Category: learning

Pelatihan Konten Kreator Perkuat Personal Branding

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pelatihan Konten Kreator untuk Bangun Personal Branding menjadi kebutuhan penting bagi pekerja, pelaku usaha, dan profesional mandiri.

Pelatihan ini membantu peserta memahami strategi konten, identitas digital, komunikasi visual, dan konsistensi pesan. Dengan demikian, personal branding dapat dibangun secara lebih terarah.

Kebutuhan tersebut meningkat karena reputasi profesional kini banyak terbentuk di ruang digital. Selain itu, perusahaan dan klien sering menilai kredibilitas melalui jejak konten.

Baca juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Ruang Digital Membentuk Reputasi Baru

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 mencatat penggunaan internet sebagai bagian penting aktivitas masyarakat. Publikasi itu menjadi rujukan resmi untuk membaca perkembangan akses digital nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan ekonomi digital Asia Tenggara dalam fase pertumbuhan. Laporan tersebut juga menunjukkan peran platform digital dalam kegiatan ekonomi kawasan.

Namun, akses platform tidak otomatis menghasilkan reputasi yang kuat. Karena itu, pelatihan konten kreator perlu mengajarkan perencanaan pesan, segmentasi audiens, dan pengukuran respons.

Bagi masyarakat, kemampuan membuat konten dapat membuka peluang kerja dan usaha. Artinya, peserta dapat mengembangkan karier sebagai kreator, admin media sosial, pemasar digital, atau konsultan personal branding.

Baca juga: Edukasi Skill Digital untuk Karier Lebih Kompetitif

Vokasi Digital Perlu Berbasis Praktik

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan berbasis praktik membantu peserta menghasilkan portofolio yang dapat dinilai. Dengan kata lain, hasil belajar tidak berhenti pada teori komunikasi.

Dalam pelatihan konten kreator, peserta perlu memahami riset audiens, penulisan naskah, produksi visual, dan kalender publikasi. Kemudian, peserta juga perlu mengevaluasi metrik sederhana seperti jangkauan, interaksi, dan konsistensi unggahan.

Pada saat yang sama, etika digital menjadi aspek penting. Kreator perlu menjaga akurasi informasi, hak cipta, dan batas promosi agar reputasi tidak rusak.

Ke depan, personal branding akan makin dipengaruhi kualitas konten dan konsistensi komunikasi. Oleh sebab itu, pelatihan konten kreator menjadi fondasi penting bagi karier yang lebih kompetitif.

Tags:

Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Tangerang, 12 Mei 2026 — Manajemen marketplace jadi kunci sukses UMKM digital di tengah persaingan bisnis yang semakin bergeser ke platform daring. Pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut hadir di marketplace, tetapi juga harus mampu mengelola toko digital secara efektif agar penjualan dapat tumbuh berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan marketplace secara optimal karena masih terbatasnya literasi digital dan strategi pemasaran berbasis data.

Baca Juga: Pelatihan Digital Bisnis untuk Tingkatkan Skill UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen. Belanja online kini menjadi kebiasaan baru masyarakat, sehingga kehadiran UMKM di marketplace menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing usaha.

Strategi Penting dalam Manajemen Marketplace

Manajemen marketplace adalah proses mengelola seluruh aktivitas penjualan di platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga marketplace ekspor agar bisnis berjalan efektif dan menghasilkan penjualan yang stabil.

Pertama, pengelolaan katalog produk harus diperhatikan. Foto produk harus menarik, deskripsi jelas, kata kunci relevan, serta informasi harga dan stok selalu diperbarui agar produk mudah ditemukan konsumen.

Kedua, strategi promosi juga sangat penting. Voucher, diskon, bundling, flash sale, dan iklan berbayar dapat membantu meningkatkan traffic dan conversion rate. Promo yang tepat membuat produk lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

Selain itu, pelayanan pelanggan harus responsif. Penanganan chat, komplain, rating, dan ulasan sangat memengaruhi kepercayaan konsumen. Pengelolaan logistik dan pengiriman juga harus tepat waktu agar performa toko tetap baik.

Dukungan Pemerintah dan Peluang UMKM

Marketplace menyediakan dashboard performa seperti jumlah kunjungan, tingkat konversi, dan produk terlaris. Data ini membantu pelaku usaha menentukan strategi bisnis berikutnya secara lebih efektif.

