Category: learning

GETI: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Profesional

Tangerang, 19 Mei 2026 — GETI: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Profesional menjadi program penguatan keterampilan bagi calon pekerja dan pelaku usaha.

Program ini berfokus pada kemampuan merancang konten, membaca data kampanye, dan memahami perilaku konsumen digital. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal kanal promosi, tetapi juga proses kerja pemasaran.

Kebutuhan pelatihan meningkat karena aktivitas ekonomi makin bergeser ke ruang digital. Selain itu, perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengelola pemasaran berbasis data.

Baca juga: Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Digitalisasi Membuka Kebutuhan Baru

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023 mencatat perkembangan internet dari sisi penyelenggara dan pengguna. Data tersebut menunjukkan akses digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan ekonomi digital Asia Tenggara dalam fase pertumbuhan. Laporan itu juga menyoroti peran e-commerce sebagai sektor utama kawasan.

Namun, akses internet saja tidak cukup untuk membangun karier digital. Karena itu, pelatihan perlu diarahkan pada keterampilan teknis, strategi kampanye, dan evaluasi performa.

Bagi masyarakat, pelatihan digital marketing dapat membuka jalur kerja yang lebih fleksibel. Artinya, peserta dapat masuk ke bidang pemasaran, penjualan daring, konten, atau pengelolaan media sosial.

Baca juga: Pelatihan Digital: Kunci Utama Perkembangan Karir

Vokasi Digital Perlu Terukur

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan yang terstruktur membantu peserta memahami proses kerja industri. Dengan kata lain, materi tidak berhenti pada teori, tetapi diarahkan pada praktik dan bukti hasil.

Dalam konteks GETI, pelatihan digital marketing dapat menjadi bekal sebelum peserta mengambil sertifikasi kompetensi. Kemudian, portofolio kampanye dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan secara lebih konkret.

Konkretnya, peserta perlu memahami target audiens, pesan promosi, kalender konten, metrik iklan, dan pelaporan sederhana. Keterampilan ini membantu proses kerja pemasaran berjalan lebih tertib.

Ke depan, kebutuhan profesional pemasaran digital diperkirakan tetap mengikuti pertumbuhan platform dan transaksi daring. Oleh sebab itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi fondasi penting bagi karier yang lebih adaptif.

Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Tangerang, 19 Mei 2026 — Pembuatan konten digital tingkatkan branding UMKM di tengah persaingan bisnis berbasis online yang semakin berkembang. Pelaku usaha kini memanfaatkan media sosial, marketplace, dan platform video digital untuk memperkuat identitas merek sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam membangun branding yang konsisten dan mampu bersaing di pasar digital.

Baca Juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan digital terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan strategi pemasaran berbasis konten menjadi semakin penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Pembuatan konten digital mencakup pengelolaan foto produk, video promosi, desain media sosial, penulisan deskripsi produk, hingga strategi komunikasi merek. Konten yang menarik membantu pelaku usaha meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat identitas bisnis di platform digital.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. Pemanfaatan konten digital juga membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen secara lebih cepat melalui interaksi di media online.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Karena itu, kebutuhan pemasaran digital dan strategi branding berbasis konten semakin meningkat di berbagai sektor usaha.

Bagi masyarakat, penguatan branding UMKM berdampak pada peningkatan penjualan produk lokal, pertumbuhan industri kreatif, dan penciptaan peluang kerja baru di sektor digital. Konten digital juga membantu konsumen memperoleh informasi produk secara lebih jelas dan mudah diakses.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan pemasaran online, edukasi pembuatan konten, dan pendampingan bisnis berbasis teknologi. Tren ini menunjukkan bahwa pembuatan konten digital bukan sekadar strategi promosi, tetapi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM modern.

Edukasi Skill Digital untuk Karier Lebih Kompetitif

Tangerang, 18 Mei 2026 — Edukasi Skill Digital untuk Karier yang Lebih Kompetitif menjadi kebutuhan penting bagi pekerja, pelajar, dan pelaku usaha.

Program edukasi ini berfokus pada kemampuan menggunakan perangkat digital, membaca data, membuat konten, dan memahami keamanan dasar. Dengan demikian, peserta memiliki bekal kerja yang lebih relevan.

Kebutuhan tersebut meningkat karena hampir semua sektor memakai teknologi. Selain itu, proses rekrutmen kini makin memperhatikan kemampuan adaptasi digital, ketelitian data, dan komunikasi daring.

