GETI: Belajar Digital Marketing dari Nol hingga Profesional

Tangerang, 02 Juni 2026 – Program pelatihan digital marketing melalui GETI kini menjadi solusi strategis guna memenuhi lonjakan permintaan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Hal ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan keahlian digital bagi para pemula agar mampu mencapai standar profesional.

Baca Juga – GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Potensi Ekonomi Digital Nasional

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik, sektor informasi dan komunikasi di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Meskipun demikian, tantangan utama tetap berada pada kualitas sumber daya manusia nasional. Selain itu, laporan e-Conomy SEA memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan memimpin di Asia Tenggara. Oleh karena itu, agenda belajar digital marketing menjadi prioritas utama guna menyongsong kemajuan bangsa.

Dampak Bagi Kualitas Tenaga Kerja

Selanjutnya, penguasaan strategi pemasaran digital berdampak langsung pada kemampuan adaptasi pelaku usaha di pasar global. Peningkatan kompetensi ini memungkinkan efisiensi promosi serta perluasan jangkauan pasar yang jauh lebih efektif. Di sisi lain, kebijakan pemerintah terus mendorong literasi digital demi menciptakan tenaga kerja siap bersaing. Hal tersebut sejalan dengan rencana strategis nasional dalam memperkuat kapasitas talenta lokal melalui program belajar digital marketing yang intensif.

Sertifikasi sebagai Standar Industri

Kemudian, pelatihan berkelanjutan dapat memitigasi risiko pengangguran akibat ketertinggalan teknologi yang berkembang sangat cepat. Namun, koordinasi antarlembaga tetap diperlukan guna memastikan materi edukasi tetap relevan dengan dinamika industri rill. Oleh sebab itu, integrasi pengetahuan praktis saat belajar digital marketing menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi nasional bagi seluruh rakyat di nusantara.

Akhirnya, tren menunjukkan bahwa sertifikasi menjadi syarat krusial bagi profesional muda di perusahaan multinasional saat ini. Selain itu, pemanfaatan teknologi membuka potensi ekspor produk lokal ke mancanegara secara masif. Keberadaan platform GETI berperan mencetak tenaga tangguh bagi masa depan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia hari ini guna mendorong pertumbuhan yang jauh lebih inklusif bagi bangsa.


Manajemen Marketplace Penting Saat Iklan Makin Mahal

Tangerang — Manajemen marketplace penting saat iklan makin mahal dan persaingan bisnis digital semakin ketat. Pelaku usaha, khususnya UMKM, kini dituntut tidak hanya mengandalkan promosi berbayar, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan toko online agar tetap mampu menjangkau konsumen secara efektif.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan melalui platform digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berjualan secara online, persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen juga semakin tinggi di berbagai marketplace.

Baca Juga: Strategi Konten Digital untuk Bisnis UMKM Modern

Manajemen marketplace mencakup pengelolaan katalog produk, optimasi deskripsi barang, pelayanan pelanggan, pengelolaan ulasan, strategi promosi, hingga analisis data penjualan. Pengelolaan yang baik membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas produk tanpa selalu bergantung pada biaya iklan yang besar.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas akses pasar. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola kanal penjualan digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing bisnis.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang. Pertumbuhan tersebut mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan marketplace sebagai sarana utama untuk menjangkau konsumen.

Bagi masyarakat, peningkatan kemampuan manajemen marketplace dapat membantu memperkuat keberlanjutan usaha, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan produktivitas ekonomi digital. Konsumen juga memperoleh manfaat berupa akses yang lebih mudah terhadap produk dan layanan.

Namun, sebagian UMKM masih menghadapi tantangan dalam memahami fitur marketplace, membaca data penjualan, dan menyusun strategi pemasaran yang efisien. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui program pelatihan, literasi teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Tren tersebut menunjukkan bahwa manajemen marketplace semakin berperan penting dalam membantu UMKM menjaga daya saing di tengah meningkatnya biaya promosi digital dan perubahan perilaku konsumen pada era ekonomi digital saat ini.

