesiapan diri sebelum mengikuti proses sertifikasi atau masuk ke lingkungan kerja.

Mendorong SDM Siap Bersaing

Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi kerja dilaksanakan untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada berbagai sektor profesi. Dalam ekosistem tersebut, pelatihan berperan sebagai fondasi penting sebelum kompetensi peserta dinilai melalui asesmen.

Baca juga : GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri

GETI berupaya memperkuat hubungan antara pelatihan, kebutuhan industri, dan sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh materi belajar. Mereka juga mendapatkan arah pengembangan kemampuan yang lebih sistematis.

Ke depan, kebutuhan terhadap SDM siap kerja akan terus meningkat. Karena itu, pelatihan yang terarah menjadi modal penting agar tenaga kerja mampu beradaptasi, meningkatkan daya saing, dan mengambil peluang kerja secara lebih percaya diri.

GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Tangerang, 28 Mei 2026 — GETI menjadi mitra pengembangan kompetensi profesional bagi individu, pelaku usaha, dan tenaga kerja yang ingin meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri modern.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja kompeten terus meningkat seiring perubahan dunia usaha. Perusahaan tidak lagi hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan yang dapat dibuktikan melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kompetensi.

GETI menempatkan diri sebagai lembaga yang mendukung peningkatan kapasitas tersebut. Melalui program pengembangan keterampilan, peserta diarahkan untuk memahami kebutuhan kerja, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kompetensi yang relevan dengan dunia profesional.

Baca juga: GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Dukungan untuk Kesiapan Kerja

GETI memiliki program pengembangan SDM dan kesiapan kerja yang ditujukan untuk membantu peserta lebih siap bersaing secara profesional. Program ini mencakup penguatan kompetensi individu, pelatihan future skills, serta pendampingan yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja.

Pendekatan tersebut penting karena kompetensi tidak cukup hanya dipahami sebagai teori. Peserta perlu mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi kerja nyata. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih praktis dan tidak berhenti pada materi kelas.

Selain itu, ekosistem GETI juga berkaitan dengan sertifikasi dan penguatan kompetensi. Dalam konteks ini, sertifikasi dapat menjadi bukti pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai skema yang diujikan.

Baca juga: GETI Bantu Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Pelatihan

Mitra bagi Profesional dan Pelaku Usaha

Peran GETI tidak hanya relevan bagi pencari kerja. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas, terutama dalam aspek digitalisasi, pemasaran, legalitas, dan kesiapan ekspor.

Melalui inkubasi dan pendampingan UMKM, GETI membantu pelaku usaha memahami langkah pengembangan bisnis yang lebih terarah. Hal ini membuat proses peningkatan kompetensi tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada pertumbuhan usaha.

Di sisi lain, sertifikasi kompetensi memiliki posisi penting dalam sistem ketenagakerjaan. Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa sertifikasi bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi seseorang. BNSP juga berperan sebagai lembaga independen yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia.

Karena itu, keberadaan GETI sebagai mitra pengembangan kompetensi profesional menjadi relevan. Peserta dan pelaku usaha membutuhkan proses belajar yang praktis, terarah, dan dapat mendukung daya saing. Dengan penguatan kompetensi yang konsisten, profesional dapat lebih siap masuk industri, naik kelas, dan menghadapi perubahan pasar kerja yang makin cepat.

Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI

Tangerang, 26 Mei 2026 – Pemasaran digital menjadi pilar krusial bagi akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan industri, sertifikasi kompetensi melalui lembaga seperti GETI merupakan instrumen penting bagi pencari kerja. Validasi keterampilan ini bertujuan memastikan kualitas sumber daya manusia sesuai standar pasar global yang dinamis saat ini.

Baca juga – GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Google dan Temasek, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan hingga tahun 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh adopsi teknologi masif di sektor perdagangan. Data resmi menunjukkan perlunya tenaga kerja terampil guna mengelola ekosistem digital yang kian kompleks guna mendukung produktivitas nasional.

World Bank dalam laporan pengembangan keterampilan digital menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci produktivitas di era modern. Lembaga internasional ini menyoroti pentingnya pelatihan vokasi relevan untuk mengatasi kesenjangan keahlian. Sertifikasi diakui secara global sebagai indikator kemampuan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan oleh profesional untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Implementasi standar kompetensi pada pemasaran digital berdampak pada terciptanya efisiensi operasional bagi sektor usaha kecil dan menengah. Masyarakat yang menguasai teknik pemasaran berbasis data memiliki peluang besar memperluas jangkauan pasar secara efektif. Secara logis, hal ini memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan platform niaga elektronik yang lebih terukur.

Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait terus mendorong literasi digital nasional guna mempercepat digitalisasi pelaku usaha. Kebijakan ini mencakup pelatihan teknis serta penyediaan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal. Integrasi kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama dalam mencetak talenta digital kompeten yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Investasi pada pengembangan diri melalui pelatihan terstruktur menjadi langkah antisipatif menghadapi dinamika pasar tenaga kerja. Penguasaan platform digital secara profesional merupakan aset strategis bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang di era keterbukaan informasi ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

Mahasiswa Siap Kerja: Strategi Upskill yang Efektif

Tangerang, 16 April 2026 – Mahasiswa siap kerja menjadi isu penting di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi. Strategi upskill yang efektif dinilai menjadi langkah kunci agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang kompetitif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja dari lulusan pendidikan tinggi terus meningkat. Namun, laporan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa kesenjangan keterampilan masih menjadi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Pelatihan Skill Digital Untuk Siap Kerja Era Modern

Secara global, World Bank dalam berbagai publikasi menyoroti pentingnya penguatan keterampilan digital untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi digital turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi teknologi.

Strategi upskill bagi mahasiswa dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, meningkatkan literasi digital melalui pelatihan dan pembelajaran mandiri. Kedua, mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Ketiga, memahami penggunaan data dalam pengambilan keputusan. Keempat, membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri. Kelima, mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bukti kemampuan profesional.

Dalam praktiknya, berbagai program pelatihan mulai berkembang untuk mendukung kebutuhan tersebut, seperti pembelajaran pemasaran digital, manajemen marketplace, pembuatan konten, hingga desain UI/UX dan pemanfaatan aplikasi bisnis. Program pendampingan UMKM digital dan logistik ekspor juga menjadi bagian dari upaya memperluas kompetensi praktis.

Penerapan strategi tersebut memberikan dampak terhadap kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Individu dengan keterampilan yang relevan cenderung lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.

Pemerintah Indonesia melalui berbagai program telah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing tenaga kerja di era digital.

Ke depan, kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan digital diperkirakan akan terus meningkat. Berdasarkan laporan resmi sejumlah lembaga, strategi upskill yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja modern.

Skill Digital yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja 2026

Tangerang, 30 Maret 2026 – Skill digital menjadi kebutuhan utama di dunia kerja 2026. Hal ini terjadi karena transformasi teknologi makin cepat di berbagai sektor industri.

Saat ini, kemampuan digital tidak hanya dibutuhkan pekerja teknologi. Sektor bisnis, administrasi, pendidikan, keuangan, dan layanan publik juga membutuhkan keterampilan tersebut.

Data nasional dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi digital ikut meningkat.

Baca juga: Capaian Ekonomi Pemerintahan Prabowo Gibran Bukti Stabilitas Nasional

Selain itu, laporan pemerintah juga menekankan pentingnya literasi digital, pengolahan data, serta kemampuan menggunakan platform digital sebagai bagian dari kesiapan tenaga kerja nasional. Oleh karena itu, pekerja perlu mulai menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Skill Digital Jadi Syarat Penting

Secara global, World Bank dalam laporan pengembangan sumber daya manusia menyebutkan bahwa keterampilan digital seperti analisis data, kecerdasan buatan, dan keamanan siber menjadi kompetensi kunci dalam pasar kerja modern. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan industri tidak lagi berhenti pada kemampuan menggunakan komputer dasar.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan teknologi baru. Selain itu, pekerja juga dituntut mampu bekerja secara kolaboratif dalam ekosistem digital yang makin kompleks.

Dampaknya bagi masyarakat terlihat pada meningkatnya persaingan kerja, perubahan jenis pekerjaan, serta munculnya profesi baru yang sebelumnya tidak ada dalam struktur industri konvensional. Karena itu, pekerja yang tidak meningkatkan kemampuan digital berisiko tertinggal.

Keterampilan digital juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja. Dengan kemampuan yang tepat, pekerja dapat menyelesaikan tugas lebih cepat, membaca data lebih akurat, dan mengambil keputusan kerja secara lebih terukur.