Baca juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Akses Internet Dorong Kebutuhan Skill

Badan Pusat Statistik dalam Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 mencatat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Data itu berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebut ekonomi digital ASEAN terus berkembang. Laporan itu menempatkan kawasan ini dalam fase menuju ekonomi digital bernilai besar.

Namun, akses internet tidak otomatis menghasilkan produktivitas. Karena itu, edukasi skill digital perlu mengajarkan cara kerja yang praktis, aman, dan terukur.

Bagi masyarakat, kemampuan digital dapat memperluas pilihan karier. Artinya, seseorang bisa masuk ke bidang administrasi digital, pemasaran, layanan pelanggan, konten, atau operasional bisnis.

Baca juga: Mengubah Viewer Menjadi Pembeli Setia dengan Konten Soft-Selling

Vokasi Digital Butuh Ukuran Jelas

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan digital perlu disusun berdasarkan hasil yang dapat diperiksa. Dengan kata lain, peserta tidak cukup hanya mengikuti kelas, tetapi harus menghasilkan bukti kemampuan.

Dalam praktiknya, edukasi skill digital dapat mencakup pengolahan dokumen, analisis sederhana, komunikasi daring, dan etika penggunaan platform. Kemudian, hasil belajar perlu diarahkan menjadi portofolio kerja yang mudah ditinjau pemberi kerja.

Pada saat yang sama, lembaga pelatihan perlu menjaga kurikulum tetap relevan. Materi harus mengikuti perubahan platform, kebutuhan industri, dan standar asesmen.

Ke depan, kebutuhan karier akan makin dipengaruhi otomatisasi, data, dan layanan berbasis platform. Oleh sebab itu, edukasi skill digital menjadi fondasi penting agar tenaga kerja lebih kompetitif.

Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Tangerang, 18 Mei 2026 — Penggunaan aplikasi ERP untuk efisiensi bisnis UMKM semakin meningkat seiring percepatan transformasi digital. Karena itu, pelaku usaha mulai memanfaatkan sistem digital untuk mengelola bisnis secara lebih terintegrasi dan efisien.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data, pencatatan transaksi, dan koordinasi operasional bisnis.

Baca Juga: Sertifikasi Logistik Ekspor untuk Peluang Karier Global

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk mulai menggunakan sistem digital yang mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan bisnis.

Aplikasi ERP memungkinkan pelaku UMKM mengintegrasikan berbagai aktivitas usaha dalam satu sistem. Pengelolaan stok, pencatatan penjualan, laporan keuangan, hingga pemantauan distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur melalui platform digital.

Digitalisasi Dorong Produktivitas UMKM

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan produktivitas dan ketahanan bisnis. Oleh sebab itu, sistem manajemen berbasis teknologi membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang lebih akurat.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut mendorong kebutuhan sistem operasional bisnis yang lebih modern bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, penggunaan aplikasi ERP pada UMKM berdampak pada peningkatan kualitas layanan, percepatan distribusi produk, dan penguatan daya saing usaha lokal. Sistem digital juga membantu pelaku usaha mengurangi kesalahan administrasi dan biaya operasional.

Dukungan Pemerintah untuk Transformasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan teknologi, pendampingan bisnis, dan peningkatan literasi digital. Dengan demikian, penggunaan aplikasi ERP bukan hanya kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga solusi penting bagi UMKM modern untuk tumbuh lebih efisien dan kompetitif.

Pelatihan Ekspor Digital bagi UMKM untuk Go Global

Tangerang, 15 Mei 2026 — Pelatihan Ekspor Digital bagi UMKM yang Ingin Go Global menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar.

Pelatihan ini membantu UMKM memahami pemasaran digital, dokumen ekspor, kanal penjualan, dan komunikasi dengan pembeli luar negeri. Dengan demikian, kesiapan ekspor tidak berhenti pada kualitas produk.

Kebutuhan tersebut meningkat karena pasar digital membuka akses lintas negara. Selain itu, UMKM perlu memahami prosedur agar transaksi internasional berjalan lebih tertib.

Baca juga: Pelatihan Digital: Kunci Utama Perkembangan Karir

UMKM Membutuhkan Literasi Ekspor

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor 2024 menerbitkan data tahunan ekspor Indonesia. Publikasi itu menjadi rujukan resmi untuk melihat komoditas, negara tujuan, dan pola perdagangan nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Laporan tersebut menempatkan e-commerce sebagai sektor utama dalam ekosistem digital kawasan.

