Gen Z Wajib Tahu! Inilah Profesi Digital yang Sedang Tren

Pekerjaan yang Cocok untuk Gen Z: Dari Digital Nomad hingga Influencer

Ilustrasi Gen z. Ilustrasi gen z. Sumber foto: Freepik/@freepik.

Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal dengan gaya hidup yang lebih fleksibel dan terhubung dengan dunia digital. Mereka lebih memilih pekerjaan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memberikan kebebasan waktu dan tempat.

Jika kamu termasuk dalam generasi ini, berikut adalah beberapa pekerjaan yang bisa jadi pilihan menarik untuk masa depanmu!

1. Digital Nomad: Kebebasan Berkarier Dimana Saja

Digital nomad adalah istilah untuk orang-orang yang bisa bekerja dari mana saja, asalkan memiliki koneksi internet. Pekerjaan ini sangat cocok bagi Gen Z yang suka traveling atau bekerja di tempat yang berbeda-beda. Beberapa jenis pekerjaan digital nomad yang populer adalah:

     

      • Desainer grafis – Jika kamu punya bakat desain, kamu bisa bekerja dengan klien dari berbagai belahan dunia tanpa harus terikat di satu tempat.

      • Penulis lepas – Menulis artikel, blog, atau konten untuk website bisa dilakukan dari mana saja, bahkan sambil menikmati liburan.

      • Pengembang web atau aplikasi – Bagi yang punya keahlian coding, kamu bisa mengerjakan proyek-proyek online tanpa batasan lokasi.

    Selain itu, banyak digital nomad yang memanfaatkan platform seperti Upwork atau Fiverr untuk mendapatkan klien dari seluruh dunia. Ini memberikan fleksibilitas yang besar dan peluang kerja yang hampir tidak terbatas.

    2. Influencer: Membangun Karier Lewat Media Sosial

    Era digital memungkinkan kamu untuk membangun karier sebagai influencer, yang mengandalkan media sosial untuk berbagi konten menarik dan mendapatkan penghasilan dari brand atau perusahaan yang ingin mempromosikan produk mereka. Beberapa cara untuk menjadi influencer adalah:

       

        • Konten gaya hidup atau fashion – Bagikan tips atau kreasi gaya hidup kamu melalui foto atau video di Instagram, TikTok, atau YouTube.

        • Food blogger atau vlogger – Jika kamu suka mencoba makanan baru, kamu bisa membagikan pengalaman kuliner kamu di berbagai platform.

        • Gaming atau eSports – Bagi Gen Z yang suka bermain game, menjadi streamer atau gamer profesional bisa jadi jalan karier yang menarik.

      Bergabung dengan brand yang sesuai dengan nilai atau gaya hidup kamu juga menjadi strategi yang efektif dalam membangun kredibilitas sebagai influencer.

      3. Content Creator: Menjadi Kreator di Berbagai Platform

      Content creator adalah pekerjaan yang sedang naik daun, karena setiap platform sosial media memerlukan konten yang terus diperbarui. Mulai dari video pendek di TikTok hingga vlog di YouTube, kamu bisa menghasilkan uang dengan menjadi kreator yang menarik perhatian audiens. Beberapa jenis content creator yang populer adalah:

         

          • YouTuber – Membuat video edukasi, hiburan, atau tutorial yang bisa menarik banyak penonton.

          • Podcaster – Jika kamu suka berbicara, membuat podcast bisa jadi cara untuk berbagi pemikiran dan cerita dengan audiens luas.

          • TikTok creator – Konten video pendek yang kreatif dan unik bisa membawa kamu ke audiens global dan membuka peluang penghasilan.

        Selain itu, semakin banyak platform seperti Patreon yang memungkinkan content creator untuk mendapatkan pendapatan melalui donasi atau dukungan langganan dari pengikut setia mereka.