GETI Perkuat Kualitas SDM Lewat Pelatihan Terapan

Tangerang, 2 Juni 2026 — GETI memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin kompetitif.

Pelatihan berbasis praktik menjadi penting karena perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang memahami teori. Industri membutuhkan SDM yang mampu bekerja, beradaptasi, memecahkan masalah, dan mengikuti perubahan proses bisnis secara cepat.

Data Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Jumlah ini naik 1,896 juta orang dibanding Februari 2025. Namun, besarnya jumlah tenaga kerja tetap perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar produktivitas semakin kuat.

Baca juga: GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Pelatihan Terapan Dekat dengan Kebutuhan Kerja

GETI mendorong model pelatihan yang menekankan penerapan langsung di lapangan. Materi tidak hanya disusun untuk memenuhi kebutuhan belajar, tetapi juga untuk membantu peserta memahami alur kerja, standar industri, komunikasi profesional, dan penyelesaian tugas secara sistematis.

Pendekatan ini membuat peserta lebih siap ketika menghadapi situasi kerja nyata. Selain itu, pelatihan terapan membantu peserta membangun kebiasaan kerja yang rapi, disiplin, dan terukur. Hal ini penting karena kualitas SDM tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga dari konsistensi sikap kerja.

Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pembangunan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing menjadi bagian penting dalam percepatan industrialisasi nasional. Karena itu, pelatihan perlu diarahkan pada kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.

SDM Kompeten Jadi Nilai Tambah

Baca juga: GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri

Melalui pelatihan terapan, peserta dapat meningkatkan kemampuan kerja secara lebih konkret. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menggunakan keterampilan tersebut dalam konteks pekerjaan.

Bagi dunia usaha, SDM yang terlatih dapat membantu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan kesiapan operasional. Sementara itu, bagi peserta, pelatihan menjadi modal penting untuk memperkuat posisi di pasar kerja.

GETI terus memperkuat perannya dalam pengembangan SDM melalui program pelatihan yang praktis dan relevan. Dengan langkah tersebut, pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi proses peningkatan kompetensi yang benar-benar berguna bagi industri.

Strategi Konten Digital untuk Bisnis UMKM Modern

Tangerang — Strategi konten digital untuk bisnis UMKM modern semakin menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi. Konten digital kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi alat untuk membangun kepercayaan dan memperluas jangkauan pasar.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku UMKM memanfaatkan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Baca Juga: Skill Digital Bisnis Jadi Kebutuhan UMKM Masa Kini

Strategi konten digital mencakup pembuatan materi promosi yang relevan, edukatif, dan sesuai kebutuhan target pasar. Bentuknya dapat berupa foto produk, video pendek, artikel, ulasan pelanggan, hingga konten interaktif yang membantu meningkatkan keterlibatan konsumen.

Selain itu, laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi bisnis dan memperluas akses pasar. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola konten digital menjadi salah satu faktor yang mendukung daya saing UMKM.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan. Perkembangan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk melalui berbagai kanal digital.

Bagi masyarakat, penguatan strategi konten digital dapat membantu meningkatkan pertumbuhan usaha lokal, memperluas lapangan kerja, dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis teknologi. Konten yang informatif juga membantu konsumen memperoleh informasi produk secara lebih mudah.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam merencanakan konten yang konsisten dan sesuai kebutuhan pasar. Karena itu, peningkatan keterampilan pembuatan konten digital masih menjadi kebutuhan penting bagi UMKM.

Pemerintah terus mendorong transformasi digital melalui program pelatihan, literasi teknologi, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Tren tersebut menunjukkan bahwa strategi konten digital bukan hanya mendukung promosi bisnis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM pada era ekonomi digital yang terus berkembang secara global saat ini dan berkelanjutan.

GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri

Tangerang, 29 Mei 2026 — GETI hadirkan program pelatihan untuk dunia industri guna membantu tenaga kerja meningkatkan kompetensi secara lebih terarah.

Kebutuhan peningkatan kompetensi kini semakin mendesak. Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di level 4,68 persen. Data ini menunjukkan pasar kerja tetap bergerak. Namun, persaingan kemampuan juga semakin ketat di banyak sektor.

Karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin penting. Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 juga mendorong pelatihan vokasi nasional. Targetnya mencapai 70.000 peserta. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing tenaga kerja.

Baca juga : Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI

Pelatihan yang Dekat dengan Kebutuhan Kerja

GETI mengembangkan program pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan kerja, digitalisasi bisnis, ekspor, kewirausahaan, pengembangan UMKM, social commerce, hingga pendampingan strategis. Situs resmi GETI menyebutkan bahwa program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan, bisnis, dan pengembangan karier.

Pendekatan ini penting karena industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak berhenti pada pemahaman konsep. Peserta perlu dibekali kemampuan teknis, pola pikir kerja, dan pemahaman proses agar lebih siap menghadapi target, standar layanan, serta perubahan teknologi.

Baca juga : GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Mendorong SDM Lebih Siap Bersaing

Program pelatihan yang tepat dapat membantu peserta memperkuat posisi di dunia kerja. Bagi pekerja aktif, pelatihan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang karier. Bagi pencari kerja, pelatihan memberi bekal praktis sebelum masuk ke industri.

GETI juga relevan bagi pelaku usaha dan UMKM yang perlu meningkatkan kemampuan bisnis, pemasaran, ekspor, dan pemanfaatan kanal digital. Dengan pendampingan yang lebih aplikatif, peserta dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih realistis dan tidak hanya mengandalkan intuisi.

Di tengah perubahan industri yang cepat, pelatihan tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap. Pelatihan menjadi kebutuhan dasar agar tenaga kerja dan pelaku usaha tidak sekadar ikut arus, tetapi mampu bergerak lebih siap, lebih terarah, dan lebih kompetitif.

GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional

Tangerang, 28 Mei 2026 — GETI menjadi mitra pengembangan kompetensi profesional bagi individu, pelaku usaha, dan tenaga kerja yang ingin meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri modern.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja kompeten terus meningkat seiring perubahan dunia usaha. Perusahaan tidak lagi hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan yang dapat dibuktikan melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kompetensi.

GETI menempatkan diri sebagai lembaga yang mendukung peningkatan kapasitas tersebut. Melalui program pengembangan keterampilan, peserta diarahkan untuk memahami kebutuhan kerja, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kompetensi yang relevan dengan dunia profesional.

Baca juga: GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Dukungan untuk Kesiapan Kerja

GETI memiliki program pengembangan SDM dan kesiapan kerja yang ditujukan untuk membantu peserta lebih siap bersaing secara profesional. Program ini mencakup penguatan kompetensi individu, pelatihan future skills, serta pendampingan yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja.

Pendekatan tersebut penting karena kompetensi tidak cukup hanya dipahami sebagai teori. Peserta perlu mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi kerja nyata. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih praktis dan tidak berhenti pada materi kelas.

Selain itu, ekosistem GETI juga berkaitan dengan sertifikasi dan penguatan kompetensi. Dalam konteks ini, sertifikasi dapat menjadi bukti pengakuan atas kemampuan seseorang sesuai skema yang diujikan.

Baca juga: GETI Bantu Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Pelatihan

Mitra bagi Profesional dan Pelaku Usaha

Peran GETI tidak hanya relevan bagi pencari kerja. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas, terutama dalam aspek digitalisasi, pemasaran, legalitas, dan kesiapan ekspor.

Melalui inkubasi dan pendampingan UMKM, GETI membantu pelaku usaha memahami langkah pengembangan bisnis yang lebih terarah. Hal ini membuat proses peningkatan kompetensi tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada pertumbuhan usaha.

Di sisi lain, sertifikasi kompetensi memiliki posisi penting dalam sistem ketenagakerjaan. Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa sertifikasi bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi seseorang. BNSP juga berperan sebagai lembaga independen yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia.

Karena itu, keberadaan GETI sebagai mitra pengembangan kompetensi profesional menjadi relevan. Peserta dan pelaku usaha membutuhkan proses belajar yang praktis, terarah, dan dapat mendukung daya saing. Dengan penguatan kompetensi yang konsisten, profesional dapat lebih siap masuk industri, naik kelas, dan menghadapi perubahan pasar kerja yang makin cepat.

Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI

Tangerang, 26 Mei 2026 – Pemasaran digital menjadi pilar krusial bagi akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan industri, sertifikasi kompetensi melalui lembaga seperti GETI merupakan instrumen penting bagi pencari kerja. Validasi keterampilan ini bertujuan memastikan kualitas sumber daya manusia sesuai standar pasar global yang dinamis saat ini.

Baca juga – GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Google dan Temasek, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan hingga tahun 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh adopsi teknologi masif di sektor perdagangan. Data resmi menunjukkan perlunya tenaga kerja terampil guna mengelola ekosistem digital yang kian kompleks guna mendukung produktivitas nasional.

World Bank dalam laporan pengembangan keterampilan digital menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci produktivitas di era modern. Lembaga internasional ini menyoroti pentingnya pelatihan vokasi relevan untuk mengatasi kesenjangan keahlian. Sertifikasi diakui secara global sebagai indikator kemampuan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan oleh profesional untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Implementasi standar kompetensi pada pemasaran digital berdampak pada terciptanya efisiensi operasional bagi sektor usaha kecil dan menengah. Masyarakat yang menguasai teknik pemasaran berbasis data memiliki peluang besar memperluas jangkauan pasar secara efektif. Secara logis, hal ini memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan platform niaga elektronik yang lebih terukur.

Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait terus mendorong literasi digital nasional guna mempercepat digitalisasi pelaku usaha. Kebijakan ini mencakup pelatihan teknis serta penyediaan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal. Integrasi kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama dalam mencetak talenta digital kompeten yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Investasi pada pengembangan diri melalui pelatihan terstruktur menjadi langkah antisipatif menghadapi dinamika pasar tenaga kerja. Penguasaan platform digital secara profesional merupakan aset strategis bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang di era keterbukaan informasi ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

GETI Bantu Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Pelatihan

Tangerang, 26 Mei 2026 — GETI bantu pelaku usaha naik kelas lewat pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, digitalisasi, dan kesiapan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Pelaku usaha saat ini tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka juga perlu memahami pemasaran digital, pengelolaan usaha, legalitas, strategi penjualan, dan akses pasar. Tanpa kemampuan tersebut, bisnis mudah jalan di tempat meski produknya punya potensi.

GETI atau Global Edukasi Talenta Inkubator memperkenalkan diri sebagai pusat pengembangan future skills yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM, pengembangan UMKM, inkubasi bisnis, pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan sertifikasi, serta penguatan kapasitas individu dan organisasi.

Baca juga: GETI Siapkan SDM Kompeten untuk Tantangan Industri

Pelatihan Dorong Usaha Lebih Siap

Pelatihan menjadi salah satu cara praktis untuk membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar. Materinya dapat mencakup penyusunan strategi promosi, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan model bisnis.

Bagi UMKM, pelatihan juga penting untuk memperbaiki manajemen usaha. Banyak bisnis kecil tumbuh dari pengalaman langsung. Namun, ketika pasar mulai berubah, pelaku usaha perlu pendekatan yang lebih rapi agar bisa berkembang.

BPS dalam Profil Industri Mikro dan Kecil 2024 mencatat bahwa IMK memiliki peran besar dalam memperkokoh ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan menampung tenaga kerja lokal. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan seperti akses modal, kualitas SDM, manajemen, dan legalitas.

Baca juga: Pelatihan Digital Marketing untuk Karier Era Digital

UMKM Butuh Akses Pasar

Pelaku usaha yang ingin naik kelas perlu mampu membaca peluang baru. Pasar digital, perdagangan antardaerah, hingga ekspor membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas. Namun, peluang itu menuntut kesiapan produk, administrasi, promosi, dan konsistensi operasional.

Pemerintah juga mendorong UMKM naik kelas karena kontribusinya terhadap ekspor nasional masih perlu ditingkatkan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional sekitar 15,7 persen dari total ekspor.