Pemerintah melalui program transformasi digital UMKM terus mendorong pelatihan pengelolaan marketplace dan onboarding platform digital. Oleh karena itu, manajemen marketplace kini menjadi fondasi utama agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digital.

GETI Hadirkan Pelatihan E-Commerce dan Penjualan Daring

Tangerang, 12 Mei 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja GeTI Incubator (LPK GETI) menghadirkan program pelatihan e-commerce dan penjualan daring secara reguler. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kerja di sektor digital. Program tersebut terintegrasi dengan skema sertifikasi BNSP melalui LSP GETI.

Pelatihan ini menyasar profesional, pelaku UMKM, hingga mahasiswa yang ingin masuk industri digital. Selain itu, materi mencakup operasional marketplace, manajemen produk, hingga strategi pemasaran digital. Kurikulum disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Mengikuti Pertumbuhan Ekonomi Digital

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, transaksi e-commerce nasional tumbuh 6,19 persen secara kuartalan pada kuartal ketiga 2025. Bank Indonesia juga mencatat nilai transaksi mencapai Rp134,67 triliun pada periode tersebut. Angka itu meningkat 20,5 persen secara tahunan.

Baca juga: GETI: Platform Pelatihan Digital untuk Pemula dan Ahli

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun ini. Laporan itu disusun bersama oleh Google, Temasek, dan Bain & Company. Sektor e-commerce diperkirakan menyumbang sekitar 71 miliar dolar AS, naik dari tahun sebelumnya.

Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, BPS melalui Survei E-Commerce 2025 mencatat peningkatan pemanfaatan internet sebagai kanal transaksi nasional. Karena itu, kesenjangan keterampilan tenaga kerja menjadi tantangan utama industri.

Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan akses peningkatan kompetensi yang terstruktur dan terukur. Pemegang sertifikat berpotensi memperoleh peluang kerja yang lebih luas. Selain itu, pelaku UMKM dapat memperkuat strategi penjualan online mereka secara profesional dan berkelanjutan.

Baca juga: 5 Soft Skills Digital yang Tak Bisa Digantikan AI di 2026

Mendukung Transformasi Digital Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kompetensi nasional. Bahkan, skema e-commerce dan penjualan daring termasuk prioritas pengembangan tenaga kerja digital. Di samping itu, BNSP memverifikasi lembaga pelatihan dan sertifikasi yang memenuhi standar kompetensi nasional.

LPK GETI berlokasi di Great Western Resort, Kota Tangerang, Banten. Selain itu, kegiatan pelatihan dan asesmen dapat diikuti secara jarak jauh tanpa batasan lokasi geografis bagi peserta. Sertifikat yang diberikan berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional maupun di pasar kerja.

Ke depan, kebutuhan pelatihan e-commerce diperkirakan terus meningkat seiring percepatan adopsi digital. Lebih lanjut, dukungan kebijakan dan tren transaksi yang naik memperkuat ekosistem. Program serupa kini menjadi penopang kompetensi tenaga kerja perdagangan elektronik Indonesia.

GETI Buka Pelatihan ERP dan Logistik Berbasis Teknologi

Tangerang, 11 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) resmi membuka program pelatihan Enterprise Resource Planning (ERP) dan logistik berbasis teknologi, menyasar tenaga kerja muda dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di era transformasi digital.

Program ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga terampil di bidang sistem manajemen bisnis digital. Selain itu, pelatihan ini menggabungkan pembelajaran berbasis praktik dengan simulasi sistem ERP yang digunakan industri secara nyata.

Peserta akan mempelajari modul manajemen rantai pasok, pengelolaan inventaris digital, hingga integrasi sistem logistik dengan platform ERP. Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan siap bekerja di perusahaan manufaktur, distribusi, maupun ritel modern.

Baca juga: GETI: Pelatihan Digital Terbaik untuk Upgrade Skill Anda

ERP dan Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Industri

Adopsi sistem ERP di kalangan perusahaan Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital pascapandemi. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perindustrian, digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu prioritas dalam peta jalan industri nasional.

Karena itu, kebutuhan tenaga yang memahami sistem ERP dan manajemen logistik berbasis teknologi semakin tinggi. Namun, pasokan sumber daya manusia dengan keahlian tersebut masih belum mencukupi permintaan pasar kerja.

