Tangerang, 26 Mei 2026 — GETI bantu pelaku usaha naik kelas lewat pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, digitalisasi, dan kesiapan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pelaku usaha saat ini tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka juga perlu memahami pemasaran digital, pengelolaan usaha, legalitas, strategi penjualan, dan akses pasar. Tanpa kemampuan tersebut, bisnis mudah jalan di tempat meski produknya punya potensi.
GETI atau Global Edukasi Talenta Inkubator memperkenalkan diri sebagai pusat pengembangan future skills yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM, pengembangan UMKM, inkubasi bisnis, pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan sertifikasi, serta penguatan kapasitas individu dan organisasi.
Baca juga: GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri
Pelatihan Dorong Usaha Lebih Siap
Pelatihan menjadi salah satu cara praktis untuk membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar. Materinya dapat mencakup penyusunan strategi promosi, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan model bisnis.
Bagi UMKM, pelatihan juga penting untuk memperbaiki manajemen usaha. Banyak bisnis kecil tumbuh dari pengalaman langsung. Namun, ketika pasar mulai berubah, pelaku usaha perlu pendekatan yang lebih rapi agar bisa berkembang.
BPS dalam Profil Industri Mikro dan Kecil 2024 mencatat bahwa IMK memiliki peran besar dalam memperkokoh ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan menampung tenaga kerja lokal. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan seperti akses modal, kualitas SDM, manajemen, dan legalitas.
Baca juga: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Era Digital
UMKM Butuh Akses Pasar
Pelaku usaha yang ingin naik kelas perlu mampu membaca peluang baru. Pasar digital, perdagangan antardaerah, hingga ekspor membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas. Namun, peluang itu menuntut kesiapan produk, administrasi, promosi, dan konsistensi operasional.
Pemerintah juga mendorong UMKM naik kelas karena kontribusinya terhadap ekspor nasional masih perlu ditingkatkan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional sekitar 15,7 persen dari total ekspor.
Dalam posisi tersebut, pelatihan GETI dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperbaiki cara kerja bisnis. Tujuannya bukan sekadar ikut kelas, tetapi membangun usaha yang lebih siap pasar, lebih tertata, dan lebih berdaya saing.