Pelatihan dan Sertifikasi Makin Relevan

Pemerintah melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi digital terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan industri. Inisiatif ini mencakup penguatan kurikulum vokasi, kolaborasi dengan industri, serta pengembangan talenta digital di berbagai daerah.

Baca juga: Mahasiswa Cerdas Nggak Cuma Mengejar IPK, Tapi Juga Skill Digital

Ke depan, permintaan terhadap skill digital diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan integrasi ekonomi global. Dengan demikian, investasi pada pengembangan keterampilan digital menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing tenaga kerja di tingkat nasional maupun internasional.

Berbagai laporan resmi juga menegaskan bahwa penguasaan kompetensi digital dapat membantu tenaga kerja lebih siap menghadapi perubahan. Misalnya, kemampuan mengolah data, menggunakan perangkat kerja digital, memahami keamanan informasi, dan memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Dengan penguasaan kompetensi yang tepat, tenaga kerja Indonesia diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan peluang kerja baru yang muncul di era digital. Pada akhirnya, penguatan ekosistem pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia menghadapi dinamika pasar kerja 2026 yang semakin kompetitif.

Beautiful smart Asian young entrepreneur business woman owner of

Apa itu Reseller? Panduan Lengkap Memahami Bisnis Menjanjikan

Apa itu Reseller?

Ilustrasi ketika reseller sedang bekerja. Sumber foto: Freepik.com/@Tirachardz.

Apa itu reseller? Ini adalah pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan oleh siapa saja yang belum memahaminya. Sebetulnya tidak salah jika ada yang belum mengetahuinya, sebab istilah tersebut pun baru muncul seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan internet.

Teknologi dan kemajuan internet ini pun yang kemudian berdampak pada perkembangan bisnis, yang turut melahirkan istilah reseller

Mengutip dari Tempo.co, Kamus Cambridge mendefinisikan reseller sebagai seseorang yang menjual kembali produk yang sebelumnya dibeli. Umumnya mereka membelinya dari perusahaan besar atau supplier.

Berbeda dengan dropshipper yang setiap ada pesanan dikirim oleh supplier, reseller justru mengirimnya sendiri. Akan tetapi, keuntungan sebagai reseller adalah bisa melakukan branding dari produk yang dibeli.

Dengan demikian, membuka peluang untuk siapa saja yang menjadi reseller memiliki brand sendiri. Dalam perspektif bisnis, ini tentunya hal positif dan bisa memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Apa itu Reseller?

Dari penjelasan di atas, setidaknya kita sudah tahu hal-hal mendasar tentang apa itu reseller. Kini, kita pun bisa mengerti perbedaan fundamental antara dropshipping dengan reseller.

Namun, penting untuk dicatat, sekalipun seorang reseller adalah pihak yang membeli barang kepada produsen untuk dijual kembali, tapi hal ini biasanya sudah ditentukan jumlahnya. Dengan kata lain, bukan membeli dalam skala sedikit.

Ketentuan jumlah barang yang dibeli reseller kepada supplier biasanya tergantung dari kesepakatan. Akan tetapi, yang pasti jumlahnya tidak satuan.

Dalam praktiknya, tanpa diminta reseller pun kerap membeli dalam jumlah banyak. Soalnya, semakin banyak barang yang dibeli, maka biaya bisa lebih murah. Hal tersebut tentu membuat potensi keuntungan semakin besar.

Cara Kerja Reseller

Setelah mengetahui secara keseluruhan tentang apa itu reseller. Kini saatnya kita menelisik cara kerjanya. 

Merujuk dari beragam sumber, kita dapat ketahui ada tiga cara kerja utama menjadi reseller.

  • Riset Produk

Jika kamu mau jadi reseller, maka kamu perlu melakukan riset produk. Dalam penerapannya, riset produk bisa disesuaikan dengan target audiens sampai pembacaan data tentang produk yang paling laris dalam beberapa tahun terakhir, serta produk yang diproyeksikan dicari konsumen di masa mendatang.

Riset seperti itu diperlukan supaya kamu bisa memilih produk yang tepat untuk dijual kembali. Di sisi lain, riset di awal bisnis memang dibutuhkan karena tidak sedikit yang gagal dalam berbisnis lantaran tidak punya dasar pengetahuan yang kuat.

