Category: business

Pelatihan Konten Kreator Perkuat Personal Branding

Tangerang, 13 Mei 2026 — Pelatihan Konten Kreator untuk Bangun Personal Branding menjadi kebutuhan penting bagi pekerja, pelaku usaha, dan profesional mandiri.

Pelatihan ini membantu peserta memahami strategi konten, identitas digital, komunikasi visual, dan konsistensi pesan. Dengan demikian, personal branding dapat dibangun secara lebih terarah.

Kebutuhan tersebut meningkat karena reputasi profesional kini banyak terbentuk di ruang digital. Selain itu, perusahaan dan klien sering menilai kredibilitas melalui jejak konten.

Baca juga: Penggunaan Aplikasi ERP untuk Efisiensi Bisnis UMKM

Ruang Digital Membentuk Reputasi Baru

Badan Pusat Statistik melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 mencatat penggunaan internet sebagai bagian penting aktivitas masyarakat. Publikasi itu menjadi rujukan resmi untuk membaca perkembangan akses digital nasional.

Sementara itu, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menempatkan ekonomi digital Asia Tenggara dalam fase pertumbuhan. Laporan tersebut juga menunjukkan peran platform digital dalam kegiatan ekonomi kawasan.

Namun, akses platform tidak otomatis menghasilkan reputasi yang kuat. Karena itu, pelatihan konten kreator perlu mengajarkan perencanaan pesan, segmentasi audiens, dan pengukuran respons.

Bagi masyarakat, kemampuan membuat konten dapat membuka peluang kerja dan usaha. Artinya, peserta dapat mengembangkan karier sebagai kreator, admin media sosial, pemasar digital, atau konsultan personal branding.

Baca juga: Edukasi Skill Digital untuk Karier Lebih Kompetitif

Vokasi Digital Perlu Berbasis Praktik

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kebijakan ini menekankan penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, pelatihan berbasis praktik membantu peserta menghasilkan portofolio yang dapat dinilai. Dengan kata lain, hasil belajar tidak berhenti pada teori komunikasi.

Dalam pelatihan konten kreator, peserta perlu memahami riset audiens, penulisan naskah, produksi visual, dan kalender publikasi. Kemudian, peserta juga perlu mengevaluasi metrik sederhana seperti jangkauan, interaksi, dan konsistensi unggahan.

Pada saat yang sama, etika digital menjadi aspek penting. Kreator perlu menjaga akurasi informasi, hak cipta, dan batas promosi agar reputasi tidak rusak.

Ke depan, personal branding akan makin dipengaruhi kualitas konten dan konsistensi komunikasi. Oleh sebab itu, pelatihan konten kreator menjadi fondasi penting bagi karier yang lebih kompetitif.

Tags:

GETI Buka Pelatihan Ekspor Digital untuk Pelaku Bisnis Muda

Tangerang, 9 Mei 2026 — Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI) meluncurkan program pelatihan ekspor digital khusus pelaku bisnis muda Indonesia. Program ini menyasar mereka yang ingin merambah pasar internasional lewat platform perdagangan digital.

Selain itu, pelatihan ini menjadi jembatan antara semangat wirausaha muda dan pemahaman teknis prosedur ekspor. Materi mencakup identifikasi pasar ekspor, pengelolaan dokumen kepabeanan digital, hingga strategi pemasaran di platform e-commerce lintas negara.

Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan mampu menjalankan aktivitas ekspor secara mandiri. Pendaftaran terbuka bagi pelaku usaha muda dari berbagai sektor industri di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Baca juga: Prompt Engineering sebagai Kemampuan Komunikasi Kunci Efisiensi Departemen di Tahun 2026

Ekspor Digital Jadi Peluang Strategis Pelaku Muda

Perdagangan ekspor berbasis digital membuka akses pasar internasional yang lebih luas. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perdagangan, ekspor melalui platform digital terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, pelaku bisnis muda kini dapat bersaing di pasar global tanpa infrastruktur ekspor konvensional yang mahal. Namun, keberhasilan ekspor digital tetap membutuhkan pemahaman mendalam tentang regulasi dan strategi pasar.

Di samping itu, laporan Google-Temasek-Bain mencatat ekonomi digital Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Kondisi ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pelaku bisnis muda berorientasi ekspor.

