Category: learning

Skill Digital Bisnis Jadi Kebutuhan UMKM Masa Kini

Tangerang, 25 Mei 2026 — Skill digital bisnis jadi kebutuhan UMKM masa kini seiring perkembangan ekonomi berbasis teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pelaku usaha kecil kini semakin membutuhkan kemampuan digital untuk meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan mempertahankan daya saing bisnis.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan online dan ekonomi digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong UMKM memanfaatkan marketplace, media sosial, dan platform digital untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif.

Baca Juga: Digitalisasi UMKM Bantu Tingkatkan Penjualan Online

Skill digital bisnis mencakup kemampuan pemasaran online, pengelolaan marketplace, pembuatan konten digital, penggunaan aplikasi bisnis, hingga analisis data konsumen. Selain itu, kemampuan komunikasi digital juga membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih cepat.

Digitalisasi Dorong Daya Saing Bisnis

Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi operasional dan akses perdagangan. Oleh sebab itu, pelaku usaha yang memahami teknologi digital dinilai lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui perdagangan online.

Di sisi lain, peningkatan skill digital bisnis membantu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas usaha lokal. Pemanfaatan platform digital juga membantu konsumen mendapatkan produk dan layanan secara lebih praktis.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam penguasaan teknologi dan pengelolaan bisnis digital secara efektif. Karena itu, peningkatan literasi digital masih menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan UMKM modern.

Pemerintah Perkuat Literasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan bisnis, peningkatan literasi teknologi, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, skill digital bisnis bukan hanya mendukung peningkatan penjualan online, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM pada era ekonomi digital yang terus berkembang secara global.

GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Tangerang, 25 Mei 2026 — GETI siapkan SDM kompeten untuk tantangan industri melalui penguatan pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi berbasis kebutuhan dunia kerja.

Kebutuhan tenaga kerja saat ini tidak lagi berhenti pada ijazah. Industri membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi, memahami teknologi, dan memiliki bukti kompetensi yang jelas. BNSP menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi kerja menjadi bagian penting dalam menjamin mutu dan pengakuan tenaga kerja di Indonesia. (BNSP)

Baca juga: Digitalisasi UMKM Bantu Tingkatkan Penjualan Online

GETI atau Global Edukasi Talenta Inkubator memperkenalkan diri sebagai pusat pengembangan future skills yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM, pengembangan UMKM, inkubasi bisnis, pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan sertifikasi, serta penguatan kapasitas individu dan organisasi. (GeTI)

Kompetensi Jadi Kunci Adaptasi Industri

Perubahan industri membuat tenaga kerja harus lebih siap menghadapi tuntutan baru. Keahlian digital, komunikasi bisnis, pemasaran daring, ekspor, dan pengelolaan usaha menjadi semakin relevan dalam ekosistem kerja modern.

Melalui pendekatan pelatihan dan inkubasi, GETI mendorong peserta agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks pekerjaan. Model seperti ini penting karena industri membutuhkan SDM yang siap jalan, bukan hanya siap ikut seminar lalu pulang bawa tote bag.

Sertifikasi juga menjadi instrumen penting untuk mengukur kompetensi secara lebih objektif. Dalam sistem nasional, LSP menjalankan sertifikasi kompetensi berdasarkan lisensi BNSP, sehingga proses asesmen memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan SDM untuk Daya Saing

Pengembangan SDM kompeten menjadi bagian dari strategi menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Peserta yang memiliki pelatihan relevan dan sertifikasi kompetensi akan lebih mudah menunjukkan kemampuan kepada industri.

Baca juga: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Era Digital

GETI juga memiliki platform pembelajaran digital yang memudahkan akses materi dan proses belajar. Informasi pada LMS GETI menampilkan fitur pembelajaran yang mudah diakses, termasuk materi yang dapat dibuka dan diunduh peserta.

Dengan penguatan pelatihan, inkubasi, dan sertifikasi, GETI berperan dalam menyiapkan SDM yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Langkah ini relevan untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kompetensi yang bisa dibuktikan.

Digitalisasi UMKM Bantu Tingkatkan Penjualan Online

Tangerang, 23 Mei 2026 — Digitalisasi UMKM bantu tingkatkan penjualan online di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi dan perubahan pola belanja masyarakat. Pelaku usaha kecil kini mulai memanfaatkan marketplace, media sosial, dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar secara lebih efektif.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong UMKM memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan promosi produk, layanan konsumen, dan sistem penjualan berbasis online.