  • Kerja Sama

Jika riset dan produk yang ingin dilakukan sudah ada, maka tahap berikutnya adalah membangun komunikasi dengan supplier atau produsen. Di awal, kamu tidak perlu buru-buru mengambil produk dari mana. 

Akan tetapi, lebih baik riset dulu sebelum menentukan supplier mana yang kamu pilih. Dalam konteks ini, riset diperlukan agar kamu terhindar dari supplier yang tidak bisa dipercaya atau produsen yang kualitas produknya buruk.

  • Pembelian dan Pemasaran

Apabila sudah cocok dengan satu produsen, kamu bisa melakukan pembelian. Setelah itu, kamu baru dapat memasarkan kembali produknya. 

Namun, sebelum kembali dijual, ada baiknya menggunakan brand sendiri. Hal ini disarankan karena bisa meningkatkan value. Adapun proses penentuan brand sebetulnya harus sudah selesai di fase awal saat proses riset.

Itulah tiga cara kerja utama jika mau menjadi reseller. Nah, agar penjualannya semakin lancar, sebelumnya kamu perlu mempersiapkan diri dengan beragam keterampilan terkait. 

Jika kamu sudah menjalankan bisnis reseller, peningkatan skills pun masih bisa dilakukan seiring dengan keberlangsungan bisnis. Nah, perihal keterampilan, sebetulnya apa saja sih skills yang dibutuhkan?

Skills yang Dibutuhkan untuk Menjadi Reseller

Terkait ini, kita ketahui ada beberapa keterampilan penunjang yang bisa membantu kamu untuk sukses sebagai reseller. Pertama, kemampuan pemasaran. Bisa dibilang, ini menjadi keterampilan kunci yang akan menentukan bisnis kamu jalan atau mandek.

Kedua, ada juga kemampuan bernegosiasi. Keterampilan ini penting sekali, terutama untuk negosiasi harga dengan produsen. Skill berikutnya yang dibutuhkan adalah manajemen keuangan. 

Kenapa manajemen keuangan penting? Karena ini yang akan mengatur bagaimana arus keuangan bisnis kamu. Jika tidak bisa melakukannya, maka sulit untuk membuat usaha menjadi berkembang.

Keterampilan selanjutnya yang penting untuk reseller adalah kemampuan analisis pasar. Sebagai pebisnis, kamu perlu mengetahui cara membaca tren konsumen. Kemampuan ini pun bisa membantu kamu dalam beradaptasi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang apa itu reseller, cara kerja, dan skills terkait yang dibutuhkan. Dari keterangan di atas, kita sudah mengetahui secara umum tentang reseller.

Nah, jika kamu ingin menjadi reseller tentu saja bisa. Buat pemula juga tidak perlu khawatir karena saat ini ada produsen yang memberikan kesempatan bekerja sama dengan reseller pemula.

Akan tetapi, biar bisnis sebagai reseller-nya lancar, ada baiknya ikut pelatihan dulu bersama LPK GeTI Incubator! Selain bisa ikut pelatihan dan menambah jejaring profesional, kamu juga bisa melakukan sertifikasi kompetensi.

Soalnya, di LPK GeTI Incubator juga ada lembaga sertifikasi kompetensi atau LSP. Di sana, kamu bisa mengikuti sertifikasi Online Store Operator, Digital Marketing, hingga Content Creator, yang bisa mendukung usahanya sebagai reseller.

Kalau kamu butuh informasi lebih lanjut, jangan sungkan chat admin dengan di sini, ya!

Content Creator Olahraga: Tips dan Potensi Penghasilannya

Content Creator Olahraga

Content creator olahraga sedang membuat konten. Sumber foto: Freepik.com/@Freepik.

Menjadi content creator olahraga adalah pilihan yang menarik, terutama untuk Getters yang menyukai bidang ini. Pasalnya, selain bisa menyalurkan hobi, tetapi juga sangat memungkinkan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit.

Mengingat adanya potensi tersebutlah, artikel ini ditulis dengan tujuan menyampaikan penjelasan tentang content creator olahraga, sehingga Getters bisa lebih memahami bagaimana cara kerjanya dan seperti apa potensi cuan-nya.

Apa itu Content Creator Olahraga?