Di samping itu, laporan World Economic Forum memproyeksikan bahwa keterampilan digital, termasuk penguasaan sistem manajemen bisnis terintegrasi, akan menjadi kompetensi inti yang paling dicari perusahaan global dalam beberapa tahun ke depan. Indonesia perlu bergerak cepat menyiapkan tenaga kerjanya.

Baca juga: Pembuatan Konten Kreatif untuk Meningkatkan Engagement

Pelatihan Berbasis Teknologi Perkuat Daya Saing SDM

GETI merancang kurikulum pelatihan ini bersama praktisi industri dari sektor logistik dan teknologi informasi. Hasilnya, materi pembelajaran mencerminkan kebutuhan aktual dunia kerja, bukan sekadar teori akademis.

Sementara itu, metode pelatihan mencakup studi kasus nyata, simulasi operasional, dan sesi mentoring langsung dari profesional berpengalaman. Pendekatan ini bertujuan mempercepat kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perdagangan dan logistik termasuk penyumbang tenaga kerja terbesar dalam struktur ketenagakerjaan nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di sektor ini berdampak luas terhadap produktivitas ekonomi.

Seiring percepatan adopsi teknologi di sektor industri dan perdagangan, program pelatihan ERP dan logistik berbasis teknologi seperti yang dikembangkan GETI diproyeksikan menjadi salah satu jalur strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pembuatan Konten Kreatif untuk Meningkatkan Engagement

Tangerang, 8 Mei 2026 – Pembuatan konten kreatif untuk meningkatkan engagement menjadi strategi penting dalam pemasaran digital modern. Konten yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens membantu bisnis membangun interaksi yang lebih kuat serta memperluas jangkauan komunikasi di berbagai platform digital.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi aktivitas ekonomi nasional, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan strategi komunikasi yang efektif melalui media sosial, website, marketplace, dan platform digital lainnya untuk mempertahankan perhatian konsumen.

Baca Juga: Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan keterampilan digital melalui pelatihan vokasi dan pengembangan kompetensi kerja. Bidang content creation, digital marketing, dan social media management menjadi bagian dari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Secara global, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus meningkat. Aktivitas belanja daring dan interaksi konsumen berbasis platform digital mendorong kebutuhan terhadap strategi konten yang lebih efektif dan berorientasi pada engagement.

Bank Dunia menilai keterampilan komunikasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan pelaku usaha. Konten kreatif yang tepat dapat membantu bisnis membangun kepercayaan konsumen serta memperkuat identitas merek di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Pentingnya Konten Kreatif

Selain itu, konten kreatif membantu bisnis membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens. Pesan yang menarik lebih mudah dipahami dan diingat oleh konsumen. Hal ini penting untuk meningkatkan interaksi dan loyalitas pelanggan.

Strategi Konten di Setiap Platform

Di sisi lain, setiap platform digital memiliki karakter audiens yang berbeda. Media sosial, marketplace, dan website membutuhkan pendekatan konten yang tidak sama. Karena itu, strategi pembuatan konten harus disesuaikan dengan tujuan pemasaran.

Peluang Karier di Bidang Content Creation

Selanjutnya, pelatihan content creation juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun UMKM. Dengan keterampilan yang tepat, content creator dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis digital.

GETI Buka Kursus Konten Kreator Digital Terstruktur dan Menyeluruh

Tangerang, 8 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) meluncurkan kursus konten kreator digital yang terstruktur penuh, menyasar generasi muda dan profesional yang ingin membangun karier di industri ekonomi kreatif digital Indonesia.

Program ini hadir menjawab tingginya permintaan tenaga kreator berkualitas di industri konten nasional. Selain itu, kursus ini menjadi salah satu program terstruktur pertama yang mencakup seluruh aspek produksi konten secara komprehensif.

Peserta akan menjalani pembelajaran bertahap, mulai dari konsep dasar pembuatan konten, teknik produksi video dan visual, hingga strategi distribusi di berbagai platform digital. Dengan demikian, lulusan program ini siap berkarier sebagai kreator profesional yang berdaya saing.

Baca juga: GETI: Tingkatkan Skill Digital untuk Masa Depan Kariermu

Industri Konten Digital Tumbuh Pesat di Indonesia

Industri konten digital Indonesia berkembang dengan sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain, ekonomi digital Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

Karena itu, kebutuhan akan kreator konten yang terampil dan profesional terus meningkat. Namun, sebagian besar pelaku industri ini masih bekerja tanpa pembekalan metodologi yang terstruktur.