Baca juga: Skill Copywriter Dibutuhkan untuk Strategi Digital Marketing

Kurikulum Praktis Berbasis Kebutuhan Pasar Global

GETI menyusun kurikulum bersama praktisi ekspor dan pakar perdagangan internasional. Hasilnya, materi yang diajarkan mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi eksportir pemula di era digital.

Sementara itu, metode pembelajaran menggabungkan simulasi transaksi ekspor dan studi kasus pelaku usaha sukses. Peserta juga mendapat pendampingan langsung dari mentor berpengalaman di bidang perdagangan luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM yang aktif melakukan ekspor masih relatif kecil dibanding total populasi UMKM nasional. Oleh sebab itu, program seperti yang diinisiasi GETI berperan penting memperluas basis eksportir Indonesia.

Seiring berkembangnya infrastruktur perdagangan digital nasional, pelatihan ekspor digital untuk pelaku bisnis muda diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.

 

LPK GETI Pusat Pelatihan Digital Terbaik untuk Pemula

Tangerang, 29 April 2026 — LPK GETI hadir sebagai pusat pelatihan digital terbaik yang dirancang khusus untuk membekali pemula dengan keterampilan praktis di era ekonomi digital.

Lembaga ini menawarkan program pelatihan yang terstruktur dan mudah diikuti. Selain itu, kurikulum yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang pesat di Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, penetrasi internet di Indonesia terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kebutuhan akan tenaga terampil di bidang digital semakin tinggi dan mendesak untuk dipenuhi.

Baca juga: Belajar Skill Digital Profesional dan Terstruktur di GETI Incubator

Kurikulum Praktis Berbasis Kebutuhan Industri

LPK GETI merancang program pelatihannya dengan pendekatan berbasis kompetensi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang relevan dengan dunia kerja.

Program yang tersedia mencakup berbagai bidang, antara lain desain grafis, pemasaran digital, hingga pengembangan konten kreatif. Sementara itu, metode pembelajaran yang digunakan menggabungkan sesi daring dan luring untuk memaksimalkan pemahaman peserta.

Menurut laporan Google-Temasek-Bain bertajuk e-Conomy SEA, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, investasi dalam pelatihan digital sejak dini menjadi langkah strategis bagi angkatan kerja muda Indonesia.

Akses Terbuka bagi Pemula Tanpa Syarat Ketat

LPK GETI membuka pendaftaran bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan di dunia digital. Bahkan, peserta tanpa latar belakang teknologi sekalipun dapat mengikuti program ini berkat pendekatan pembelajaran yang ramah pemula.

Baca juga: UpSkill Digital untuk Meningkatkan Peluang Karier Modern

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan akses pelatihan vokasi berbasis digital. Dengan demikian, kehadiran LPK GETI sejalan dengan agenda nasional dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing.

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), permintaan tenaga kerja digital di Indonesia diperkirakan terus meningkat dalam satu dekade mendatang. Hal ini menjadikan pelatihan digital di LPK GETI sebagai investasi nyata bagi masa depan para pemula yang ingin berkembang di sektor ekonomi digital.

Pelatihan Bisnis Online Untuk Mulai Usaha Dari Nol

Tangerang, 21 April 2026 — Pelatihan bisnis online untuk mulai usaha dari nol menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin membangun usaha mandiri di tengah perkembangan ekonomi digital. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar hingga praktik langsung menjalankan bisnis berbasis internet.

Minat terhadap bisnis online terus meningkat, karena akses teknologi semakin mudah dan biaya awal relatif terjangkau. Oleh karena itu, pelatihan menjadi langkah awal yang penting untuk meminimalkan kesalahan dalam memulai usaha.

Akses Digital dan Kesiapan Pelaku Usaha

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, penggunaan internet di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga membuka peluang besar bagi bisnis berbasis digital. Namun demikian, banyak pelaku usaha pemula yang belum memahami strategi yang tepat.

Selain itu, laporan World Bank menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha kecil. Karena itu, pelatihan bisnis online menjadi relevan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha.