Menurut HubSpot sebagaimana dikutip dari Detik.com, content creator adalah seseorang yang membuat materi yang memiliki unsur edukasi atau hiburan. Materi yang dibuat, nantinya bisa disesuaikan dengan target audiens.

Secara profesional, seorang kreator menghasilkan konten. Adapun jenis kontennya bisa berupa tulisan, video, gambar, atau suara. Dalam beberapa hal, hasil konten yang dibuat juga bisa perpaduan dari jenis-jenis yang sudah disebutkan.

Lalu, bagaimana dengan kreator olahraga? Dalam konteks ini, kita bisa memahami kreator olahraga adalah seseorang yang membuat konten dengan fokusnya olahraga.

Dengan demikian, bisa dikatakan setiap output konten yang dihasilkan bermuatan olahraga. Dalam praktiknya, seorang kreator olahraga bisa membuat analisis pertandingan, tutorial teknik olahraga, review produk olahraga, hingga mengangkat kehidupan seorang atlet.

Bagaimana Menjadi Kreator Olahraga?

Jika Getters ingin menjadi kreator olahraga, maka ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Antara lain:

Tentukan Niche

Sudah barang tentu kita mengetahui, bahwa dunia olahraga sangat luas. Maka dari itu, penting untuk Getters menentukan bidang olahraga yang ingin diangkat dalam konten-kontennya.

Adapun bidang yang dimaksud, bisa sepak bola, basket, tenis, golf, hiking, atau e-sport. Dari beragam bidang tersebut, kamu bisa memilih satu bidang. 

Hal tersebut disarankan agar Getters bisa lebih fokus membuat konten. Di sisi lain, memilih fokus pada satu bidang juga dapat membuat konten kamu lebih autentik dan punya target audiens yang jelas.

Pilih Platform yang Tepat

Setelah menentukan jenis olahraga yang ingin difokuskan untuk jadi materi konten, langkah berikutnya adalah menentukan platform. Perihal ini, kamu bisa menyesuaikan dengan output konten yang kamu buat.

Sebagai contoh, konten kamu lebih didominasi dengan visual dengan durasi agak lama. Maka, kamu bisa memilih YouTube. Jika durasi visualnya kurang dari lima menit, maka Instagram atau TikTok bisa menjadi pilihan yang tepat.

Penting untuk Dilakukan

Selain dua hal di atas, ada langkah lain menjadi kreator olahraga yang penting untuk dilakukan. Langkah yang dimaksud, yaitu:

Bangun Branding

Cara berikutnya untuk menjadi kreator olahraga adalah membangun branding. Dalam konteks ini, Getters bisa menyampaikannya di media sosial pribadi. 

Namun, sebelum membangun persona diri, kamu harus memastikan hasilnya sesuai dengan konten kamu. Misal, jika kamu memilih olahraga lari sebagai fokus konten, maka branding-lah diri kamu dengan hal-hal yang sejalan dengan olahraga lari.

Hal ini bertujuan agar audiens semakin percaya dengan konten yang kamu buat. Di sisi lain, ketika audiens kamu melihat kamu memang gemar lari, maka konten yang dihasilkan pun akan dianggap lebih autentik.

Selain itu, branding bisa dilakukan pula dengan menjaga interaksi bersama audiens. Dalam hal ini, Getters perlu memastikan setiap ada pesan atau komentar di media sosial selalu dibalas atau direspons. 

Adapun manfaat menjaga komunikasi dengan audiens adalah membuat citra kamu lebih membumi sebagai kreator. Di sisi lain, ini pun dapat memperluas jaringan dan meningkatkan peluang kerja sama dengan brand tertentu.

Demikian disampaikan karena brand memang lebih senang bekerja sama dengan kreator yang dekat dengan audiensnya.

Konsisten

Agar kamu bisa menjadi kreator olahraga yang sukses, maka hal penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah menjaga konsistensi dalam berkarya. Hal ini tentu saja sebagai upaya menjaga kredibilitas dan integritas kamu sebagai kreator.

Selain itu, konsisten pun bermanfaat meningkatkan kesempatan bekerja sama dengan banyak pihak. Hal tersebut bisa terjadi karena orang yang konsisten tentunya memiliki nilai lebih di mata orang banyak.

Potensi Cuan Kreator Olahraga

Setelah mengetahui apa itu content creator olahraga dan bagaimana menjadi seorang kreator olahraga, lantas seperti apa sih potensi penghasilan yang didapatnya?