Baca Juga: Pelatihan UI UX Website untuk Bisnis Era Digital

Digitalisasi UMKM mencakup penggunaan marketplace, pembayaran digital, pemasaran media sosial, pengelolaan konten, hingga aplikasi bisnis untuk operasional usaha. Selain itu, pemanfaatan teknologi membantu pelaku usaha memantau transaksi dan kebutuhan konsumen secara lebih cepat.

Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis. Oleh sebab itu, pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital dinilai lebih siap menghadapi perubahan pasar dan persaingan usaha modern.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen melalui perdagangan online dan marketplace digital.

Bagi masyarakat, digitalisasi UMKM membantu meningkatkan pertumbuhan usaha lokal, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat aktivitas ekonomi berbasis teknologi. Pemanfaatan platform online juga membantu konsumen mendapatkan produk dan layanan secara lebih praktis.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam penguasaan teknologi digital, strategi pemasaran online, dan pengelolaan bisnis berbasis data. Karena itu, peningkatan literasi digital masih menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan UMKM modern.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan teknologi, pendampingan usaha, dan penguatan literasi digital. Tren tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM bukan hanya membantu meningkatkan penjualan online, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing bisnis lokal pada era ekonomi digital yang terus berkembang.

Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Era Digital

Tangerang, 23 Mei 2026 — Pelatihan Digital Marketing menjadi salah satu bekal penting bagi siapa pun yang ingin membangun karier di era digital. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari orang yang aktif di media sosial. Mereka membutuhkan talenta yang mampu menyusun strategi, membaca data, mengelola kampanye, dan memahami perilaku audiens.

Kemnaker menyediakan layanan pelatihan melalui ekosistem pelatihan kerja digital, termasuk program yang berkaitan dengan digital marketing. Salah satu deskripsi program pelatihan Kemnaker menyebutkan bahwa pelatihan digital marketing membantu peserta menguasai keterampilan dasar dan konsep digital marketing.

Digital Marketing Bukan Sekadar Posting

Banyak orang mengira digital marketing hanya soal membuat konten dan mengunggahnya ke Instagram, TikTok, atau marketplace. Padahal, pekerjaan ini lebih luas. Digital marketer perlu memahami target audiens, kanal promosi, copywriting, iklan digital, optimasi konten, analitik, dan evaluasi performa.

Baca juga: Fokus ke 5 Soft Skill Ini Dijamin Awet Sampai Pensiun

Program pelatihan digital marketing dari Kemnaker juga mencakup kemampuan seperti menganalisis target audiens di platform digital dan mengelola berbagai kanal pemasaran. Kompetensi ini penting karena dunia kerja membutuhkan kemampuan yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar teori yang rapi di slide.

Pelatihan Membantu Karier Lebih Terarah

Bagi pemula, pelatihan membantu memahami fondasi kerja digital marketing dari awal. Peserta bisa belajar menyusun strategi konten, menentukan tujuan kampanye, membaca insight, dan mengukur hasil promosi. Ini penting agar proses belajar tidak loncat-loncat seperti tab browser yang kebanyakan dibuka.

Baca juga: Edukasi Digital UMKM Dorong Bisnis Lebih Kompetitif

Bagi pekerja yang ingin beralih karier, pelatihan digital marketing dapat menjadi pintu masuk ke posisi seperti social media specialist, content marketer, marketplace specialist, SEO staff, atau performance marketing assistant. Setiap posisi membutuhkan kombinasi kemampuan kreatif, teknis, dan analitis.

Pelatihan yang baik sebaiknya memiliki materi praktik. Peserta tidak cukup hanya mendengar penjelasan. Mereka perlu membuat kalender konten, menulis materi promosi, membaca data kampanye, dan menyusun laporan sederhana. Dari situ, peserta dapat membangun portofolio yang lebih konkret.

Kominfo melalui program Digital Talent Scholarship juga menempatkan pengembangan SDM digital sebagai bagian dari percepatan transformasi digital Indonesia. Artinya, peningkatan keterampilan digital bukan lagi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan karier yang makin nyata.

Dengan pelatihan yang tepat, karier digital bisa dibangun lebih terarah. Bukan hanya terlihat sibuk online, tetapi punya kemampuan kerja yang bisa diukur.

Pelatihan UI UX Website untuk Bisnis Era Digital

Tangerang, 22 Mei 2026 — Pelatihan UI UX website untuk bisnis era digital semakin dibutuhkan seiring perkembangan perdagangan berbasis teknologi. Karena itu, kemampuan merancang tampilan dan pengalaman pengguna website menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing bisnis digital.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas ekonomi digital dan perdagangan online terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas website agar lebih mudah digunakan konsumen dan mampu mendukung transaksi digital secara efektif.

