GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri
Tangerang, 29 Mei 2026 — GETI hadirkan program pelatihan untuk dunia industri guna membantu tenaga kerja meningkatkan kompetensi secara lebih terarah.
Kebutuhan peningkatan kompetensi kini semakin mendesak. Badan Pusat Statistik mencatat penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di level 4,68 persen. Data ini menunjukkan pasar kerja tetap bergerak. Namun, persaingan kemampuan juga semakin ketat di banyak sektor.
Karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin penting. Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 juga mendorong pelatihan vokasi nasional. Targetnya mencapai 70.000 peserta. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing tenaga kerja.
Baca juga : Pemasaran Digital: Tips Belajar Dan Sertifikasi Di GETI
Pelatihan yang Dekat dengan Kebutuhan Kerja
GETI mengembangkan program pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan kerja, digitalisasi bisnis, ekspor, kewirausahaan, pengembangan UMKM, social commerce, hingga pendampingan strategis. Situs resmi GETI menyebutkan bahwa program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan, bisnis, dan pengembangan karier.
Pendekatan ini penting karena industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak berhenti pada pemahaman konsep. Peserta perlu dibekali kemampuan teknis, pola pikir kerja, dan pemahaman proses agar lebih siap menghadapi target, standar layanan, serta perubahan teknologi.
Baca juga : GETI Jadi Mitra Pengembangan Kompetensi Profesional
Mendorong SDM Lebih Siap Bersaing
Program pelatihan yang tepat dapat membantu peserta memperkuat posisi di dunia kerja. Bagi pekerja aktif, pelatihan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang karier. Bagi pencari kerja, pelatihan memberi bekal praktis sebelum masuk ke industri.
GETI juga relevan bagi pelaku usaha dan UMKM yang perlu meningkatkan kemampuan bisnis, pemasaran, ekspor, dan pemanfaatan kanal digital. Dengan pendampingan yang lebih aplikatif, peserta dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih realistis dan tidak hanya mengandalkan intuisi.
Di tengah perubahan industri yang cepat, pelatihan tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap. Pelatihan menjadi kebutuhan dasar agar tenaga kerja dan pelaku usaha tidak sekadar ikut arus, tetapi mampu bergerak lebih siap, lebih terarah, dan lebih kompetitif.