Namun, akses ke platform digital tidak otomatis membuat UMKM siap ekspor. Karena itu, pelatihan perlu mencakup riset pasar, katalog produk, harga ekspor, pengemasan, dan dokumen pendukung.

Bagi masyarakat, pelatihan ekspor digital dapat membuka peluang usaha yang lebih luas. Artinya, pelaku UMKM memiliki jalur belajar yang lebih terstruktur sebelum menargetkan pembeli global.

Baca juga: Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Kebijakan Vokasi Mendukung Daya Saing

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, penguatan UMKM juga terkait dengan agenda peningkatan produktivitas dan akses pasar. Dengan kata lain, pelatihan harus menjawab kebutuhan praktik, bukan hanya pemahaman umum.

Dalam pelatihan ekspor digital, peserta perlu memahami promosi lintas platform dan korespondensi bisnis. Kemudian, peserta juga perlu belajar membaca permintaan pembeli, syarat pengiriman, dan risiko transaksi.

Pada saat yang sama, pendampingan pascapelatihan penting untuk menjaga konsistensi. UMKM membutuhkan evaluasi produk, materi promosi, dan kesiapan administrasi secara berkala.

Ke depan, peluang ekspor UMKM akan makin dipengaruhi kemampuan digital dan ketertiban proses bisnis. Oleh sebab itu, pelatihan ekspor digital menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin go global.

Pemasaran Digital untuk UMKM Lebih Kompetitif Global

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pemasaran digital untuk UMKM lebih kompetitif global menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan pola bisnis yang semakin berbasis teknologi. Pelaku usaha kecil kini tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga dituntut mampu menjangkau konsumen lintas daerah hingga pasar internasional.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam promosi produk, pengelolaan pelanggan, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Baca Juga: Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada belanja online membuat strategi pemasaran digital menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha.

Strategi Digital Tingkatkan Daya Saing

Pemasaran digital mencakup promosi melalui media sosial, marketplace, iklan berbayar, optimasi mesin pencari, hingga pembuatan konten yang menarik. Strategi ini membantu UMKM membangun brand, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar secara lebih efisien.

Selain itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. E-commerce menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut, termasuk bagi usaha kecil yang memanfaatkan kanal digital untuk penjualan.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa literasi digital dan adopsi teknologi berkontribusi pada produktivitas usaha kecil. UMKM yang mampu mengelola pemasaran digital dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Bagi masyarakat, penguatan pemasaran digital UMKM membuka peluang peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Produk lokal yang dipasarkan secara profesional juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk pasar nasional maupun global.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, onboarding marketplace, dan pendampingan usaha berbasis teknologi. Tren ekonomi modern menunjukkan bahwa pemasaran digital bukan lagi pelengkap, tetapi strategi utama agar UMKM mampu naik kelas dan bersaing secara global.

Pelatihan Konten Kreator Perkuat Personal Branding

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pelatihan Konten Kreator untuk Bangun Personal Branding menjadi kebutuhan penting bagi pekerja, pelaku usaha, dan profesional mandiri.

Pelatihan ini membantu peserta memahami strategi konten, identitas digital, komunikasi visual, dan konsistensi pesan. Dengan demikian, personal branding dapat dibangun secara lebih terarah.

Kebutuhan tersebut meningkat karena reputasi profesional kini banyak terbentuk di ruang digital. Selain itu, perusahaan dan klien sering menilai kredibilitas melalui jejak konten.

Baca juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Ruang Digital Membentuk Reputasi Baru

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 mencatat penggunaan internet sebagai bagian penting aktivitas masyarakat. Publikasi itu menjadi rujukan resmi untuk membaca perkembangan akses digital nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan ekonomi digital Asia Tenggara dalam fase pertumbuhan. Laporan tersebut juga menunjukkan peran platform digital dalam kegiatan ekonomi kawasan.

Namun, akses platform tidak otomatis menghasilkan reputasi yang kuat. Karena itu, pelatihan konten kreator perlu mengajarkan perencanaan pesan, segmentasi audiens, dan pengukuran respons.

Bagi masyarakat, kemampuan membuat konten dapat membuka peluang kerja dan usaha. Artinya, peserta dapat mengembangkan karier sebagai kreator, admin media sosial, pemasar digital, atau konsultan personal branding.

