GETI Siapkan Talenta Kerja Lewat Pelatihan Online Baru

Tangerang, 11 Juni 2026 — GETI menyiapkan talenta kerja melalui pelatihan online baru yang dirancang untuk membantu peserta meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Program ini menyasar calon tenaga kerja, pekerja aktif, dan pelaku usaha yang membutuhkan pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.

Pelatihan online menjadi pilihan yang semakin relevan karena dunia kerja menuntut kemampuan adaptif. Karena itu, GETI menghadirkan materi yang berfokus pada kompetensi kerja, pemahaman praktik, dan kesiapan peserta menghadapi proses kerja modern.

Selain itu, model pembelajaran daring memberi akses lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Dengan format tersebut, proses peningkatan skill online dapat dilakukan lebih efisien, terarah, dan tetap mengikuti standar pembelajaran yang jelas.

Baca juga: GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Penguatan Kompetensi Lewat Kelas Digital

Program pelatihan digital ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berubah. Materi pembelajaran diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan target kompetensi yang ingin dicapai.

Dalam pelaksanaannya, peserta dapat mempelajari topik yang berkaitan dengan administrasi, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, dan keterampilan pendukung lain. Dengan demikian, pelatihan kerja online dapat menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan sumber daya manusia.

Namun, keberhasilan pelatihan tetap bergantung pada kedisiplinan peserta dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, GETI menekankan pentingnya pemahaman materi, latihan terstruktur, dan evaluasi agar hasil pembelajaran lebih terukur.

Baca juga: GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Menjawab Kebutuhan Talenta Siap Kerja

Kehadiran pelatihan online baru ini juga menjadi bagian dari upaya GETI memperluas akses pengembangan talenta kerja. Peserta diharapkan mampu membangun portofolio keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memahami proses bisnis dan teknologi. Karena itu, kelas online GETI diarahkan untuk memperkuat kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam lingkungan kerja nyata. Materi juga dapat menjadi bekal awal sebelum peserta mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.

Ke depan, pelatihan berbasis digital diperkirakan menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM. Melalui program ini, GETI berupaya mendorong peserta agar lebih siap bersaing, lebih percaya diri, dan lebih mampu mengikuti perubahan dunia kerja.

GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Tangerang, 9 Juni 2026 — GETI membantu SDM Indonesia lebih siap menghadapi tantangan kerja melalui penguatan kompetensi, pelatihan terarah, dan pemahaman kebutuhan industri yang terus berubah.

Dunia kerja bergerak cepat. Perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya paham teori, tetapi juga mampu bekerja adaptif, disiplin, dan siap mengikuti perubahan teknologi. Karena itu, pengembangan SDM tidak bisa lagi dilakukan asal ikut pelatihan.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk bekerja di Indonesia pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,68 persen. Angka ini menunjukkan pasar kerja tetap besar, tetapi kompetisi antarpekerja juga makin ketat.

Penguatan Kompetensi Jadi Kebutuhan Utama

GETI mendorong peserta pelatihan untuk memahami kompetensi kerja secara lebih praktis. Materi tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori. Peserta juga perlu dilatih membaca masalah, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menjalankan tugas sesuai standar kerja.

Baca juga: GETI Jadi Solusi Pelatihan untuk Kebutuhan Industri

Selain itu, tantangan kerja saat ini makin dekat dengan transformasi digital. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 mencatat bahwa 39 persen keterampilan utama di pasar kerja diperkirakan berubah pada 2030. Artinya, pekerja perlu terus belajar agar tidak tertinggal.

Dalam konteks ini, pelatihan berperan sebagai jembatan. Peserta dapat memperbarui kemampuan, memperkuat kepercayaan diri, dan memahami ekspektasi industri. Namun, pelatihan tetap harus relevan dengan kebutuhan lapangan. Kalau tidak, hasilnya hanya ramai di sertifikat, sepi di performa.

Siapkan SDM yang Lebih Adaptif

GETI menempatkan pengembangan SDM sebagai proses berkelanjutan. Peserta perlu dibantu agar mampu menilai kemampuan diri, memperbaiki kekurangan, dan membangun kebiasaan kerja yang profesional. Ini bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi tenaga kerja modern.

