GETI Siapkan Talenta Kerja Lewat Pelatihan Online Baru

Tangerang, 11 Juni 2026 — GETI menyiapkan talenta kerja melalui pelatihan online baru yang dirancang untuk membantu peserta meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Program ini menyasar calon tenaga kerja, pekerja aktif, dan pelaku usaha yang membutuhkan pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.

Pelatihan online menjadi pilihan yang semakin relevan karena dunia kerja menuntut kemampuan adaptif. Karena itu, GETI menghadirkan materi yang berfokus pada kompetensi kerja, pemahaman praktik, dan kesiapan peserta menghadapi proses kerja modern.

Selain itu, model pembelajaran daring memberi akses lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Dengan format tersebut, proses peningkatan skill online dapat dilakukan lebih efisien, terarah, dan tetap mengikuti standar pembelajaran yang jelas.

Baca juga: GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Penguatan Kompetensi Lewat Kelas Digital

Program pelatihan digital ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berubah. Materi pembelajaran diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan target kompetensi yang ingin dicapai.

Dalam pelaksanaannya, peserta dapat mempelajari topik yang berkaitan dengan administrasi, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, dan keterampilan pendukung lain. Dengan demikian, pelatihan kerja online dapat menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan sumber daya manusia.

Namun, keberhasilan pelatihan tetap bergantung pada kedisiplinan peserta dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, GETI menekankan pentingnya pemahaman materi, latihan terstruktur, dan evaluasi agar hasil pembelajaran lebih terukur.

Baca juga: GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Menjawab Kebutuhan Talenta Siap Kerja

Kehadiran pelatihan online baru ini juga menjadi bagian dari upaya GETI memperluas akses pengembangan talenta kerja. Peserta diharapkan mampu membangun portofolio keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memahami proses bisnis dan teknologi. Karena itu, kelas online GETI diarahkan untuk memperkuat kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam lingkungan kerja nyata. Materi juga dapat menjadi bekal awal sebelum peserta mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.

Ke depan, pelatihan berbasis digital diperkirakan menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM. Melalui program ini, GETI berupaya mendorong peserta agar lebih siap bersaing, lebih percaya diri, dan lebih mampu mengikuti perubahan dunia kerja.

Pelatihan Digital Jadi Bekal UMKM Hadapi Era AI

Tangerang — Pelatihan digital jadi bekal UMKM hadapi era AI seiring berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam berbagai aktivitas bisnis. Perubahan teknologi tersebut mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan digital agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Badan Pusat Statistik mencatat pemanfaatan teknologi digital semakin luas pada berbagai sektor usaha. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola teknologi tidak lagi menjadi nilai tambah semata, melainkan bagian penting dalam menjalankan bisnis modern.

Baca Juga: Manajemen Marketplace Penting Saat Iklan Makin Mahal

Pelatihan digital membantu pelaku UMKM memahami pemasaran digital, pengelolaan marketplace, pembuatan konten, analisis data, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Kompetensi tersebut dapat mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan kemampuan usaha dalam menjangkau konsumen.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan digital berkontribusi terhadap produktivitas dan daya saing usaha. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi transformasi teknologi.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Pertumbuhan tersebut menciptakan peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital.

Bagi masyarakat, peningkatan keterampilan digital dapat membuka peluang usaha, memperluas akses pekerjaan, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Selain itu, pelaku usaha yang memahami teknologi memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Namun, sebagian UMKM masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi digital, akses pelatihan, dan pemahaman terhadap teknologi baru. Karena itu, program pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan yang semakin relevan.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui berbagai program literasi dan peningkatan keterampilan masyarakat. Dengan demikian, pelatihan digital menjadi bekal penting bagi UMKM untuk menghadapi era AI, memperkuat daya saing usaha, serta memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang pada tingkat nasional maupun global saat ini.

GETI: Belajar Digital Marketing dari Nol hingga Profesional

Tangerang, 02 Juni 2026 – Program pelatihan digital marketing melalui GETI kini menjadi solusi strategis guna memenuhi lonjakan permintaan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Hal ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan keahlian digital bagi para pemula agar mampu mencapai standar profesional.

Baca Juga – GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Potensi Ekonomi Digital Nasional

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik, sektor informasi dan komunikasi di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Meskipun demikian, tantangan utama tetap berada pada kualitas sumber daya manusia nasional. Selain itu, laporan e-Conomy SEA memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan memimpin di Asia Tenggara. Oleh karena itu, agenda belajar digital marketing menjadi prioritas utama guna menyongsong kemajuan bangsa.