Baca juga: Perempuan Siap Bersaing di Era Digital

Pelatihan ini mencakup pemilihan produk, pembuatan toko online, hingga strategi pemasaran digital. Sementara itu, pendekatan praktik membantu peserta memahami langsung proses menjalankan bisnis.

Di sisi lain, persaingan di dunia digital semakin ketat. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang jelas agar dapat bertahan dan berkembang.

Dampak Ekonomi dan Dukungan Kebijakan

Pelatihan bisnis online berdampak pada peningkatan peluang wirausaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, usaha yang berbasis digital memiliki potensi pasar yang lebih luas.

Berdasarkan laporan resmi pemerintah, pengembangan UMKM digital menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional. Karena itu, berbagai program pelatihan terus dikembangkan untuk mendukung masyarakat.

Baca juga: Siswa SMK Multicomp Depok Kuasai Teknik Live Streaming dan Ikuti Ujian Sertifikasi Bersama LPK GETI

Laporan Google-Temasek menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat, sehingga peluang bisnis online semakin terbuka. Sementara itu, pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi memiliki daya saing lebih tinggi.

Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan literasi keuangan dan manajemen usaha. Karena itu, pelaku usaha tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga keberlanjutan bisnis.

Ke depan, bisnis online diproyeksikan terus berkembang seiring peningkatan pengguna internet dan teknologi. Oleh karena itu, pelatihan bisnis online untuk mulai usaha dari nol menjadi langkah strategis dalam menciptakan wirausaha baru yang adaptif dan kompetitif di era digital.

Bisnis Bukan Cuma Soal Modal, Soft Skill yang Wajib Dimiliki Pengusaha UMKM

Tangerang, 15 April 2026 –Banyak orang ragu memulai bisnis karena merasa modal uangnya belum cukup. Padahal, dalam dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), uang hanyalah salah satu komponen pendukung. Faktor utama yang sering menjadi penentu apakah sebuah bisnis akan bertahan satu tahun atau sepuluh tahun ke depan adalah soft skill pengusaha UMKM itu sendiri.

Tanpa keterampilan interpersonal dan mental yang kuat, modal besar sekalipun bisa habis tanpa sisa. Lantas, apa saja soft skill yang harus diasah oleh para pelaku UMKM agar bisnisnya bisa “naik kelas”?

1. Kemampuan Negosiasi

Negosiasi bukan hanya soal tawar-menawar harga dengan pelanggan. Sebagai pemilik usaha, Anda harus bernegosiasi dengan pemasok (supplier) untuk mendapatkan harga bahan baku terbaik, hingga bernegosiasi dengan mitra bisnis atau investor. Negosiasi yang baik adalah tentang menciptakan solusi win-win yang menguntungkan keberlanjutan bisnis Anda.

2. Ketahanan dan Adaptabilitas (Resilience)

Dunia bisnis sangat dinamis. Tren pasar berubah, harga bahan baku naik, atau muncul kompetitor baru. Seorang pengusaha UMKM wajib memiliki sifat “tahan banting”. Adaptabilitas memungkinkan Anda untuk cepat berpindah haluan (pivoting) saat strategi lama tidak lagi berhasil, misalnya dengan mulai merambah ke jualan online atau mengubah kemasan produk agar lebih menarik.

3. Pelayanan Pelanggan dengan Empati

UMKM seringkali menang melawan perusahaan besar karena kedekatan personal dengan pelanggan. Soft skill empati memungkinkan Anda memahami apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Pelayanan yang ramah, solutif, dan tulus akan menciptakan loyalitas pelanggan yang jauh lebih berharga daripada promosi diskon besar-besaran.

4. Kepemimpinan (Leadership)

Meskipun saat ini Anda mungkin masih menjalankan usaha sendirian atau hanya dengan satu-dua karyawan, jiwa kepemimpinan tetap diperlukan. Anda harus mampu memotivasi diri sendiri dan memberikan visi yang jelas kepada tim. Kepemimpinan yang baik akan membangun budaya kerja yang positif, sehingga karyawan merasa memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bisnis Anda.