Di samping itu, laporan We Are Social mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi konten digital tertinggi di dunia. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi kreator yang memiliki kompetensi teknis dan strategi konten yang kuat.

Baca juga: Rekomendasi Pelatihan Digital Terpercaya di Indonesia

Kurikulum Menyeluruh dari Produksi hingga Monetisasi

GETI merancang kurikulum kursus ini bersama praktisi industri konten dan pakar pemasaran digital. Hasilnya, materi pembelajaran mencakup seluruh siklus kreasi konten, mulai dari ide hingga monetisasi.

Sementara itu, metode pelatihan menggabungkan sesi praktik langsung, portofolio berbasis proyek nyata, dan mentoring dari kreator berpengalaman. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memproduksi konten berkualitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di subsektor konten digital berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Seiring terus meluasnya adopsi platform digital di berbagai lapisan masyarakat, kursus konten kreator terstruktur seperti yang dikembangkan GETI diproyeksikan menjadi jalur utama profesionalisasi industri konten digital nasional.

Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Tangerang, 7 Mei 2026 – Skill copywriter dibutuhkan untuk strategi digital marketing karena komunikasi pemasaran kini semakin bergantung pada konten yang tepat sasaran. Kemampuan menulis yang persuasif menjadi bagian penting dalam membangun branding, meningkatkan interaksi pelanggan, serta mendorong keputusan pembelian di berbagai platform digital.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi aktivitas bisnis nasional, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu menyusun pesan pemasaran efektif untuk media sosial, marketplace, website, hingga kampanye iklan digital.

Baca Juga: Skill Digital dan AI Jadi Kunci Kompetensi Kerja Masa Kini

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan keterampilan digital melalui berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan kompetensi kerja. Bidang content marketing, digital marketing, dan copywriting menjadi bagian dari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Bank Dunia menilai keterampilan komunikasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Kemampuan menyampaikan pesan yang efektif melalui platform digital membantu bisnis memperluas pasar dan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen.

Bagi masyarakat, profesi copywriter membuka peluang kerja baru di sektor digital yang terus berkembang. Tidak hanya di perusahaan besar, UMKM juga membutuhkan copywriter untuk memperkuat promosi produk, membangun identitas merek, dan meningkatkan penjualan melalui pemasaran digital.

Selain itu, skill copywriter membantu bisnis menyampaikan pesan pemasaran dengan lebih efektif. Konten yang jelas dan persuasif mampu menarik perhatian konsumen lebih cepat. Hal ini penting untuk meningkatkan interaksi dan keputusan pembelian.

Di sisi lain, media sosial dan marketplace membutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Setiap platform memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, kemampuan copywriting menjadi bagian penting dalam digital marketing modern.

Selanjutnya, pelatihan copywriting juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun UMKM. Dengan keterampilan yang tepat, copywriter dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis digital.

GETI: Tingkatkan Skill Digital untuk Masa Depan Kariermu

Tangerang, 7 Mei 2026 — GETI resmi menghadirkan program peningkatan keterampilan digital yang dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan pasar kerja yang terus berkembang.

Program ini hadir di tengah meningkatnya permintaan tenaga kerja digital di berbagai sektor industri. Berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kebutuhan akan talenta digital terampil semakin mendesak seiring transformasi teknologi yang masif.

Namun, kesenjangan keterampilan digital masih menjadi hambatan utama. Banyak tenaga kerja belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi. Karena itu, program GETI hadir sebagai solusi terstruktur yang dapat diakses secara luas.

Baca juga: Skill Digital Paling Mahal dan Dicari di Tahun 2026

Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

Program GETI dirancang mengacu pada standar kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan.

Materi yang ditawarkan mencakup berbagai bidang digital, mulai dari pemasaran digital, analisis data, hingga pengelolaan konten berbasis platform. Selain itu, tersedia pula jalur pembelajaran yang berfokus pada kecakapan teknis seperti pengembangan aplikasi dan keamanan siber.

Sehingga, peserta memiliki fleksibilitas untuk memilih jalur sesuai minat dan kebutuhan karier masing-masing.

Peluang Karier di Era Digital

Berdasarkan laporan International Labour Organization, otomatisasi dan digitalisasi mengubah lanskap pekerjaan secara fundamental di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, profesi berbasis keterampilan digital justru menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten.