Baca Juga: Edukasi Digital UMKM Dorong Bisnis Lebih Kompetitif

UI atau user interface berfokus pada tampilan visual website, sedangkan UX atau user experience berkaitan dengan kenyamanan pengguna saat mengakses layanan digital. Karena itu, desain website yang baik membantu meningkatkan akses informasi, efektivitas transaksi, dan kualitas pelayanan bisnis.

Pelatihan UI UX website biasanya mencakup desain tampilan digital, struktur navigasi, riset kebutuhan pengguna, pengelolaan konten, hingga optimalisasi website untuk perangkat mobile. Kompetensi tersebut membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen digital secara lebih terukur.

Transformasi Digital Tingkatkan Kompetensi

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa transformasi digital membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Oleh sebab itu, website yang responsif dan mudah diakses dinilai penting dalam mendukung perkembangan usaha modern.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memahami desain digital dan pengelolaan platform online.

Di sisi lain, pelatihan UI UX website membuka peluang kerja baru pada sektor teknologi, desain digital, pemasaran online, dan pengembangan bisnis berbasis internet. Kemampuan tersebut juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan digital kepada konsumen.

Pemerintah Dorong Literasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui peningkatan literasi teknologi, pelatihan digital, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, pelatihan UI UX website menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan bisnis modern pada era ekonomi digital yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi digital masa kini.

Pelatihan E-Commerce agar Bisnis Lebih Siap Bersaing

Tangerang, 22 Mei 2026 — Pelatihan e-commerce menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin bertahan di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat. Saat ini, bisnis tidak cukup hanya membuka toko online. Pelaku usaha juga perlu memahami strategi penjualan, pengelolaan produk, layanan pelanggan, hingga evaluasi performa digital.

Badan Pusat Statistik merilis publikasi Statistik E-Commerce 2024 yang memuat profil usaha, karakteristik pekerja, aktivitas usaha, dan nilai transaksi e-commerce di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa perdagangan digital sudah menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis modern, bukan sekadar tren sementara. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Pelaku Usaha Perlu Naik Kelas

Banyak pelaku bisnis mulai masuk ke marketplace, media sosial, dan kanal penjualan digital. Namun, tidak semua memahami cara mengelola bisnis daring secara efektif. Produk bisa bagus, tetapi tetap sulit bersaing jika foto buruk, deskripsi tidak jelas, harga tidak terukur, dan respons pelanggan lambat.

Pelatihan e-commerce membantu pelaku usaha memahami alur kerja bisnis digital secara lebih rapi. Materinya dapat mencakup riset pasar, optimasi katalog produk, strategi promosi, pengelolaan pesanan, penggunaan data penjualan, serta pelayanan pelanggan.

Baca juga: Soft Skill ‘Sakti’ untuk Freelancer Digital agar Banjir Project Luar Negeri

Kemnaker melalui ekosistem SIAPkerja juga menyediakan layanan ketenagakerjaan digital yang terhubung dengan Skillhub untuk pelatihan, Karirhub untuk lowongan kerja, Sertihub untuk sertifikasi, dan layanan lain. Ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital makin diarahkan secara sistematis. (Google Play)

Pelatihan Membantu Bisnis Lebih Kompetitif

Persaingan e-commerce tidak hanya terjadi pada harga. Bisnis juga bersaing dalam kecepatan layanan, kualitas konten, kepercayaan pelanggan, dan konsistensi promosi. Tanpa kemampuan tersebut, toko online gampang tenggelam. Algoritma marketplace tidak punya rasa kasihan.

Baca juga: Edukasi Skill Digital: Kunci Utama Menghadapi Industri

Pelatihan yang baik sebaiknya tidak berhenti di teori. Peserta perlu belajar membuat katalog produk, membaca statistik penjualan, menyusun promosi, menangani komplain, dan mengevaluasi kampanye. Dengan begitu, hasil pelatihan bisa langsung diterapkan pada bisnis yang sedang berjalan.

Bagi UMKM, pelatihan e-commerce juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar. Produk lokal bisa menjangkau pembeli di luar daerah jika dikelola dengan strategi digital yang tepat. Namun, perlu konsistensi dalam kualitas produk, pengiriman, dan komunikasi dengan pelanggan.