Baca juga: Edukasi Skill Digital untuk Karier Lebih Kompetitif

Vokasi Digital Perlu Berbasis Praktik

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan berbasis praktik membantu peserta menghasilkan portofolio yang dapat dinilai. Dengan kata lain, hasil belajar tidak berhenti pada teori komunikasi.

Dalam pelatihan konten kreator, peserta perlu memahami riset audiens, penulisan naskah, produksi visual, dan kalender publikasi. Kemudian, peserta juga perlu mengevaluasi metrik sederhana seperti jangkauan, interaksi, dan konsistensi unggahan.

Pada saat yang sama, etika digital menjadi aspek penting. Kreator perlu menjaga akurasi informasi, hak cipta, dan batas promosi agar reputasi tidak rusak.

Ke depan, personal branding akan makin dipengaruhi kualitas konten dan konsistensi komunikasi. Oleh sebab itu, pelatihan konten kreator menjadi fondasi penting bagi karier yang lebih kompetitif.

Tags:

Manajemen Marketplace Jadi Kunci Sukses UMKM Digital

Tangerang, 12 Mei 2026 — Manajemen marketplace jadi kunci sukses UMKM digital di tengah persaingan bisnis yang semakin bergeser ke platform daring. Pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut hadir di marketplace, tetapi juga harus mampu mengelola toko digital secara efektif agar penjualan dapat tumbuh berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan marketplace secara optimal karena masih terbatasnya literasi digital dan strategi pemasaran berbasis data.

Baca Juga: Pelatihan Digital Bisnis untuk Tingkatkan Skill UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan elektronik terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen. Belanja online kini menjadi kebiasaan baru masyarakat, sehingga kehadiran UMKM di marketplace menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing usaha.

Strategi Penting dalam Manajemen Marketplace

Manajemen marketplace adalah proses mengelola seluruh aktivitas penjualan di platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga marketplace ekspor agar bisnis berjalan efektif dan menghasilkan penjualan yang stabil.

Pertama, pengelolaan katalog produk harus diperhatikan. Foto produk harus menarik, deskripsi jelas, kata kunci relevan, serta informasi harga dan stok selalu diperbarui agar produk mudah ditemukan konsumen.

Kedua, strategi promosi juga sangat penting. Voucher, diskon, bundling, flash sale, dan iklan berbayar dapat membantu meningkatkan traffic dan conversion rate. Promo yang tepat membuat produk lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

Selain itu, pelayanan pelanggan harus responsif. Penanganan chat, komplain, rating, dan ulasan sangat memengaruhi kepercayaan konsumen. Pengelolaan logistik dan pengiriman juga harus tepat waktu agar performa toko tetap baik.

Dukungan Pemerintah dan Peluang UMKM

Marketplace menyediakan dashboard performa seperti jumlah kunjungan, tingkat konversi, dan produk terlaris. Data ini membantu pelaku usaha menentukan strategi bisnis berikutnya secara lebih efektif.

Pemerintah melalui program transformasi digital UMKM terus mendorong pelatihan pengelolaan marketplace dan onboarding platform digital. Oleh karena itu, manajemen marketplace kini menjadi fondasi utama agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era digital.

GETI Hadirkan Pelatihan E-Commerce dan Penjualan Daring

Tangerang, 12 Mei 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja GeTI Incubator (LPK GETI) menghadirkan program pelatihan e-commerce dan penjualan daring secara reguler. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kerja di sektor digital. Program tersebut terintegrasi dengan skema sertifikasi BNSP melalui LSP GETI.

Pelatihan ini menyasar profesional, pelaku UMKM, hingga mahasiswa yang ingin masuk industri digital. Selain itu, materi mencakup operasional marketplace, manajemen produk, hingga strategi pemasaran digital. Kurikulum disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Mengikuti Pertumbuhan Ekonomi Digital

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, transaksi e-commerce nasional tumbuh 6,19 persen secara kuartalan pada kuartal ketiga 2025. Bank Indonesia juga mencatat nilai transaksi mencapai Rp134,67 triliun pada periode tersebut. Angka itu meningkat 20,5 persen secara tahunan.