5. Manajemen Waktu dan Prioritas

Sebagai pemilik UMKM, Anda seringkali menjadi “pemain serbabisa”—menjadi admin, kurir, hingga bagian keuangan sekaligus. Di sinilah kemampuan manajemen waktu diuji. Anda harus tahu mana tugas yang mendesak dan mana yang bisa ditunda, agar operasional bisnis tetap berjalan efektif tanpa membuat Anda mengalami burnout.

6. Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Setiap hari dalam bisnis pasti ada tantangan, mulai dari barang retur hingga kendala pengiriman. Pengusaha yang sukses tidak fokus pada masalahnya, melainkan pada solusinya. Kemampuan berpikir tenang di bawah tekanan sangat membantu Anda mengambil keputusan yang logis dan tidak emosional.

Baca juga : Pentingnya Upgrade Skill di Era Digital Saat Ini

Kesimpulan

Modal uang bisa dicari melalui pinjaman atau kerja sama, namun soft skill pengusaha UMKM adalah aset internal yang harus dibangun secara konsisten. Dengan mengombinasikan produk yang berkualitas dan soft skill yang mumpuni, bisnis UMKM Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Sudahkah Anda mengevaluasi soft skill apa yang paling Anda butuhkan saat ini? Ingatlah bahwa investasi terbaik untuk bisnis Anda adalah pengembangan diri Anda sendiri.

Model Bisnis Digital Jadi Strategi UMKM Bertahan di 2026

Model bisnis digital menjadi strategi utama UMKM dalam bertahan dan berkembang pada 2026 di tengah perubahan pola konsumsi dan distribusi. Pelaku usaha mulai beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Statistik E-Commerce menunjukkan peningkatan jumlah usaha yang memanfaatkan platform digital dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menandakan adanya perubahan signifikan dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnis.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang usaha baru, terutama di sektor perdagangan digital, pemasaran online, dan logistik. Transformasi digital juga membantu pelaku usaha mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

Pemerintah Indonesia mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi akses platform digital. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing pelaku usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Ke depan, model bisnis digital diperkirakan akan menjadi standar baru dalam dunia usaha, seiring meningkatnya adopsi teknologi oleh pelaku UMKM di berbagai sektor.

Kolaborasi UMKM dan Teknologi Dorong Pertumbuhan Bisnis di 2026

Kolaborasi antara UMKM dan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis pada 2026. Integrasi teknologi dalam aktivitas usaha membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi serta memperluas jangkauan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi terkait ekonomi digital menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha terus meningkat. Hal ini mencerminkan perubahan pola bisnis yang semakin bergantung pada sistem digital.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan online dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha. World Bank juga mencatat bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha kecil.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang kerja di sektor digital, termasuk pemasaran online, logistik, dan pengelolaan data. Kolaborasi ini juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Pemerintah Indonesia mendorong integrasi teknologi dalam UMKM melalui berbagai program digitalisasi, pelatihan, dan pendampingan usaha. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi global.

Ke depan, kolaborasi antara UMKM dan teknologi diperkirakan akan semakin intensif, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap inovasi dan efisiensi dalam menjalankan usaha di era digital yang terus berkembang.

Kolaborasi UMKM dan Teknologi Dorong Pertumbuhan Bisnis di 2026

Kolaborasi antara UMKM dan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis pada 2026. Integrasi teknologi dalam aktivitas usaha membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi serta memperluas jangkauan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi terkait ekonomi digital menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha terus meningkat. Hal ini mencerminkan perubahan pola bisnis yang semakin bergantung pada sistem digital.

Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan online dan adopsi teknologi oleh pelaku usaha. World Bank juga mencatat bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha kecil.

Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang kerja di sektor digital, termasuk pemasaran online, logistik, dan pengelolaan data. Kolaborasi ini juga membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Pemerintah Indonesia mendorong integrasi teknologi dalam UMKM melalui berbagai program digitalisasi, pelatihan, dan pendampingan usaha. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi global.

Ke depan, kolaborasi antara UMKM dan teknologi diperkirakan akan semakin intensif, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap inovasi dan efisiensi dalam menjalankan usaha di era digital yang terus berkembang.