        4. Freelancer: Bekerja Tanpa Batasan Waktu dan Tempat

        Freelancing memberi kebebasan kepada Gen Z untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan waktu mereka. Beberapa pekerjaan freelancer yang cocok untuk Gen Z adalah:

           

            • Penulis konten – Menulis artikel atau membuat salinan iklan untuk klien yang membutuhkan konten online.

            • Fotografer atau videografer – Bekerja untuk berbagai proyek seperti pemotretan produk, dokumentasi acara, atau pembuatan konten video.

            • Pemasar digital – Membantu bisnis memasarkan produk mereka melalui platform digital seperti media sosial, email marketing, atau SEO.

          Freelance memungkinkan kamu untuk memilih jam kerja yang lebih fleksibel dan merancang proyek sesuai dengan minatmu, serta bekerja dengan berbagai klien untuk memperluas jaringan profesional.

          5. Pekerjaan Remote: Bekerja dari Rumah atau Dimana Saja

          Pekerjaan ini memungkinkan Gen Z untuk bekerja di perusahaan besar tanpa harus datang ke kantor setiap hari. Bekerja dengan sistem seperti ini sangat populer setelah pandemi dan terus berkembang. Beberapa pekerjaan remote yang bisa dicoba adalah:

             

              • Customer service – Bekerja di bidang layanan pelanggan dengan menggunakan telepon, chat, atau email untuk membantu konsumen.

              • Virtual assistant – Membantu pengusaha atau profesional dengan berbagai tugas administratif, seperti mengatur jadwal atau mengelola email.

              • Project manager – Menyusun dan mengawasi proyek untuk memastikan semuanya berjalan lancar, yang bisa dilakukan dari jarak jauh.

            Perusahaan-perusahaan besar sekarang lebih terbuka terhadap pekerjaan remote karena mereka melihat efisiensi yang bisa didapatkan, serta keuntungan dari mengurangi biaya operasional kantor.

            Mengapa Gen Z Memilih Pekerjaan Fleksibel?

            Salah satu alasan besar mengapa Gen Z lebih memilih pekerjaan yang fleksibel adalah kebebasan untuk mengatur waktu dan tempat kerja. Dengan teknologi yang semakin maju, pekerjaan yang dulunya hanya bisa dilakukan di kantor kini bisa dilakukan dari mana saja.

            Selain itu, banyak Gen Z yang mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan tujuan hidup mereka, termasuk yang berkaitan dengan kreativitas, keberlanjutan, dan dampak sosial.

            Gen Z juga lebih mengutamakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Mereka tidak hanya ingin bekerja untuk uang, tetapi juga ingin pekerjaan yang memberikan kepuasan pribadi dan memberikan kontribusi positif bagi dunia.

            Kesimpulan

            Dengan banyaknya peluang yang tersedia, Gen Z memiliki kesempatan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, gaya hidup, dan nilai mereka. Dari digital nomad hingga influencer, berbagai pekerjaan ini memberikan kebebasan dan fleksibilitas yang cocok dengan karakteristik generasi ini.

            Jika kamu seorang Gen Z yang ingin mengejar karier yang tidak terikat tempat atau waktu, saatnya mengeksplorasi dunia digital dan menemukan pekerjaan impianmu!

            MAU PDKT SAMA MILENIAL DAN GEN Z? INI CARANYA!

            “Memberikan Kemudahan adalah kunci di mana mereka (Generasi Milenial & Generasi Z) akan merasa nyaman.”

            Sebagai dua generasi yang sedang mendominasi, Generasi Milenial dan Generasi Z tentu tengah menjadi target konsumer dari para brand atau perusahaan. Istilahnya, semua brand ingin PDKT sama dua generasi ini! Dengan sejumlah karakter baru yang hadir dalam kehidupan dua generasi super itu, brand harus tahu cara PDKT terhadap dua generasi ini untuk membangun sebuah kerja sama.