Dalam posisi tersebut, pelatihan GETI dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperbaiki cara kerja bisnis. Tujuannya bukan sekadar ikut kelas, tetapi membangun usaha yang lebih siap pasar, lebih tertata, dan lebih berdaya saing.

Skill Digital: Cara Praktis Menjadi Ahli Bersama GETI

Tangerang, 25 Mei 2026 — Kebutuhan terhadap skill digital kini menjadi prioritas utama bagi angkatan kerja di tengah percepatan transformasi teknologi nasional. Hal ini mendorong urgensi pelatihan yang praktis dan terstruktur agar masyarakat memiliki daya saing tinggi. Oleh sebab itu, GETI hadir sebagai platform edukasi yang fokus membekali individu dengan keahlian teknis sesuai standar industri saat ini.
Baca juga – Pelatihan E-Commerce agar Bisnis Lebih Siap Bersaing

Urgensi Peningkatan Kompetensi

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pasar tenaga kerja Indonesia terus menghadapi tantangan disrupsi teknologi digital yang signifikan. Banyak lulusan baru memerlukan penyesuaian keterampilan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Oleh karena itu, penguasaan skill digital secara mendalam menjadi kunci untuk mengurangi tingkat pengangguran terdidik secara berkelanjutan.

Selain itu, laporan dari Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi internet di Indonesia diprediksi terus tumbuh pesat. Namun, lembaga World Bank mengingatkan adanya kesenjangan talenta digital yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Hal tersebut menuntut sinergi antara penyedia pendidikan non-formal seperti GETI dengan kebutuhan riil pasar global.

Dampak Adaptasi Teknologi

Peningkatan skill digital memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses lapangan kerja baru. Selain itu, individu yang menguasai teknologi memiliki fleksibilitas kerja yang lebih tinggi di era digital. Hal ini juga memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan platform niaga elektronik.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menggulirkan program literasi digital skala nasional. Kebijakan ini bertujuan mencetak jutaan talenta digital baru guna mendukung visi Indonesia Digital 2045. Oleh sebab itu, kehadiran lembaga pelatihan seperti GETI menjadi instrumen pendukung kebijakan tersebut melalui kurikulum yang adaptif dan solutif.

 Mengasah skill digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar bagi setiap profesional. Dengan demikian, investasi pada edukasi berkualitas adalah langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan karir di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif dan transparan bagi semua.

Skill Digital Bisnis Jadi Kebutuhan UMKM Masa Kini

Tangerang, 25 Mei 2026 — Skill digital bisnis jadi kebutuhan UMKM masa kini seiring perkembangan ekonomi berbasis teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pelaku usaha kecil kini semakin membutuhkan kemampuan digital untuk meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan mempertahankan daya saing bisnis.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas perdagangan online dan ekonomi digital terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong UMKM memanfaatkan marketplace, media sosial, dan platform digital untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif.

Baca Juga: Digitalisasi UMKM Bantu Tingkatkan Penjualan Online

Skill digital bisnis mencakup kemampuan pemasaran online, pengelolaan marketplace, pembuatan konten digital, penggunaan aplikasi bisnis, hingga analisis data konsumen. Selain itu, kemampuan komunikasi digital juga membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih cepat.

Digitalisasi Dorong Daya Saing Bisnis

Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa digitalisasi membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi operasional dan akses perdagangan. Oleh sebab itu, pelaku usaha yang memahami teknologi digital dinilai lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui perdagangan online.

Di sisi lain, peningkatan skill digital bisnis membantu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas usaha lokal. Pemanfaatan platform digital juga membantu konsumen mendapatkan produk dan layanan secara lebih praktis.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam penguasaan teknologi dan pengelolaan bisnis digital secara efektif. Karena itu, peningkatan literasi digital masih menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan UMKM modern.

Pemerintah Perkuat Literasi Digital

Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM melalui pelatihan bisnis, peningkatan literasi teknologi, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, skill digital bisnis bukan hanya mendukung peningkatan penjualan online, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing UMKM pada era ekonomi digital yang terus berkembang secara global.