Untuk yang satu ini, potensi penghasilan kreator olahraga yang pertama adalah monetisasi dari platform. Hal ini bisa dilakukan jika Getters memiliki akun di platform tertentu yang memungkinkan monetisasi, seperti YouTube.

Adapun penghasilan yang bisa diraih dari monetisasi ini beragam, bisa ratusan ribu sampai ratusan juta. Hasil tersebut biasanya disesuaikan dengan jumlah penonton dan iklan. 

Dengan kata lain, semakin banyak yang nonton dan iklan yang masuk, maka kian besar pula potensi penghasilan yang diperoleh. Lantas, gimana caranya meningkatkan audiens dan iklan? Jawabannya adalah konsisten dan tetap kreatif.

Potensi penghasilan berikutnya adalah sponsor dan endorsement. Dalam konteks kreator olahraga, dua hal tersebut bisa diberikan dari brand-brand yang mengeluarkan produk olahraga. 

Selain konsisten berkarya, agar mendapatkan sponsor dan endorsement, Getters juga harus menjaga branding, sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya.

Di sisi lain, kreator olahraga juga bisa dapat cuan dari penjualan produk. Hal ini tentunya amat memungkinkan apabila Getters punya produk sendiri. 

Demikianlah penjelasan ringkas tentang content creator olahraga dan bagaimana potensi penghasilannya. Jika Getters ingin menjalani profesi ini, tentu amat memungkinkan.

Akan tetapi, sebelum memulainya, ada baiknya kamu mempelajari skill terkait agar semakin siap menjadi seorang kreator. Adapun hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi di GeTI Incubator.

Jika Getters ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang pelatihan dan sertifikasi kompetensi content creator, maka teman-teman bisa menghubungi admin di sini!

SERTIFIKASI KOMPETENSI DIGITAL MARKETING BISA BUAT KARIERMU MELESAT! INI BUKTINYA!

Saat ini pekerjaan sebagai digital marketer semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, hampir seluruh perusahaan sudah memerlukan jasa digital marketing guna membuat produk atau jasanya laku di pasaran. Ketika persaingan karier sebagai digital marketer semakin ketat, apa yang bisa membuat kariermu lebih menonjol dibandingkan orang lain? Sertifikasi kompetensi digital marketing jawabannya!

TANGGUNG JAWAB DIGITAL MARKETER DALAM DIGITAL MARKETING

Mengapa perlu sertifikasi kompetensi? Poin pertama adalah untuk membuat kamu lebih dipercaya dengan adanya sertifikasi ini. Bagaimana tidak, sebuah perusahaan tidak mungkin menggunakan jasa digital marketer ecek-ecek karena tugas dan tanggung jawabnya begitu besar untuk perusahaan.

Seorang digital marketer bertanggung jawab atas segala proses digital marketing guna menguatkan proses branding sebuah perusahaan. Bahkan tak jarang seroang digital marketer juga memiliki target pada penjualan barang atau jasa dalam proses digital marketing yang dilakukan.

Seorang digital marketer bertanggung jawab mulai dari Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing, Social Media, Content Marketing, Email Marketing, dan Video Marketing.

PROFESIONALITAS DALAM BEKERJA SEBAGAI DIGITAL MARKETER

Poin selanjutnya mengapa kamu perlu sertifikasi kompetensi digital marketing adalah kamu terlihat jauh lebih profesional. Apabila kamu telah lolos dan memiliki sertifikasi kompetensi, itu artinya kamu telah melewati serangkaian proses dari Lembaga Sertifikasi Profesi terkait. Sehingga kompetensi kamu telah diuji sedemikian rupa.

Mulai dari kompetensi ilmu dasar hingga praktik dari digital marketing itu sendiri. Dengan mendapatkan sertifikasi, perusahaan akan melihat bahwa level kamu ada di atas orang lain karena ilmu yang kamu miliki sudah teruji.

Sederhananya seperti ini, apabila kamu ingin pergi ke dokter untuk pemeriksaan penyakit yang cukup serius, kamu memilih datang ke dokter umum atau dokter spesialis? Sertifikasi profesi inilah yang akan membuat kamu menjadi sosok ‘spesialis’ di bidang tertentu.