Baca juga: GETI: Pusat Pelatihan Kerja Digital Terlengkap di Indonesia

Pemerintah pun aktif mendukung upaya peningkatan literasi dan keterampilan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat program pelatihan digital nasional terus diperluas jangkauannya setiap tahun.

Dengan demikian, kehadiran program seperti GETI menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan SDM digital Indonesia. Ke depan, tenaga kerja yang memiliki sertifikasi keterampilan digital diperkirakan akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja nasional maupun global.

GETI: Pusat Pelatihan Kerja Digital Terlengkap di Indonesia

Tangerang, 6 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) resmi memperkuat posisinya sebagai penyelenggara program pelatihan kerja digital terlengkap di Indonesia dengan menghadirkan berbagai skema pelatihan berbasis kompetensi industri.

Program yang dijalankan GETI mencakup bidang teknologi informasi, sistem enterprise, keamanan siber, hingga literasi data. Selain itu, seluruh kurikulum dirancang selaras dengan kebutuhan nyata dunia kerja digital saat ini.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis. Mereka juga dibekali keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di lingkungan profesional.

Baca juga: GETI: Solusi Cerdas Tingkatkan Skill di Era Digital Kini

Kurikulum Berbasis Standar Industri dan KKNI

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kesenjangan kompetensi digital masih menjadi tantangan utama tenaga kerja Indonesia. Karena itu, GETI mengembangkan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Sementara itu, laporan World Bank mencatat bahwa investasi dalam pelatihan tenaga kerja digital berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produktivitas di negara berkembang. Hal ini memperkuat urgensi program seperti yang dijalankan GETI.

Di samping itu, setiap modul pelatihan dirancang bersama mitra industri. Pendekatan ini memastikan relevansi materi dengan kebutuhan aktual perusahaan teknologi dan non-teknologi di Indonesia.

Baca juga: Resiliensi Digital Mental Tangguh di Tengah Disrupsi Adalah “Mata Uang” Termahal

Sertifikasi Resmi Perkuat Nilai Kompetensi Peserta

GETI juga berkolaborasi dengan LSP GETI selaku lembaga sertifikasi profesi resmi di bawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Oleh sebab itu, lulusan program pelatihan dapat langsung mengikuti uji kompetensi bersertifikat nasional.

Namun, keunggulan GETI tidak berhenti pada sertifikasi semata. Peserta juga mendapatkan akses ke ekosistem jaringan profesional yang menghubungkan mereka dengan perusahaan mitra rekrutmen.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan industri digital nasional, permintaan terhadap tenaga kerja terampil di bidang teknologi diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, program pelatihan kerja digital GETI diposisikan sebagai salah satu solusi strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi persaingan global.

Edukasi Digital dan AI untuk Masa Depan Profesional

Tangerang, 5 Mei 2026 – Edukasi digital dan AI untuk masa depan profesional menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan kini menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi pola kerja nasional, terutama pada sektor jasa, perdagangan, pendidikan, dan industri kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi, analisis data, serta sistem kerja berbasis otomatisasi.

Baca Juga:Pelatihan Digital Membantu Karier Lebih Kompetitif

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan digital. Program tersebut membantu masyarakat memperoleh kemampuan baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan mendukung kesiapan kerja yang lebih kompetitif.

Secara global, Bank Dunia menilai pengembangan keterampilan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Laporan World Bank juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan AI dapat memperluas peluang kerja baru, terutama pada negara berkembang dengan populasi usia produktif yang besar.

Bagi masyarakat, edukasi digital membuka peluang karier yang lebih luas dan membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan industri. Keterampilan baru juga mendukung produktivitas kerja dan memperkuat kesiapan menghadapi persaingan profesional yang semakin dinamis.

Selain itu, edukasi digital membantu pekerja memahami perubahan kebutuhan industri. Keterampilan seperti analisis data, pemasaran digital, dan penggunaan AI semakin dibutuhkan. Hal ini membuat tenaga kerja lebih siap menghadapi persaingan profesional.

Di sisi lain, pelatihan berbasis teknologi memberi akses belajar yang lebih fleksibel. Masyarakat dapat meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Karena itu, proses pengembangan karier menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, sertifikasi kompetensi juga menjadi nilai tambah penting. Dokumen tersebut membantu perusahaan menilai kesiapan kandidat secara lebih terukur. Dengan langkah ini, peluang kerja profesional menjadi semakin terbuka luas.