Baca juga: GETI Kembangkan Kompetensi Lewat Program Terapan Kerja

Langkah ini penting karena industri membutuhkan tenaga kerja yang siap bergerak. Kemampuan teknis tetap penting. Namun, sikap kerja, komunikasi, tanggung jawab, dan kemauan belajar menjadi pembeda utama.

Dengan pendekatan pelatihan yang lebih terarah, GETI berupaya mendukung SDM Indonesia agar lebih siap bersaing. Pada akhirnya, kesiapan kerja bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga soal bertahan, berkembang, dan memberi nilai nyata di tempat kerja.

GETI: Tingkatkan Skill Digital untuk Masa Depan Kariermu

Tangerang, 7 Mei 2026 — GETI resmi menghadirkan program peningkatan keterampilan digital yang dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan pasar kerja yang terus berkembang.

Program ini hadir di tengah meningkatnya permintaan tenaga kerja digital di berbagai sektor industri. Berdasarkan laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kebutuhan akan talenta digital terampil semakin mendesak seiring transformasi teknologi yang masif.

Namun, kesenjangan keterampilan digital masih menjadi hambatan utama. Banyak tenaga kerja belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi. Karena itu, program GETI hadir sebagai solusi terstruktur yang dapat diakses secara luas.

Baca juga: Skill Digital Paling Mahal dan Dicari di Tahun 2026

Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

Program GETI dirancang mengacu pada standar kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan.

Materi yang ditawarkan mencakup berbagai bidang digital, mulai dari pemasaran digital, analisis data, hingga pengelolaan konten berbasis platform. Selain itu, tersedia pula jalur pembelajaran yang berfokus pada kecakapan teknis seperti pengembangan aplikasi dan keamanan siber.

Sehingga, peserta memiliki fleksibilitas untuk memilih jalur sesuai minat dan kebutuhan karier masing-masing.

Peluang Karier di Era Digital

Berdasarkan laporan International Labour Organization, otomatisasi dan digitalisasi mengubah lanskap pekerjaan secara fundamental di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, profesi berbasis keterampilan digital justru menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten.

Baca juga: GETI: Pusat Pelatihan Kerja Digital Terlengkap di Indonesia

Pemerintah pun aktif mendukung upaya peningkatan literasi dan keterampilan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat program pelatihan digital nasional terus diperluas jangkauannya setiap tahun.

Dengan demikian, kehadiran program seperti GETI menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan SDM digital Indonesia. Ke depan, tenaga kerja yang memiliki sertifikasi keterampilan digital diperkirakan akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja nasional maupun global.

Siap Kerja di Era Digital? Ini Peran Pembelajaran Digital

Pembelajaran digital hadir sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja modern. Siap kerja di era digital menjadi tantangan bagi banyak individu seiring perubahan kebutuhan industri.

Pelatihan digital mencakup pemanfaatan platform online, pelatihan berbasis teknologi, serta akses materi belajar yang fleksibel. Metode ini memungkinkan individu mengembangkan keterampilan secara mandiri sesuai kebutuhan industri yang terus berubah.

Baca Juga: Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Menurut data Badan Pusat Statistik, penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan terus meningkat. Laporan resmi pemerintah juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus dalam menghadapi transformasi digital.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong pemanfaatan pembelajaran digital sebagai bagian dari pengembangan kompetensi. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa kebutuhan talenta digital terus meningkat seiring percepatan transformasi digital. Kondisi ini mendorong pentingnya pengembangan keterampilan digital untuk mendukung kesiapan tenaga kerja.

Bagi masyarakat, pembelajaran digital memberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pelatihan. Hal ini memungkinkan individu dari berbagai latar belakang untuk meningkatkan keterampilan tanpa terbatas lokasi.

Selain itu, pembelajaran digital juga membantu mempercepat adaptasi terhadap perubahan teknologi di dunia kerja. Kemampuan ini menjadi penting dalam menghadapi persaingan yang semakin dinamis.

Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan pembelajaran digital melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Upaya ini mencakup penyediaan platform belajar, peningkatan literasi digital, serta dukungan bagi tenaga kerja.