MENINGKATKAN  KARIER

Poin lainnya adalah kamu punya kesempatan karier yang lebih besar. Ketika kamu melamar ke perusahaan, dengan adanya sertifikasi kompetensi maka pihak perusahaan akan melihat sertifikasi sebagai nilai plus yang kamu miliki.

Oleh karena itu, peluang kamu untuk diterima oleh perusahaan menjadi lebih besar. Jadi, sertifikasi profesi itu sangat penting, lho!

LPK GETI SUDAH TERSERTIFKASI BNSP!

Kamu gak perlu bingung apalagi ragu untuk daftar di GeTI! Pemberian sertifikat di GeTI sudah melalui uji kompetensi kerja yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

LPK GETI yang udah berdiri sejak 2018 ini memastikan kompetensi setiap lulusannya agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung. Jadi, semuanya udah satu paket tuh! Bahkan, GETI mendukung SDM-nya agar dapat bersaing di era perdagangan pasar digital dan global.

Di GeTI ada lima skema sertifikasi kompetensi. Apa aja sih? Ada Sertifikasi Penjualan Daring, Sertifikasi Spesialis Pemasaran Daring, Sertifikasi Spesialis Periklanan daring, Sertifikasi Speasialis Perdagangan Ekspor (Digital B2B Global Speacialist), dan Sertifikasi Administrator Logistik Ekspor. Jangan tunggu lagi, buruan daftar di GeTI dan dapatkan sertifkasi kamu!

BUTUH SERTIFIKASI KOMPETENSI? KE GETI AJA!

Tingkatkan kompetensi kamu dengan memiliki sertifikasi kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah untuk kamu loh, tapi kamu harus memerhatikan kredibilitas lembaga yang memberikannya ya! LPK GeTI menyediakan sertifikasi yang kompeten loh! Yuk, buruan daftar!

BUAT APA SIH SERTIFIKASI KOMPETENSI?

Nah, Getters sertifikasi ini memastikan kompetensi seseorang yang diperoleh melalui pelatihan, pembelajaran, dan pengalaman kerja. Pastikan kamu mengetahui kompetensi atau bidang yang akan diambil ya.

Sertifikasi menunjukkan kalau kompetensi kamu sudah disetujui oleh pihak ketiga yaitu LPK yang kamu pilih untuk mengeluarkan sertifikasi kamu. 

BANYAK MANFAATNYA!

Dalam beberapa bidang profesi, sertifikasi menjadi syarat untuk suatu pekerjaan. Misalnya aja nih sertifikasi  ahli K3, sertifikasi ahli K4, sertfikasi penjualan daring,  dan masih banyak lagi.

Kamu memiliki keunggulan kompetitif, bisa memperoleh upah yang lebih tinggi, memiliki kesempatan lebih tinggi untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan, dan menunjang karir kamu, bahkan kamu bisa jadi profesional di bidangnya!

JANGAN SALAH PILIH LSP!

Eits, pemilihan LSP sangat penting loh untuk menentukan kredibilitas sertifikasi kamu! Jadi, gak cuma keahlian kamu aja yang dibutuhkan. Integritas suatu sertifikasi sangat ditentukan oleh lembaga atau organisasi pemberi sertifikasinya.

Di Indonesia, ada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mengawasi konsistensi dan kredibilitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat profesi dan kompetensi tertentu. Nah, BNSP inilah yang memberikan lisensi pada LSP yang dianggap kredibel untuk memberikan sertifkasi.

LPK GETI SUDAH TERSERTIFKASI BNSP!

Kamu gak perlu bingung apalagi ragu untuk daftar di GeTI! Pemberian sertifikat di GeTI sudah melalui uji kompetensi kerja yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

LPK GETI yang udah berdiri sejak 2018 ini memastikan kompetensi setiap lulusannya agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung. Jadi, semuanya udah satu paket tuh! Bahkan, GETI mendukung SDM-nya agar dapat bersaing di era perdagangan pasar digital dan global.

Di GeTI ada lima skema sertifikasi kompetensi. Apa aja sih? Ada Sertifikasi Penjualan Daring, Sertifikasi Spesialis Pemasaran Daring, Sertifikasi Spesialis Periklanan daring, Sertifikasi Speasialis Perdagangan Ekspor (Digital B2B Global Speacialist), dan Sertifikasi Administrator Logistik Ekspor. Jangan tunggu lagi, buruan daftar di GeTI dan dapatkan sertifkasi kamu!