Dengan bekal pelatihan yang sesuai, pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis berdasarkan data, bukan sekadar feeling. Ini penting agar bisnis tidak hanya ikut ramai di dunia online, tetapi benar-benar siap bersaing secara berkelanjutan.

Edukasi Digital UMKM Dorong Bisnis Lebih Kompetitif

Tangerang, 21 Mei 2026 — Edukasi digital UMKM dorong bisnis lebih kompetitif di tengah perkembangan perdagangan online dan transformasi teknologi yang terus berkembang di Indonesia. Pelaku usaha kecil dan menengah kini mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital dan strategi pemasaran online.

Baca Juga: Pelatihan Marketplace Digital Bantu UMKM Naik Kelas

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan berbasis digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan edukasi digital menjadi semakin penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan daya saing bisnis.

Edukasi digital UMKM mencakup pelatihan marketplace, pemasaran media sosial, pengelolaan konten digital, penggunaan aplikasi bisnis, hingga strategi penjualan online. Kompetensi tersebut membantu pelaku usaha meningkatkan efektivitas operasional dan memperluas jangkauan konsumen.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan produktivitas dan ketahanan bisnis. Oleh sebab itu, pelaku usaha yang memahami teknologi digital dinilai lebih siap menghadapi perubahan pasar dan persaingan usaha.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memasarkan produk melalui platform online dan marketplace digital.

Bagi masyarakat, edukasi digital UMKM membantu meningkatkan kualitas produk lokal, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Pemanfaatan platform digital juga mempermudah konsumen mendapatkan produk dan layanan secara lebih praktis.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan teknologi, peningkatan literasi digital, dan pendampingan usaha berbasis teknologi. Tren ini menunjukkan bahwa edukasi digital bukan hanya kebutuhan tambahan, tetapi bagian penting dalam membantu UMKM menjadi lebih kompetitif di era ekonomi digital modern.

Pelatihan Penjualan Daring untuk Tingkatkan Omzet Bisnis

Tangerang, 21 Mei 2026 — Pelatihan penjualan daring menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin menaikkan omzet bisnis. Perubahan perilaku konsumen membuat promosi, transaksi, dan layanan pelanggan makin banyak bergerak ke kanal digital.

Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka perlu memahami cara menampilkan produk, menulis deskripsi yang jelas, mengatur harga, membaca kebutuhan pasar, dan menjaga komunikasi dengan calon pembeli. Tanpa kemampuan itu, toko online mudah terlihat ramai di luar, tetapi sepi transaksi. Alias etalase digital, tapi kasirnya ngantuk.

Data publik menunjukkan pasar digital masih terus berkembang. Kementerian Perdagangan memproyeksikan jumlah pengguna e-commerce Indonesia pada 2025 mencapai 73,06 juta atau tumbuh 11 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa penjualan daring bukan lagi pilihan tambahan, tetapi bagian dari strategi bisnis utama.

Penjualan Daring Perlu Strategi

Dalam pelatihan penjualan daring, peserta biasanya mempelajari dasar pemasaran digital, pengelolaan toko online, teknik komunikasi dengan pelanggan, dan evaluasi performa penjualan. Materi ini penting agar pelaku usaha tidak hanya mengunggah produk, tetapi juga mampu membangun proses penjualan yang terarah.

Bagi UMKM, kemampuan membaca data sederhana seperti jumlah kunjungan, rasio tanya-jawab, dan produk paling diminati dapat membantu menentukan langkah promosi. Keputusan bisnis tidak lagi hanya berdasarkan feeling, tetapi juga bukti dari perilaku konsumen.

Baca juga: ChatGPT vs Claude

Dorong Omzet dan Kepercayaan Konsumen

Penjualan daring juga berkaitan dengan sistem pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant sampai semester I 2025. Dari jumlah merchant tersebut, 93,16 persen merupakan UMKM. Data ini memperlihatkan bahwa pelaku usaha kecil makin dekat dengan ekosistem transaksi digital.

Di Kota Tangerang, penguatan UMKM digital juga terlihat dari program pendampingan teknologi dan publikasi untuk membantu pelaku UMKM berkembang di era digital. Dukungan seperti ini relevan karena bisnis lokal membutuhkan akses, literasi, dan strategi agar mampu bersaing secara online.

Baca juga: GETI: Solusi Edukasi Digital untuk Karir Masa Depan

Dengan pelatihan yang tepat, pelaku usaha dapat memperbaiki cara jualan, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan peluang transaksi. Penjualan daring bukan sekadar pindah lapak ke internet, tetapi membangun sistem bisnis yang lebih rapi, terukur, dan siap tumbuh.