            Untuk diketahui, istilah PDKT atau Pendekatan adalah sebuah tahap awalan ketika sebelum memulai suatu hubungan dengan seseorang. Dan istilah PDKT biasa digunakan untuk orang-orang yang sedang ingin mendapatkan pasangan. Tentunya, dalam masa PDKT ini nantinya akan menentukan hubungan seseorang akan berhasil mendapatkan pujaan hati yang ia inginkan atau tidak.

            Tidak sedikit orang yang benar-benar bingung atau kurang paham bagaimana caranya untuk memulai proses PDKT tersebut. Bahkan kebingungan saat mencari bahan obrolan, baik secara langsung atau tidak langsung. Banyak juga yang gagal dalam proses pendekatan itu. PDKT juga bertujuan untuk membuat rasa penasaran dan tertarik satu sama lain.

            Dalam artikel ini, kita tidak membahas PDKT mendapatkan pasangan, ya. Tapi lebih dari itu, seperti kalimat pembuka pada artikel ini, tentang bagaimana sebuah brand melakukan PDKT kepada dua generasi terbaru ini.

            Nah, Getters, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan oleh brand untuk menjaga hubungan dengan Milenial dan Gen Z. Baik untuk brand yang sudah lama maupun baru, adaptasi pendekatan ini sangat perlu dilakukan. Sebab dengan kedekatan, untuk memulai bisnis menjadi mudah ke depannya.

            Di bawah ini, beberapa pola pendekatan yang bisa dilakukan brand untuk meraih perhatian dari generasi Milenial dan Generasi Z:

            MEMAKAI MEDIA SOSIAL!

            Kini zaman sudah modern, dan sosial media adalah perangkat utamanya. Media sosial adalah salah satu platform paling digemari oleh Generasi Milenial maupun Generasi Z. Jadi, penggunaan media sosial bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendekati mereka dalam menjalankan bisnis.

            Gunakanlah seluruh media sosial yang ada, terutama Instagram, Twitter, dan YouTube. Tiga platform tersebut merupakan jajaran media sosial yang sedang digemari oleh Generasi Milenial dan Generasi Z.

            Mulai gunakan media sosial untuk konten marketingmu! Penting bagi brand untuk berbagi konten marketing pada Generasi Milenial dan Gen Z agar kamu mudah dikenal.

            JANGAN HANYA MAIN HARGA!

            Harga bukanlah masalah besar bagi Generasi Milenial dan Gen Z. Mereka menginginkan nilai atau produk yang memiliki manfaat lebih. Bukan lagi masalah harga murah belaka, tapi sudah menyoal perkara fungsi serta nilai produk di mata mereka itu jauh lebih penting untuk memulai usaha.

            Salah satu nilai yang paling diminati adalah di mana ketika sebuah brand bisa membawa ‘good thing’. Nilai-nilai kemanusiaan akan sangat dihargai. Misalnya, produk yang ramah lingkungan atau pengalokasian dana produk untuk hal-hal baik di kalangan masyarakat (bantuan, perbaikan alam, dan lain-lain).

            BERIKAN PENGALAMAN/USER EXPERIENCE

            Berikan user experience yang baik pada generasi muda ini! Jangan bawa mereka pada proses jual-beli yang ribet dan bertele-tele. Brand harus bisa membuat proses transaksi sesederhana mungkin.

            Apabila bisnis online-mu memiliki website, maka jadikan website tersebut user friendly. Berikan banyak kemudahan secara rutin dalam mengakses produk serta katalog produk. Kemudahan adalah kunci di mana mereka akan merasa nyaman.

            Itulah beberapa pendekatan yang bisa brand kamu lakukan untuk mendapat perhatian dan menjalankan rencana bisnis bersama Generasi Milenial dan Generasi Z. Tinggalkan pola pendekatan lawas kalau kamu ingin mendapatkan atensi besar dari dua generasi super ini. Dengan pola-pola di atas, akan membuat hubungan kian langgeng serta visi dan misi perusahaan jadi tercapai. Selamat mencoba!