Category: learning

Pembuatan Konten Kreatif untuk Meningkatkan Engagement

Tangerang, 8 Mei 2026 – Pembuatan konten kreatif untuk meningkatkan engagement menjadi strategi penting dalam pemasaran digital modern. Konten yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens membantu bisnis membangun interaksi yang lebih kuat serta memperluas jangkauan komunikasi di berbagai platform digital.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi aktivitas ekonomi nasional, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan strategi komunikasi yang efektif melalui media sosial, website, marketplace, dan platform digital lainnya untuk mempertahankan perhatian konsumen.

Baca Juga: Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan keterampilan digital melalui pelatihan vokasi dan pengembangan kompetensi kerja. Bidang content creation, digital marketing, dan social media management menjadi bagian dari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Secara global, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus meningkat. Aktivitas belanja daring dan interaksi konsumen berbasis platform digital mendorong kebutuhan terhadap strategi konten yang lebih efektif dan berorientasi pada engagement.

Bank Dunia menilai keterampilan komunikasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan pelaku usaha. Konten kreatif yang tepat dapat membantu bisnis membangun kepercayaan konsumen serta memperkuat identitas merek di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Pentingnya Konten Kreatif

Selain itu, konten kreatif membantu bisnis membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens. Pesan yang menarik lebih mudah dipahami dan diingat oleh konsumen. Hal ini penting untuk meningkatkan interaksi dan loyalitas pelanggan.

Strategi Konten di Setiap Platform

Di sisi lain, setiap platform digital memiliki karakter audiens yang berbeda. Media sosial, marketplace, dan website membutuhkan pendekatan konten yang tidak sama. Karena itu, strategi pembuatan konten harus disesuaikan dengan tujuan pemasaran.

Peluang Karier di Bidang Content Creation

Selanjutnya, pelatihan content creation juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun UMKM. Dengan keterampilan yang tepat, content creator dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis digital.

GETI Buka Kursus Konten Kreator Digital Terstruktur dan Menyeluruh

Tangerang, 8 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) meluncurkan kursus konten kreator digital yang terstruktur penuh, menyasar generasi muda dan profesional yang ingin membangun karier di industri ekonomi kreatif digital Indonesia.

Program ini hadir menjawab tingginya permintaan tenaga kreator berkualitas di industri konten nasional. Selain itu, kursus ini menjadi salah satu program terstruktur pertama yang mencakup seluruh aspek produksi konten secara komprehensif.

Peserta akan menjalani pembelajaran bertahap, mulai dari konsep dasar pembuatan konten, teknik produksi video dan visual, hingga strategi distribusi di berbagai platform digital. Dengan demikian, lulusan program ini siap berkarier sebagai kreator profesional yang berdaya saing.

Baca juga: GETI: Tingkatkan Skill Digital untuk Masa Depan Kariermu

Industri Konten Digital Tumbuh Pesat di Indonesia

Industri konten digital Indonesia berkembang dengan sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain, ekonomi digital Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

Karena itu, kebutuhan akan kreator konten yang terampil dan profesional terus meningkat. Namun, sebagian besar pelaku industri ini masih bekerja tanpa pembekalan metodologi yang terstruktur.

Di samping itu, laporan We Are Social mencatat Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi konten digital tertinggi di dunia. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi kreator yang memiliki kompetensi teknis dan strategi konten yang kuat.

Baca juga: Rekomendasi Pelatihan Digital Terpercaya di Indonesia

Kurikulum Menyeluruh dari Produksi hingga Monetisasi

GETI merancang kurikulum kursus ini bersama praktisi industri konten dan pakar pemasaran digital. Hasilnya, materi pembelajaran mencakup seluruh siklus kreasi konten, mulai dari ide hingga monetisasi.

Sementara itu, metode pelatihan menggabungkan sesi praktik langsung, portofolio berbasis proyek nyata, dan mentoring dari kreator berpengalaman. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memproduksi konten berkualitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi di subsektor konten digital berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Seiring terus meluasnya adopsi platform digital di berbagai lapisan masyarakat, kursus konten kreator terstruktur seperti yang dikembangkan GETI diproyeksikan menjadi jalur utama profesionalisasi industri konten digital nasional.

Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Tangerang, 7 Mei 2026 – Skill copywriter dibutuhkan untuk strategi digital marketing karena komunikasi pemasaran kini semakin bergantung pada konten yang tepat sasaran. Kemampuan menulis yang persuasif menjadi bagian penting dalam membangun branding, meningkatkan interaksi pelanggan, serta mendorong keputusan pembelian di berbagai platform digital.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi aktivitas bisnis nasional, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu menyusun pesan pemasaran efektif untuk media sosial, marketplace, website, hingga kampanye iklan digital.

Baca Juga: Skill Digital dan AI Jadi Kunci Kompetensi Kerja Masa Kini

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan keterampilan digital melalui berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan kompetensi kerja. Bidang content marketing, digital marketing, dan copywriting menjadi bagian dari keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Bank Dunia menilai keterampilan komunikasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Kemampuan menyampaikan pesan yang efektif melalui platform digital membantu bisnis memperluas pasar dan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen.

Bagi masyarakat, profesi copywriter membuka peluang kerja baru di sektor digital yang terus berkembang. Tidak hanya di perusahaan besar, UMKM juga membutuhkan copywriter untuk memperkuat promosi produk, membangun identitas merek, dan meningkatkan penjualan melalui pemasaran digital.

Selain itu, skill copywriter membantu bisnis menyampaikan pesan pemasaran dengan lebih efektif. Konten yang jelas dan persuasif mampu menarik perhatian konsumen lebih cepat. Hal ini penting untuk meningkatkan interaksi dan keputusan pembelian.

Di sisi lain, media sosial dan marketplace membutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Setiap platform memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, kemampuan copywriting menjadi bagian penting dalam digital marketing modern.

Selanjutnya, pelatihan copywriting juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan besar maupun UMKM. Dengan keterampilan yang tepat, copywriter dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis digital.

GETI: Tingkatkan Skill Digital untuk Masa Depan Kariermu

Tangerang, 7 Mei 2026 — GETI resmi menghadirkan program peningkatan keterampilan digital yang dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan pasar kerja yang terus berkembang.

Program ini hadir di tengah meningkatnya permintaan tenaga kerja digital di berbagai sektor industri. Berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kebutuhan akan talenta digital terampil semakin mendesak seiring transformasi teknologi yang masif.

Namun, kesenjangan keterampilan digital masih menjadi hambatan utama. Banyak tenaga kerja belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi. Karena itu, program GETI hadir sebagai solusi terstruktur yang dapat diakses secara luas.

Baca juga: Skill Digital Paling Mahal dan Dicari di Tahun 2026

Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

Program GETI dirancang mengacu pada standar kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan.

Materi yang ditawarkan mencakup berbagai bidang digital, mulai dari pemasaran digital, analisis data, hingga pengelolaan konten berbasis platform. Selain itu, tersedia pula jalur pembelajaran yang berfokus pada kecakapan teknis seperti pengembangan aplikasi dan keamanan siber.

Sehingga, peserta memiliki fleksibilitas untuk memilih jalur sesuai minat dan kebutuhan karier masing-masing.

Peluang Karier di Era Digital

Berdasarkan laporan International Labour Organization, otomatisasi dan digitalisasi mengubah lanskap pekerjaan secara fundamental di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, profesi berbasis keterampilan digital justru menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten.

Baca juga: GETI: Pusat Pelatihan Kerja Digital Terlengkap di Indonesia

Pemerintah pun aktif mendukung upaya peningkatan literasi dan keterampilan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat program pelatihan digital nasional terus diperluas jangkauannya setiap tahun.

Dengan demikian, kehadiran program seperti GETI menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan SDM digital Indonesia. Ke depan, tenaga kerja yang memiliki sertifikasi keterampilan digital diperkirakan akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja nasional maupun global.

GETI: Pusat Pelatihan Kerja Digital Terlengkap di Indonesia

Tangerang, 6 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) resmi memperkuat posisinya sebagai penyelenggara program pelatihan kerja digital terlengkap di Indonesia dengan menghadirkan berbagai skema pelatihan berbasis kompetensi industri.