Pelatihan Marketplace Digital Bantu UMKM Naik Kelas

Tangerang, 20 Mei 2026 — Pelatihan marketplace digital bantu UMKM naik kelas di tengah pertumbuhan perdagangan online yang terus berkembang di Indonesia. Karena itu, pelaku usaha kecil mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta unit dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan toko online dan pemasaran digital.

Baca Juga: Pembuatan Konten Digital Tingkatkan Branding UMKM

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan berbasis digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kebutuhan pelatihan marketplace digital menjadi semakin penting bagi pelaku usaha yang ingin berkembang di pasar online.

Pelatihan marketplace digital mencakup pengelolaan toko online, strategi pemasaran produk, penggunaan fitur marketplace, pelayanan pelanggan, hingga analisis penjualan. Kompetensi tersebut membantu UMKM meningkatkan efektivitas operasional bisnis dan memperluas jangkauan konsumen.

Digitalisasi Perluas Peluang Usaha

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan produktivitas dan ketahanan bisnis. Oleh sebab itu, teknologi digital membantu pelaku usaha memahami tren pasar secara lebih cepat dan terukur.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Perkembangan tersebut mendorong pelaku usaha memanfaatkan marketplace sebagai saluran penjualan yang lebih efisien.

Di sisi lain, pelatihan marketplace digital membantu meningkatkan kualitas produk lokal, memperluas peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi digital. Marketplace juga mempermudah konsumen mendapatkan produk UMKM secara praktis.

Dukungan Pemerintah untuk UMKM Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan teknologi, pendampingan bisnis, dan peningkatan literasi digital. Dengan demikian, pelatihan marketplace digital bukan hanya strategi pemasaran, tetapi bagian penting dalam membantu UMKM naik kelas dan bersaing di era perdagangan digital modern.

Pelatihan ERP dan Logistik Perkuat Operasional Bisnis

Tangerang, 20 Mei 2026 — Pelatihan ERP dan Logistik untuk Operasional Bisnis menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang ingin menata proses kerja.

Pelatihan ini membantu peserta memahami alur pembelian, persediaan, penjualan, pengiriman, dan pelaporan. Dengan demikian, aktivitas bisnis dapat dicatat lebih rapi dan mudah diawasi.

Kebutuhan tersebut meningkat karena transaksi makin banyak berlangsung melalui kanal digital. Selain itu, bisnis membutuhkan data operasional yang cepat untuk mengambil keputusan harian.

Baca juga: GETI: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Profesional

Digitalisasi Membutuhkan Sistem yang Terpadu

Badan Pusat Statistik melalui Statistik E-Commerce 2023 menyajikan perkembangan e-commerce dari perspektif bisnis. Publikasi itu mencakup profil usaha, tenaga kerja, aktivitas, pendapatan, dan kendala usaha.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan e-commerce sebagai sektor utama ekonomi digital Asia Tenggara. Laporan tersebut juga menyoroti upaya bisnis digital memperkuat profitabilitas.

Namun, pertumbuhan transaksi digital tidak otomatis membuat operasional lebih tertib. Karena itu, pelatihan ERP dan logistik dibutuhkan untuk menghubungkan data gudang, pesanan, pengiriman, dan laporan keuangan.

Bagi masyarakat, pelatihan ini membuka peluang kerja di bidang administrasi bisnis, gudang, ritel, dan layanan pelanggan. Artinya, peserta memiliki bekal teknis yang dapat diterapkan lintas sektor.

Baca juga: Prediksi Tren Media Sosial 2026 dan Peluang Menjadi KOI bagi Pemula

Vokasi Menjadi Arah Penguatan SDM

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan berbasis praktik membantu peserta memahami proses bisnis secara utuh. Dengan kata lain, materi tidak berhenti pada pengenalan aplikasi, tetapi masuk ke simulasi pekerjaan.

Dalam operasional bisnis, ERP membantu menyatukan data dari beberapa bagian kerja. Kemudian, logistik memastikan barang bergerak sesuai permintaan, jadwal, dan dokumen pendukung.

Pada saat yang sama, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu membaca data dan menjaga ketelitian proses. Keterampilan ini penting untuk mengurangi kesalahan pencatatan dan keterlambatan layanan.

Ke depan, operasional bisnis akan makin bergantung pada sistem terpadu, data real-time, dan rantai pasok yang responsif. Oleh sebab itu, pelatihan ERP dan logistik menjadi fondasi penting bagi bisnis yang ingin bekerja lebih efisien.