Dampak Bagi Kualitas Tenaga Kerja

Selanjutnya, penguasaan strategi pemasaran digital berdampak langsung pada kemampuan adaptasi pelaku usaha di pasar global. Peningkatan kompetensi ini memungkinkan efisiensi promosi serta perluasan jangkauan pasar yang jauh lebih efektif. Di sisi lain, kebijakan pemerintah terus mendorong literasi digital demi menciptakan tenaga kerja siap bersaing. Hal tersebut sejalan dengan rencana strategis nasional dalam memperkuat kapasitas talenta lokal melalui program belajar digital marketing yang intensif.

Sertifikasi sebagai Standar Industri

Kemudian, pelatihan berkelanjutan dapat memitigasi risiko pengangguran akibat ketertinggalan teknologi yang berkembang sangat cepat. Namun, koordinasi antarlembaga tetap diperlukan guna memastikan materi edukasi tetap relevan dengan dinamika industri rill. Oleh sebab itu, integrasi pengetahuan praktis saat belajar digital marketing menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi nasional bagi seluruh rakyat di nusantara.

Akhirnya, tren menunjukkan bahwa sertifikasi menjadi syarat krusial bagi profesional muda di perusahaan multinasional saat ini. Selain itu, pemanfaatan teknologi membuka potensi ekspor produk lokal ke mancanegara secara masif. Keberadaan platform GETI berperan mencetak tenaga tangguh bagi masa depan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia hari ini guna mendorong pertumbuhan yang jauh lebih inklusif bagi bangsa.


Manajemen Marketplace Penting Saat Iklan Makin Mahal

Tangerang — Manajemen marketplace penting saat iklan makin mahal dan persaingan bisnis digital semakin ketat. Pelaku usaha, khususnya UMKM, kini dituntut tidak hanya mengandalkan promosi berbayar, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan toko online agar tetap mampu menjangkau konsumen secara efektif.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan melalui platform digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berjualan secara online, persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen juga semakin tinggi di berbagai marketplace.

Baca Juga: Strategi Konten Digital untuk Bisnis UMKM Modern

Manajemen marketplace mencakup pengelolaan katalog produk, optimasi deskripsi barang, pelayanan pelanggan, pengelolaan ulasan, strategi promosi, hingga analisis data penjualan. Pengelolaan yang baik membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas produk tanpa selalu bergantung pada biaya iklan yang besar.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas akses pasar. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola kanal penjualan digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing bisnis.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Pertumbuhan tersebut mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan marketplace sebagai sarana utama untuk menjangkau konsumen.

Bagi masyarakat, peningkatan kemampuan manajemen marketplace dapat membantu memperkuat keberlanjutan usaha, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan produktivitas ekonomi digital. Konsumen juga memperoleh manfaat berupa akses yang lebih mudah terhadap produk dan layanan.

Namun, sebagian UMKM masih menghadapi tantangan dalam memahami fitur marketplace, membaca data penjualan, dan menyusun strategi pemasaran yang efisien. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui program pelatihan, literasi teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Tren tersebut menunjukkan bahwa manajemen marketplace semakin berperan penting dalam membantu UMKM menjaga daya saing di tengah meningkatnya biaya promosi digital dan perubahan perilaku konsumen pada era ekonomi digital saat ini.

Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI

Tangerang, 26 Mei 2026 – Pemasaran digital menjadi pilar krusial bagi akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan industri, sertifikasi kompetensi melalui lembaga seperti GETI merupakan instrumen penting bagi pencari kerja. Validasi keterampilan ini bertujuan memastikan kualitas sumber daya manusia sesuai standar pasar global yang dinamis saat ini.

Baca juga – GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Google dan Temasek, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan hingga tahun 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh adopsi teknologi masif di sektor perdagangan. Data resmi menunjukkan perlunya tenaga kerja terampil guna mengelola ekosistem digital yang kian kompleks guna mendukung produktivitas nasional.

World Bank dalam laporan pengembangan keterampilan digital menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci produktivitas di era modern. Lembaga internasional ini menyoroti pentingnya pelatihan vokasi relevan untuk mengatasi kesenjangan keahlian. Sertifikasi diakui secara global sebagai indikator kemampuan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan oleh profesional untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Implementasi standar kompetensi pada pemasaran digital berdampak pada terciptanya efisiensi operasional bagi sektor usaha kecil dan menengah. Masyarakat yang menguasai teknik pemasaran berbasis data memiliki peluang besar memperluas jangkauan pasar secara efektif. Secara logis, hal ini memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan platform niaga elektronik yang lebih terukur.

Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait terus mendorong literasi digital nasional guna mempercepat digitalisasi pelaku usaha. Kebijakan ini mencakup pelatihan teknis serta penyediaan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal. Integrasi kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama dalam mencetak talenta digital kompeten yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Investasi pada pengembangan diri melalui pelatihan terstruktur menjadi langkah antisipatif menghadapi dinamika pasar tenaga kerja. Penguasaan platform digital secara profesional merupakan aset strategis bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang di era keterbukaan informasi ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

Skill Digital: Cara Praktis Menjadi Ahli Bersama GETI

Tangerang, 25 Mei 2026 — Kebutuhan terhadap skill digital kini menjadi prioritas utama bagi angkatan kerja di tengah percepatan transformasi teknologi nasional. Hal ini mendorong urgensi pelatihan yang praktis dan terstruktur agar masyarakat memiliki daya saing tinggi. Oleh sebab itu, GETI hadir sebagai platform edukasi yang fokus membekali individu dengan keahlian teknis sesuai standar industri saat ini.
Baca juga – Pelatihan E-Commerce agar Bisnis Lebih Siap Bersaing

Urgensi Peningkatan Kompetensi

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pasar tenaga kerja Indonesia terus menghadapi tantangan disrupsi teknologi digital yang signifikan. Banyak lulusan baru memerlukan penyesuaian keterampilan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Oleh karena itu, penguasaan skill digital secara mendalam menjadi kunci untuk mengurangi tingkat pengangguran terdidik secara berkelanjutan.

Selain itu, laporan dari Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi internet di Indonesia diprediksi terus tumbuh pesat. Namun, lembaga World Bank mengingatkan adanya kesenjangan talenta digital yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Hal tersebut menuntut sinergi antara penyedia pendidikan non-formal seperti GETI dengan kebutuhan riil pasar global.

Dampak Adaptasi Teknologi

Peningkatan skill digital memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses lapangan kerja baru. Selain itu, individu yang menguasai teknologi memiliki fleksibilitas kerja yang lebih tinggi di era digital. Hal ini juga memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan platform niaga elektronik.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menggulirkan program literasi digital skala nasional. Kebijakan ini bertujuan mencetak jutaan talenta digital baru guna mendukung visi Indonesia Digital 2045. Oleh sebab itu, kehadiran lembaga pelatihan seperti GETI menjadi instrumen pendukung kebijakan tersebut melalui kurikulum yang adaptif dan solutif.

 Mengasah skill digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar bagi setiap profesional. Dengan demikian, investasi pada edukasi berkualitas adalah langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan karir di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif dan transparan bagi semua.

Skill Digital Bisnis Jadi Kebutuhan UMKM Masa Kini

Tangerang, 25 Mei 2026 — Skill digital bisnis jadi kebutuhan UMKM masa kini seiring perkembangan ekonomi berbasis teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pelaku usaha kecil kini semakin membutuhkan kemampuan digital untuk meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan mempertahankan daya saing bisnis.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan online dan ekonomi digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong UMKM memanfaatkan marketplace, media sosial, dan platform digital untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif.

Baca Juga: Digitalisasi UMKM Bantu Tingkatkan Penjualan Online

Skill digital bisnis mencakup kemampuan pemasaran online, pengelolaan marketplace, pembuatan konten digital, penggunaan aplikasi bisnis, hingga analisis data konsumen. Selain itu, kemampuan komunikasi digital juga membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih cepat.

Digitalisasi Dorong Daya Saing Bisnis

Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi operasional dan akses perdagangan. Oleh sebab itu, pelaku usaha yang memahami teknologi digital dinilai lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui perdagangan online.

Di sisi lain, peningkatan skill digital bisnis membantu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas usaha lokal. Pemanfaatan platform digital juga membantu konsumen mendapatkan produk dan layanan secara lebih praktis.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam penguasaan teknologi dan pengelolaan bisnis digital secara efektif. Karena itu, peningkatan literasi digital masih menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan UMKM modern.

Pemerintah Perkuat Literasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan bisnis, peningkatan literasi teknologi, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, skill digital bisnis bukan hanya mendukung peningkatan penjualan online, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM pada era ekonomi digital yang terus berkembang secara global.

Pelatihan UI UX Website untuk Bisnis Era Digital

Tangerang, 22 Mei 2026 — Pelatihan UI UX website untuk bisnis era digital semakin dibutuhkan seiring perkembangan perdagangan berbasis teknologi. Karena itu, kemampuan merancang tampilan dan pengalaman pengguna website menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing bisnis digital.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas ekonomi digital dan perdagangan online terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas website agar lebih mudah digunakan konsumen dan mampu mendukung transaksi digital secara efektif.

Baca Juga: Edukasi Digital UMKM Dorong Bisnis Lebih Kompetitif

UI atau user interface berfokus pada tampilan visual website, sedangkan UX atau user experience berkaitan dengan kenyamanan pengguna saat mengakses layanan digital. Karena itu, desain website yang baik membantu meningkatkan akses informasi, efektivitas transaksi, dan kualitas pelayanan bisnis.

Pelatihan UI UX website biasanya mencakup desain tampilan digital, struktur navigasi, riset kebutuhan pengguna, pengelolaan konten, hingga optimalisasi website untuk perangkat mobile. Kompetensi tersebut membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen digital secara lebih terukur.