Program yang dijalankan GETI mencakup bidang teknologi informasi, sistem enterprise, keamanan siber, hingga literasi data. Selain itu, seluruh kurikulum dirancang selaras dengan kebutuhan nyata dunia kerja digital saat ini.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis. Mereka juga dibekali keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di lingkungan profesional.

Baca juga: GETI: Solusi Cerdas Tingkatkan Skill di Era Digital Kini

Kurikulum Berbasis Standar Industri dan KKNI

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kesenjangan kompetensi digital masih menjadi tantangan utama tenaga kerja Indonesia. Karena itu, GETI mengembangkan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Sementara itu, laporan World Bank mencatat bahwa investasi dalam pelatihan tenaga kerja digital berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produktivitas di negara berkembang. Hal ini memperkuat urgensi program seperti yang dijalankan GETI.

Di samping itu, setiap modul pelatihan dirancang bersama mitra industri. Pendekatan ini memastikan relevansi materi dengan kebutuhan aktual perusahaan teknologi dan non-teknologi di Indonesia.

Baca juga: Resiliensi Digital Mental Tangguh di Tengah Disrupsi Adalah “Mata Uang” Termahal

Sertifikasi Resmi Perkuat Nilai Kompetensi Peserta

GETI juga berkolaborasi dengan LSP GETI selaku lembaga sertifikasi profesi resmi di bawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Oleh sebab itu, lulusan program pelatihan dapat langsung mengikuti uji kompetensi bersertifikat nasional.

Namun, keunggulan GETI tidak berhenti pada sertifikasi semata. Peserta juga mendapatkan akses ke ekosistem jaringan profesional yang menghubungkan mereka dengan perusahaan mitra rekrutmen.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan industri digital nasional, permintaan terhadap tenaga kerja terampil di bidang teknologi diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, program pelatihan kerja digital GETI diposisikan sebagai salah satu solusi strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi persaingan global.

Edukasi Digital dan AI untuk Masa Depan Profesional

Tangerang, 5 Mei 2026 – Edukasi digital dan AI untuk masa depan profesional menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan kini menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi pola kerja nasional, terutama pada sektor jasa, perdagangan, pendidikan, dan industri kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi, analisis data, serta sistem kerja berbasis otomatisasi.

Baca Juga:Pelatihan Digital Membantu Karier Lebih Kompetitif

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan digital. Program tersebut membantu masyarakat memperoleh kemampuan baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan mendukung kesiapan kerja yang lebih kompetitif.

Secara global, Bank Dunia menilai pengembangan keterampilan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Laporan World Bank juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan AI dapat memperluas peluang kerja baru, terutama pada negara berkembang dengan populasi usia produktif yang besar.

Bagi masyarakat, edukasi digital membuka peluang karier yang lebih luas dan membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan industri. Keterampilan baru juga mendukung produktivitas kerja dan memperkuat kesiapan menghadapi persaingan profesional yang semakin dinamis.

Selain itu, edukasi digital membantu pekerja memahami perubahan kebutuhan industri. Keterampilan seperti analisis data, pemasaran digital, dan penggunaan AI semakin dibutuhkan. Hal ini membuat tenaga kerja lebih siap menghadapi persaingan profesional.

Di sisi lain, pelatihan berbasis teknologi memberi akses belajar yang lebih fleksibel. Masyarakat dapat meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Karena itu, proses pengembangan karier menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, sertifikasi kompetensi juga menjadi nilai tambah penting. Dokumen tersebut membantu perusahaan menilai kesiapan kandidat secara lebih terukur. Dengan langkah ini, peluang kerja profesional menjadi semakin terbuka luas.

Pelatihan Digital LPK GETI Tangerang Siapkan Tenaga Kerja Siap Industri

Tangerang, 5 Mei 2026 — LPK GeTI Incubator (LPK GETI) yang berlokasi di kawasan Great Western Resort, Kota Tangerang, menyelenggarakan program pelatihan digital untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di era ekonomi digital.

Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari generasi muda, mahasiswa, hingga pelaku usaha. Selain itu, LPK GETI juga membuka akses pelatihan bagi peserta dari luar Tangerang melalui layanan daring.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pekerjaan berbasis teknologi dan jasa terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Ketenagakerjaan juga mencatat bahwa keterampilan digital marketing, pengelolaan data, desain visual, dan pembuatan konten menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan industri. Karena itu, kehadiran lembaga pelatihan digital yang terstandar menjadi semakin strategis.

Baca juga: Data Storytelling Seni Mengubah Tumpukan Angka Menjadi Keputusan Strategis Berharga Tinggi

Program Beragam, Kurikulum Berbasis Industri

LPK GETI menyediakan sejumlah program pelatihan digital yang mencakup digital marketing, konten kreator, bisnis online, hingga kewirausahaan digital. Sementara itu, seluruh kurikulum dirancang berbasis kebutuhan industri, bukan sekadar teori. Dengan demikian, peserta langsung dilatih menggunakan pendekatan praktis yang relevan dengan kondisi pasar kerja.

Program ini juga terintegrasi dengan skema sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang ingin mendapatkan pengakuan kompetensi resmi. Selain itu, Dispora Kota Tangerang pernah berkolaborasi dengan LPK GETI dalam program pelatihan kewirausahaan digital bagi wirausahawan muda, sebagaimana tercatat dalam laporan kegiatan resmi pemerintah kota.

Laporan Google-Temasek mengenai ekonomi digital Asia Tenggara mencatat bahwa sektor digital terus berkembang dan menciptakan kebutuhan tenaga kerja terampil. Oleh sebab itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif.

Baca juga: Manfaat Pelatihan Digital untuk Tingkatkan Skill

Dampak Pelatihan terhadap Karier dan Usaha

Pelatihan digital di LPK GETI berdampak langsung pada kesiapan kerja peserta. Individu yang menguasai keterampilan digital lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Mereka juga memiliki nilai tambah dalam proses rekrutmen karena mampu memberikan solusi kerja yang lebih efektif.

Di sisi lain, pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini memperoleh pemahaman strategi pemasaran digital yang terukur. Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha kecil. Meski demikian, konsistensi dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh tetap menjadi faktor penentu keberhasilan.

Pemerintah melalui program literasi digital nasional terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berlanjut, kebutuhan tenaga kerja terlatih secara digital diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Pelatihan Digital Membantu Karier Lebih Kompetitif

Tangerang, 4 Mei 2026 – Pelatihan digital membantu karier lebih kompetitif di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin cepat. Penguasaan keterampilan digital kini menjadi salah satu faktor penting bagi pekerja maupun pencari kerja untuk meningkatkan daya saing di berbagai sektor industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat transformasi digital terus memengaruhi pola kerja nasional, terutama pada sektor jasa, perdagangan, pendidikan, dan industri kreatif. Perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan teknologi, memahami pemasaran digital, serta beradaptasi dengan sistem kerja berbasis data.

Baca Juga: AI dan Skill Digital Jadi Senjata Generasi Siap Kerja

Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan vokasi dan digital. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Secara global, Bank Dunia menilai pengembangan keterampilan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Laporan World Bank juga menunjukkan bahwa digital skills berkontribusi terhadap peluang kerja yang lebih luas, terutama pada negara berkembang dengan populasi usia produktif yang besar.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA turut menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara yang terus meningkat. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap talenta digital, mulai dari administrasi digital, pemasaran daring, hingga pengelolaan bisnis berbasis teknologi.

Bagi masyarakat, pelatihan digital membuka peluang untuk memperoleh pekerjaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, keterampilan baru juga membantu pekerja bertahan di tengah perubahan sistem kerja yang semakin kompetitif dan fleksibel.

Pemerintah melalui berbagai program pelatihan kerja, termasuk dukungan sertifikasi kompetensi, terus memperluas akses pembelajaran berbasis digital. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesiapan kerja, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.

Dengan tren digitalisasi yang terus berkembang, pelatihan digital menjadi investasi penting bagi karier jangka panjang. Kompetensi yang relevan akan menentukan kemampuan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan profesional yang semakin dinamis.