Baca Juga: Pentingnya Excel untuk Karyawan ada 5 Alasan Wajib Dikuasai di Era Digital

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri terus diperkuat untuk meningkatkan relevansi pelatihan. Langkah ini bertujuan menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan pasar.

Ke depan, pembelajaran digital diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan keterampilan di era transformasi digital yang semakin luas.

Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Tangerang, 10 April 2026 — Pentingnya upgrade skill di era digital semakin krusial saat ini. Perubahan teknologi berlangsung cepat dan berdampak langsung pada kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi di berbagai sektor. Akibatnya, pekerjaan yang bersifat rutin mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi. Oleh karena itu, tenaga kerja dituntut terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan mengalami perubahan seiring pertumbuhan sektor digital. Dengan demikian, kebutuhan skill baru pun terus meningkat.

Baca juga: Menemukan Ruang Belajar Soft Skill di Balik Layar CapCut

Perubahan Kebutuhan Skill dan Dunia Kerja

Upgrade skill menjadi penting karena industri kini membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis. Namun, tidak semua tenaga kerja siap menghadapi perubahan ini. Keterbatasan akses pelatihan menjadi hambatan utama.

Di sisi lain, laporan World Bank menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berkontribusi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan SDM menjadi prioritas utama.

Selain itu, laporan Google-Temasek tentang ekonomi digital Asia Tenggara menegaskan bahwa permintaan talenta digital terus meningkat. Peningkatan ini terutama terjadi di bidang teknologi dan pemasaran digital. Sementara itu, kemampuan seperti analisis data, komunikasi, dan adaptasi teknologi semakin penting. Pekerjaan masa depan menuntut fleksibilitas yang tinggi.

Baca juga: Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Dampak dan Strategi Pengembangan SDM

Upgrade skill memberikan dampak langsung terhadap peluang karier. Individu dengan keterampilan terbaru lebih mudah beradaptasi dengan perubahan industri. Selain itu, peningkatan skill membuka peluang untuk berpindah sektor pekerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi dan digital. Program ini bertujuan menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai berinvestasi dalam pelatihan karyawan. Hasilnya, produktivitas dapat meningkat secara berkelanjutan. Sementara itu, kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM.

Ke depan, tren global menunjukkan bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu, upgrade skill bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan, ini sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menghadapi dinamika dunia kerja digital.

Bangun Kompetensi dari Nol untuk Masuk Dunia Kerja

Bangun kompetensi dari nol untuk masuk dunia kerja menjadi tantangan yang dihadapi banyak pencari kerja, terutama di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Kesiapan keterampilan kini menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing tenaga kerja. Proses membangun kompetensi dimulai dari penguasaan keterampilan dasar, seperti literasi digital, komunikasi, dan pemecahan masalah. Selain itu, pelatihan berbasis praktik menjadi pendekatan yang banyak digunakan untuk mempercepat kesiapan kerja.

Menurut data Badan Pusat Statistik, tingkat partisipasi angkatan kerja terus menunjukkan dinamika, seiring perubahan struktur ekonomi nasional. Laporan resmi pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Tips Belajar Online Agar Cepat Paham dan Konsisten di Era Digital

Program pelatihan kerja, termasuk yang diselenggarakan melalui berbagai inisiatif pemerintah serta lembaga pelatihan seperti program GETI, diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan.

Secara global, World Bank dalam berbagai laporannya menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan sebagai kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Bagi masyarakat, peningkatan kompetensi membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja. Keterampilan yang relevan juga membantu individu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan industri yang terus berkembang.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi. Inisiatif ini mencakup peningkatan akses pelatihan berbasis kompetensi serta penguatan kerja sama dengan sektor industri.

Baca Juga: Pentingnya Excel untuk Karyawan ada 5 Alasan Wajib Dikuasai di Era Digital

Selain itu, pengembangan ekosistem pelatihan kerja juga didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha. Langkah ini bertujuan menciptakan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar. Nantinya, tren peningkatan kompetensi diperkirakan terus menjadi fokus utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis keterampilan.