Baca juga: GETI: Platform Pelatihan Digital untuk Pemula dan Ahli

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun ini. Laporan itu disusun bersama oleh Google, Temasek, dan Bain & Company. Sektor e-commerce diperkirakan menyumbang sekitar 71 miliar dolar AS, naik dari tahun sebelumnya.

Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, BPS melalui Survei E-Commerce 2025 mencatat peningkatan pemanfaatan internet sebagai kanal transaksi nasional. Karena itu, kesenjangan keterampilan tenaga kerja menjadi tantangan utama industri.

Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan akses peningkatan kompetensi yang terstruktur dan terukur. Pemegang sertifikat berpotensi memperoleh peluang kerja yang lebih luas. Selain itu, pelaku UMKM dapat memperkuat strategi penjualan online mereka secara profesional dan berkelanjutan.

Baca juga: 5 Soft Skills Digital yang Tak Bisa Digantikan AI di 2026

Mendukung Transformasi Digital Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kompetensi nasional. Bahkan, skema e-commerce dan penjualan daring termasuk prioritas pengembangan tenaga kerja digital. Di samping itu, BNSP memverifikasi lembaga pelatihan dan sertifikasi yang memenuhi standar kompetensi nasional.

LPK GETI berlokasi di Great Western Resort, Kota Tangerang, Banten. Selain itu, kegiatan pelatihan dan asesmen dapat diikuti secara jarak jauh tanpa batasan lokasi geografis bagi peserta. Sertifikat yang diberikan berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional maupun di pasar kerja.

Ke depan, kebutuhan pelatihan e-commerce diperkirakan terus meningkat seiring percepatan adopsi digital. Lebih lanjut, dukungan kebijakan dan tren transaksi yang naik memperkuat ekosistem. Program serupa kini menjadi penopang kompetensi tenaga kerja perdagangan elektronik Indonesia.

GETI Buka Pelatihan ERP dan Logistik Berbasis Teknologi

Tangerang, 11 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) resmi membuka program pelatihan Enterprise Resource Planning (ERP) dan logistik berbasis teknologi, menyasar tenaga kerja muda dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi di era transformasi digital.

Program ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga terampil di bidang sistem manajemen bisnis digital. Selain itu, pelatihan ini menggabungkan pembelajaran berbasis praktik dengan simulasi sistem ERP yang digunakan industri secara nyata.

Peserta akan mempelajari modul manajemen rantai pasok, pengelolaan inventaris digital, hingga integrasi sistem logistik dengan platform ERP. Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan siap bekerja di perusahaan manufaktur, distribusi, maupun ritel modern.

Baca juga: GETI: Pelatihan Digital Terbaik untuk Upgrade Skill Anda

ERP dan Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Industri

Adopsi sistem ERP di kalangan perusahaan Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital pascapandemi. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perindustrian, digitalisasi proses bisnis menjadi salah satu prioritas dalam peta jalan industri nasional.

Karena itu, kebutuhan tenaga yang memahami sistem ERP dan manajemen logistik berbasis teknologi semakin tinggi. Namun, pasokan sumber daya manusia dengan keahlian tersebut masih belum mencukupi permintaan pasar kerja.

Di samping itu, laporan World Economic Forum memproyeksikan bahwa keterampilan digital, termasuk penguasaan sistem manajemen bisnis terintegrasi, akan menjadi kompetensi inti yang paling dicari perusahaan global dalam beberapa tahun ke depan. Indonesia perlu bergerak cepat menyiapkan tenaga kerjanya.

Baca juga: Pembuatan Konten Kreatif untuk Meningkatkan Engagement

Pelatihan Berbasis Teknologi Perkuat Daya Saing SDM

GETI merancang kurikulum pelatihan ini bersama praktisi industri dari sektor logistik dan teknologi informasi. Hasilnya, materi pembelajaran mencerminkan kebutuhan aktual dunia kerja, bukan sekadar teori akademis.

Sementara itu, metode pelatihan mencakup studi kasus nyata, simulasi operasional, dan sesi mentoring langsung dari profesional berpengalaman. Pendekatan ini bertujuan mempercepat kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perdagangan dan logistik termasuk penyumbang tenaga kerja terbesar dalam struktur ketenagakerjaan nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di sektor ini berdampak luas terhadap produktivitas ekonomi.

Seiring percepatan adopsi teknologi di sektor industri dan perdagangan, program pelatihan ERP dan logistik berbasis teknologi seperti yang dikembangkan GETI diproyeksikan menjadi salah satu jalur strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.