LPK GETI Jadi Pilihan Pelatihan Kerja Digital di Tangerang

Tangerang, 4 Mei 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GETI semakin diminati sebagai pusat pelatihan keterampilan digital di Tangerang, menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di era ekonomi berbasis teknologi.

LPK GETI menawarkan berbagai program pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri digital saat ini. Program tersebut mencakup pemasaran daring, pengelolaan toko e-commerce, hingga keterampilan konten kreatif. Dengan demikian, peserta memperoleh bekal kompetensi yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

Selain itu, seluruh program pelatihan di LPK GETI terintegrasi dengan skema sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh peserta diakui secara nasional. Oleh sebab itu, lulusan LPK GETI memiliki keunggulan kompetitif dalam proses rekrutmen industri.

Baca juga: AI dan Skill Digital Jadi Senjata Generasi Siap Kerja

Program Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri Digital

Kurikulum LPK GETI disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang teknologi informasi dan pemasaran digital. Sementara itu, materi pelatihan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan platform dan tren industri. Pendekatan ini memastikan relevansi program dengan kondisi pasar kerja yang dinamis.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor ekonomi digital terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja digital dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Karena itu, lembaga pelatihan seperti LPK GETI memainkan peran strategis dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.

Baca juga: 8 Kemampuan Berpikir Kritis yang Wajib Dimiliki Gen Z untuk Menghadapi Banjir Informasi 2026

Akses Pelatihan yang Terbuka dan Terjangkau

LPK GETI membuka pelatihan bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pencari kerja, hingga pelaku usaha mikro yang ingin mengembangkan bisnis secara daring. Selain itu, tersedia pilihan pelatihan daring maupun luring sesuai kebutuhan dan kondisi peserta. Namun demikian, standar kompetensi yang diterapkan tetap seragam di kedua metode tersebut.

Lebih lanjut, LPK GETI berlokasi strategis di Tangerang dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di wilayah Banten dan sekitar Jakarta. Dukungan infrastruktur pelatihan yang memadai turut menunjang kualitas proses pembelajaran. Dengan kata lain, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang terstruktur dan berorientasi pada hasil nyata.

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dicatat dalam laporan Bank Indonesia, permintaan terhadap tenaga kerja berkompetensi digital diperkirakan terus meningkat dalam jangka menengah, menjadikan LPK GETI sebagai pilihan strategis bagi masyarakat di Tangerang yang ingin mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja masa depan.

AI dan Skill Digital Jadi Senjata Generasi Siap Kerja

Tangerang, 30 April 2026 – AI dan skill digital jadi senjata generasi siap kerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang memahami teori. Mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

Baca Juga: UpSkill Digital untuk Meningkatkan Peluang Karier Modern

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pekerjaan berbasis teknologi terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan pemerintah juga menunjukkan bahwa transformasi digital mendorong kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan analisis data, pemasaran digital, pembuatan konten, dan pemanfaatan kecerdasan buatan.

Artificial Intelligence atau AI menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan di berbagai industri. Selain itu, AI membantu proses kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill digital. Di sisi lain, generasi muda perlu terus belajar agar mampu bersaing di dunia kerja modern. Dengan demikian, peluang karier akan semakin terbuka.

Selain AI, keterampilan digital juga sangat penting. Skill ini meliputi digital marketing, desain visual, copywriting, data analysis, dan penggunaan aplikasi produktivitas.

Dampaknya, tenaga kerja yang memiliki pemahaman AI dan skill digital lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Mereka juga memiliki nilai tambah dalam proses rekrutmen karena mampu memberikan solusi kerja yang lebih efektif dan efisien.

Di sisi lain, kemampuan ini juga mendukung pengembangan personal branding dan peluang kerja mandiri seperti freelance, bisnis digital, hingga konsultasi berbasis teknologi. Hal ini membuka ruang karier yang lebih luas bagi generasi muda.

Ke depan, AI dan skill digital diperkirakan akan menjadi kebutuhan dasar dalam dunia profesional. Generasi yang siap belajar dan beradaptasi sejak awal akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di era kerja modern yang semakin kompetitif.