Inkubasi Bisnis Makin Relevan di Tengah Tren UMKM Naik Kelas pada 2026

Program inkubasi bisnis semakin relevan dalam mendukung UMKM yang berupaya naik kelas. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan ekosistem digital, UMKM membutuhkan pendampingan dan bimbingan untuk dapat bersaing di pasar yang semakin ketat. Inkubasi bisnis menjadi solusi bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas produksinya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah usaha e-commerce pada 2024 meningkat sebesar 15,30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Program inkubasi bisnis berfokus pada penguatan UMKM dengan memberikan akses terhadap pembiayaan, pelatihan manajerial, serta bantuan dalam digital marketing. Secara global, laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun oleh Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia akan mencapai 90 miliar dolar AS pada 2024.

 

Indonesia diprediksi menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara, yang semakin membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka. Bagi masyarakat, inkubasi bisnis memberikan dampak yang signifikan dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan usaha kecil. Pendampingan yang diberikan oleh lembaga inkubator bisnis membantu pelaku usaha memahami pasar global, memperbaiki produk mereka, serta memperluas jaringan distribusi.

 

Pemerintah juga mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dan mendukung UMKM dalam mengakses pasar global. Penguatan sektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Hari Ketiga TEI 2025 Rewako Sulawesi Selatan Tunjukkan Pesona UMKM Daerah

Tangerang, 17 Oktober 2025 – Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD City memasuki hari ketiga dengan semangat yang semakin membara. Ribuan pengunjung, buyer, dan delegasi internasional tampak memenuhi area pameran untuk melihat langsung potensi produk lokal Indonesia yang siap bersaing di pasar global.

 

Di antara deretan booth yang menarik perhatian, UMKM Rewako Sulawesi Selatan tampil memukau dengan keunikan konsep dan kekayaan produk yang mereka bawa. Booth ini menjadi salah satu magnet pengunjung berkat tampilan yang memadukan unsur tradisional dan modern, menghadirkan suasana khas Sulawesi Selatan di tengah keramaian pameran.

Rewako menampilkan berbagai produk unggulan Sulawesi Selatan yang merepresentasikan identitas dan potensi daerah.
Mulai dari fashion etnik modern yang menggabungkan kain tradisional Bugis-Makassar dengan desain kekinian, hingga kopi khas Sulawesi yang terkenal dengan cita rasa kuat dan aroma khas pegunungan Toraja.

 

Tak berhenti di situ, Rewako juga menghadirkan kerajinan tangan, kuliner olahan lokal, serta souvenir khas daerah yang mencerminkan kreativitas dan inovasi pelaku UMKM binaan.
Salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah kopi robusta dan arabika Sulawesi Selatan, yang dapat dicicipi langsung oleh pengunjung.
Aroma kopi yang kuat berpadu dengan keramahan para penjaga booth menciptakan suasana yang hangat dan berkesan bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

“Kami ingin memperkenalkan potensi Sulawesi Selatan bukan hanya lewat satu produk, tapi melalui berbagai karya kreatif yang menunjukkan kekayaan budaya dan kualitas produksi daerah kami,” ujar salah satu perwakilan Rewako.

Selain kopi, lini fashion Bugis-Makassar juga menjadi daya tarik utama. Kain tenun tradisional yang diolah dengan desain modern tampil elegan dan memikat — bukti nyata bahwa produk fesyen daerah bisa tampil berkelas dan siap ekspor.

 

Baca juga: Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Modest Fashion Nasional Lewat IN2MOTIONFEST 2025

 

Partisipasi Rewako di TEI 2025 bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga bentuk nyata semangat UMKM Sulawesi Selatan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memperluas jangkauan pasar.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, Rewako membawa pesan kuat: produk lokal Indonesia punya daya saing global bila dikembangkan dengan inovasi dan visi jangka panjang.

Hingga hari ketiga, booth Rewako terus dipadati pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam produk mereka. Banyak yang mengapresiasi konsep booth yang hangat, ramah, dan informatif, menjadi ruang inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

Dengan semangat “Dari Daerah untuk Dunia,” Rewako Sulawesi Selatan membuktikan bahwa produk lokal bisa menjadi inspirasi global.

 

Kunjungi booth Rewako Sulawesi Selatan dan temukan beragam produk kreatif dari fashion, kopi, hingga kerajinan lokal yang membanggakan Indonesia.
Mari dukung UMKM daerah untuk terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia!