GETI: Belajar Digital Marketing dari Nol hingga Profesional

Tangerang, 02 Juni 2026 – Program pelatihan digital marketing melalui GETI kini menjadi solusi strategis guna memenuhi lonjakan permintaan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Hal ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan keahlian digital bagi para pemula agar mampu mencapai standar profesional.

Baca Juga – GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Potensi Ekonomi Digital Nasional

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik, sektor informasi dan komunikasi di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Meskipun demikian, tantangan utama tetap berada pada kualitas sumber daya manusia nasional. Selain itu, laporan e-Conomy SEA memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan memimpin di Asia Tenggara. Oleh karena itu, agenda belajar digital marketing menjadi prioritas utama guna menyongsong kemajuan bangsa.

Dampak Bagi Kualitas Tenaga Kerja

Selanjutnya, penguasaan strategi pemasaran digital berdampak langsung pada kemampuan adaptasi pelaku usaha di pasar global. Peningkatan kompetensi ini memungkinkan efisiensi promosi serta perluasan jangkauan pasar yang jauh lebih efektif. Di sisi lain, kebijakan pemerintah terus mendorong literasi digital demi menciptakan tenaga kerja siap bersaing. Hal tersebut sejalan dengan rencana strategis nasional dalam memperkuat kapasitas talenta lokal melalui program belajar digital marketing yang intensif.

Sertifikasi sebagai Standar Industri

Kemudian, pelatihan berkelanjutan dapat memitigasi risiko pengangguran akibat ketertinggalan teknologi yang berkembang sangat cepat. Namun, koordinasi antarlembaga tetap diperlukan guna memastikan materi edukasi tetap relevan dengan dinamika industri rill. Oleh sebab itu, integrasi pengetahuan praktis saat belajar digital marketing menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi nasional bagi seluruh rakyat di nusantara.

Akhirnya, tren menunjukkan bahwa sertifikasi menjadi syarat krusial bagi profesional muda di perusahaan multinasional saat ini. Selain itu, pemanfaatan teknologi membuka potensi ekspor produk lokal ke mancanegara secara masif. Keberadaan platform GETI berperan mencetak tenaga tangguh bagi masa depan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia hari ini guna mendorong pertumbuhan yang jauh lebih inklusif bagi bangsa.


Manajemen Marketplace Penting Saat Iklan Makin Mahal

Tangerang — Manajemen marketplace penting saat iklan makin mahal dan persaingan bisnis digital semakin ketat. Pelaku usaha, khususnya UMKM, kini dituntut tidak hanya mengandalkan promosi berbayar, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan toko online agar tetap mampu menjangkau konsumen secara efektif.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan melalui platform digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berjualan secara online, persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen juga semakin tinggi di berbagai marketplace.

Baca Juga: Strategi Konten Digital untuk Bisnis UMKM Modern

Manajemen marketplace mencakup pengelolaan katalog produk, optimasi deskripsi barang, pelayanan pelanggan, pengelolaan ulasan, strategi promosi, hingga analisis data penjualan. Pengelolaan yang baik membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas produk tanpa selalu bergantung pada biaya iklan yang besar.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas akses pasar. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola kanal penjualan digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing bisnis.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Pertumbuhan tersebut mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan marketplace sebagai sarana utama untuk menjangkau konsumen.

Bagi masyarakat, peningkatan kemampuan manajemen marketplace dapat membantu memperkuat keberlanjutan usaha, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan produktivitas ekonomi digital. Konsumen juga memperoleh manfaat berupa akses yang lebih mudah terhadap produk dan layanan.

Namun, sebagian UMKM masih menghadapi tantangan dalam memahami fitur marketplace, membaca data penjualan, dan menyusun strategi pemasaran yang efisien. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui program pelatihan, literasi teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Tren tersebut menunjukkan bahwa manajemen marketplace semakin berperan penting dalam membantu UMKM menjaga daya saing di tengah meningkatnya biaya promosi digital dan perubahan perilaku konsumen pada era ekonomi digital saat ini.

GETI Perkuat Kualitas SDM Lewat Pelatihan Terapan

Tangerang, 2 Juni 2026 — GETI memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin kompetitif.

Pelatihan berbasis praktik menjadi penting karena perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang memahami teori. Industri membutuhkan SDM yang mampu bekerja, beradaptasi, memecahkan masalah, dan mengikuti perubahan proses bisnis secara cepat.

Data Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Jumlah ini naik 1,896 juta orang dibanding Februari 2025. Namun, besarnya jumlah tenaga kerja tetap perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar produktivitas semakin kuat.

Baca juga: GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Pelatihan Terapan Dekat dengan Kebutuhan Kerja

GETI mendorong model pelatihan yang menekankan penerapan langsung di lapangan. Materi tidak hanya disusun untuk memenuhi kebutuhan belajar, tetapi juga untuk membantu peserta memahami alur kerja, standar industri, komunikasi profesional, dan penyelesaian tugas secara sistematis.

Pendekatan ini membuat peserta lebih siap ketika menghadapi situasi kerja nyata. Selain itu, pelatihan terapan membantu peserta membangun kebiasaan kerja yang rapi, disiplin, dan terukur. Hal ini penting karena kualitas SDM tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga dari konsistensi sikap kerja.

Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pembangunan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing menjadi bagian penting dalam percepatan industrialisasi nasional. Karena itu, pelatihan perlu diarahkan pada kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.

SDM Kompeten Jadi Nilai Tambah

Baca juga: GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri

Melalui pelatihan terapan, peserta dapat meningkatkan kemampuan kerja secara lebih konkret. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menggunakan keterampilan tersebut dalam konteks pekerjaan.

Bagi dunia usaha, SDM yang terlatih dapat membantu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan kesiapan operasional. Sementara itu, bagi peserta, pelatihan menjadi modal penting untuk memperkuat posisi di pasar kerja.

GETI terus memperkuat perannya dalam pengembangan SDM melalui program pelatihan yang praktis dan relevan. Dengan langkah tersebut, pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi proses peningkatan kompetensi yang benar-benar berguna bagi industri.