GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Tangerang, 28 Mei 2026 — GETI menjadi mitra pengembangan kompetensi profesional bagi individu, pelaku usaha, dan tenaga kerja yang ingin meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri modern.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja kompeten terus meningkat seiring perubahan dunia usaha. Perusahaan tidak lagi hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan yang dapat dibuktikan melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kompetensi.

GETI menempatkan diri sebagai lembaga yang mendukung peningkatan kapasitas tersebut. Melalui program pengembangan keterampilan, peserta diarahkan untuk memahami kebutuhan kerja, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kompetensi yang relevan dengan dunia profesional.

Baca juga: GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Dukungan untuk Kesiapan Kerja

GETI memiliki program pengembangan SDM dan kesiapan kerja yang ditujukan untuk membantu peserta lebih siap bersaing secara profesional. Program ini mencakup penguatan kompetensi individu, pelatihan future skills, serta pendampingan yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja.

Pendekatan tersebut penting karena kompetensi tidak cukup hanya dipahami sebagai teori. Peserta perlu mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi kerja nyata. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih praktis dan tidak berhenti pada materi kelas.

Selain itu, ekosistem GETI juga berkaitan dengan sertifikasi dan penguatan kompetensi. Dalam konteks ini, sertifikasi dapat menjadi bukti pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai skema yang diujikan.

Baca juga: GETI Bantu Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Pelatihan

Mitra bagi Profesional dan Pelaku Usaha

Peran GETI tidak hanya relevan bagi pencari kerja. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas, terutama dalam aspek digitalisasi, pemasaran, legalitas, dan kesiapan ekspor.

Melalui inkubasi dan pendampingan UMKM, GETI membantu pelaku usaha memahami langkah pengembangan bisnis yang lebih terarah. Hal ini membuat proses peningkatan kompetensi tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada pertumbuhan usaha.

Di sisi lain, sertifikasi kompetensi memiliki posisi penting dalam sistem ketenagakerjaan. Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa sertifikasi bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi seseorang. BNSP juga berperan sebagai lembaga independen yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia.

Karena itu, keberadaan GETI sebagai mitra pengembangan kompetensi profesional menjadi relevan. Peserta dan pelaku usaha membutuhkan proses belajar yang praktis, terarah, dan dapat mendukung daya saing. Dengan penguatan kompetensi yang konsisten, profesional dapat lebih siap masuk industri, naik kelas, dan menghadapi perubahan pasar kerja yang makin cepat.

Karyawan di Era Digital dan Tantangan Dunia Kerja

Tangerang, 23 April 2026 – Karyawan dan tantangan baru di era digital menjadi isu penting di tengah perubahan kebutuhan industri. Perusahaan kini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, struktur tenaga kerja di Indonesia terus berubah seiring meningkatnya penggunaan teknologi di berbagai sektor. Selain itu, laporan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Baca Juga: Masuk Dunia Kerja Tidak Cukup Ijazah, Ini Strategi Generasi Muda

Dalam menghadapi perubahan tersebut, karyawan perlu mengembangkan keterampilan digital yang aplikatif. Keterampilan ini meliputi pengolahan data sederhana, penggunaan spreadsheet, serta pemanfaatan tools kerja digital yang mendukung efisiensi operasional.

Selain itu, peningkatan keterampilan digital memberikan dampak langsung terhadap kinerja karyawan. Individu yang memiliki kompetensi digital cenderung lebih cepat menyelesaikan pekerjaan, mampu beradaptasi dengan sistem kerja berbasis teknologi, serta memiliki peluang lebih besar dalam pengembangan karier.

Keterampilan lain yang juga dibutuhkan adalah pemahaman pemasaran digital, termasuk pengelolaan media sosial, pembuatan konten, serta analisis performa secara sederhana. Hal ini semakin relevan seiring banyaknya perusahaan yang mengandalkan kanal digital.

Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi faktor pendukung. Karyawan dituntut untuk mampu mengambil keputusan berbasis data serta merespons perubahan secara cepat dan tepat.

Dampak dari peningkatan keterampilan ini terlihat pada peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja. Karyawan yang memiliki kompetensi digital cenderung lebih mudah memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang.

Pemerintah Indonesia melalui berbagai program pelatihan dan literasi digital terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Work Life Balance ala Gen Milenial

Ke depan, kebutuhan terhadap karyawan dengan keterampilan digital diperkirakan terus meningkat. Berdasarkan laporan resmi sejumlah lembaga, penguasaan kompetensi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing tenaga kerja di era digital.