Transformasi Digital Tingkatkan Kompetensi

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa transformasi digital membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Oleh sebab itu, website yang responsif dan mudah diakses dinilai penting dalam mendukung perkembangan usaha modern.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memahami desain digital dan pengelolaan platform online.

Di sisi lain, pelatihan UI UX website membuka peluang kerja baru pada sektor teknologi, desain digital, pemasaran online, dan pengembangan bisnis berbasis internet. Kemampuan tersebut juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan digital kepada konsumen.

Pemerintah Dorong Literasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui peningkatan literasi teknologi, pelatihan digital, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, pelatihan UI UX website menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan bisnis modern pada era ekonomi digital yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi digital masa kini.

Pelatihan Digital: Kunci Utama Perkembangan Karir

Tangerang, 19 Mei 2026 – Pelatihan digital menjadi instrumen krusial bagi tenaga kerja di era ekonomi baru. Selain itu, penguasaan teknologi informasi kini menentukan arah perkembangan karir individu secara signifikan. Oleh karena itu, pekerja harus adaptif menghadapi dinamika pasar kerja nasional yang terus berubah.

Baca juga – GETI Hadirkan Pelatihan E-Commerce dan Penjualan Daring

Data Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik BPS, kebutuhan tenaga kerja teknologi terus meningkat. Laporan Sakernas menunjukkan bahwa kompetensi digital memberikan akses lebih luas terhadap sektor pekerjaan formal. Selanjutnya, laporan e-Conomy SEA oleh Google dan Temasek mencatat pertumbuhan ekonomi digital yang pesat. Di sisi lain, World Bank menekankan perlunya program upskilling berkelanjutan bagi angkatan kerja. Upaya ini bertujuan guna mendukung produktivitas ekonomi nasional secara menyeluruh bagi seluruh masyarakat.

Pengaruh pada Stabilitas Pendapatan

Peningkatan kompetensi melalui pelatihan digital memberikan dampak positif bagi stabilitas pendapatan rumah tangga. Selain itu, pekerja terlatih mampu bekerja lebih efisien melalui pemanfaatan perangkat teknologi canggih. Oleh sebab itu, daya saing individu akan meningkat tajam di tingkat perusahaan. Namun, tantangan kesenjangan talenta digital masih menjadi kendala utama bagi industri saat ini. Oleh karena itu, pelatihan digital secara mandiri sangat disarankan untuk menutup celah keahlian.

Program Strategis Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadirkan solusi nyata melalui Digital Talent Scholarship. Kebijakan ini bertujuan memperluas akses literasi teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat luas. Selanjutnya, pemerintah bekerja sama dengan mitra institusi global untuk standardisasi kurikulum pelatihan. Hal tersebut dilakukan agar lulusan memiliki kualitas profesional sesuai kebutuhan industri global. Oleh karena itu, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih kompetitif.

Tren pasar global menunjukkan permintaan tenaga kerja digital akan terus menguat setiap tahunnya. Kesimpulannya, keberlanjutan perkembangan karir sangat bergantung pada kesiapan individu menguasai teknologi terbaru secara konsisten. Langkah ini penting guna menjaga stabilitas daya saing nasional di masa depan.

Pelatihan Digital dan Marketplace untuk UMKM Modern

Tangerang, 15 Mei 2026 — Pelatihan digital dan marketplace untuk UMKM modern menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan pola bisnis yang semakin berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini dituntut mampu memahami pemasaran digital, pengelolaan marketplace, hingga strategi penjualan online agar tetap kompetitif.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi, promosi digital, dan pengelolaan bisnis modern.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada transaksi online membuat pelatihan digital menjadi langkah penting bagi UMKM.

Baca Juga: Pemasaran Digital untuk UMKM Lebih Kompetitif Global

Pelatihan digital mencakup penggunaan media sosial, pengelolaan marketplace, strategi promosi, pembuatan konten, pelayanan pelanggan, hingga analisis data penjualan. Kompetensi ini membantu UMKM menjalankan bisnis secara lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.

Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan e-commerce menjadi sektor utama pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguasaan marketplace menjadi faktor penting dalam perkembangan usaha modern.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa peningkatan literasi digital berkontribusi pada produktivitas usaha kecil dan menengah. UMKM yang memiliki kemampuan digital lebih baik cenderung lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Di sisi lain, penguatan UMKM melalui pelatihan digital berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi daerah. Produk lokal juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar nasional maupun global.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan, onboarding marketplace, dan pendampingan usaha berbasis teknologi. Oleh karena itu, pelatihan digital bukan lagi pelengkap, tetapi fondasi utama bagi UMKM modern untuk tumbuh dan bertahan di era ekonomi digital.