Category: Softskill

Tips Tampil Profesional Saat Kerja dari Rumah (WFH)

Tangerang, 19 Juni 2026 – Bekerja dari rumah (Work From Home) memberikan fleksibilitas yang luar biasa. Namun, kebebasan ini sering kali menjadi jebakan yang membuat kita abai terhadap profesionalisme. Padahal, cara kita membawa diri saat bekerja secara remote mencerminkan dedikasi dan kualitas kerja kita di mata atasan maupun klien.

Menjaga penampilan dan etika bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari soft skill penting untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental. Berikut adalah panduan lengkap tips tampil profesional saat WFH.

1. Tinggalkan Piyama, Pilih Pakaian yang Layak

Meskipun tergoda untuk bekerja dengan baju tidur, secara psikologis mengenakan pakaian yang rapi dapat meningkatkan fokus dan kesiapan mental. Anda tidak perlu memakai setelan jas lengkap, namun pilihlah pakaian yang “pantas” untuk dilihat orang lain.

Tips: Gunakan kemeja santai, polo shirt, atau blus berbahan nyaman. Pastikan pakaian bersih dan tidak kusut.

2. Perhatikan Etika Penampilan Saat Video Call

Dalam kerja remote, layar kamera adalah “kantor” Anda. Pastikan Anda memperhatikan poin-poin berikut saat melakukan meeting daring:

  • Pencahayaan: Pastikan cahaya menyinari wajah Anda (bukan dari belakang/backlight).

  • Sudut Kamera: Letakkan kamera setinggi mata (eye level) agar komunikasi terasa lebih personal dan sopan.

  • Latar Belakang: Gunakan latar yang rapi atau manfaatkan fitur blur/virtual background jika area rumah sedang berantakan.

3. Jaga Kerapihan Diri (Grooming)

Tampil profesional bukan berarti harus berdandan berlebihan. Cukup pastikan rambut tertata rapi dan wajah terlihat segar. Bagi pria, mencukur kumis atau jenggot yang tidak beraturan bisa memberikan kesan disiplin. Bagi wanita, riasan tipis dapat membantu wajah tampak tidak kusam di depan kamera.

4. Komunikasi dan Respon yang Proaktif

Profesionalisme saat WFH tidak hanya dilihat dari visual, tetapi juga dari cara Anda berkomunikasi. Ini adalah bagian dari etika & penampilan kerja remote yang sering terlupakan.

  • Hadir tepat waktu di ruang meeting virtual.

  • Gunakan bahasa yang jelas dan sopan dalam pesan teks maupun email.

  • Berikan respon dalam waktu yang wajar untuk menunjukkan bahwa Anda memang berada di “meja kerja”.

5. Mengatur Batas Antara Pekerjaan dan Urusan Rumah

Tampil profesional berarti Anda mampu mengelola gangguan. Usahakan untuk memiliki ruang kerja khusus yang tenang. Hindari melakukan meeting sambil melakukan aktivitas rumah tangga seperti memasak atau mengasuh anak jika memungkinkan, agar fokus Anda tetap terjaga sepenuhnya pada lawan bicara.

Mengasah Soft Skill Akhir Pekan

Membangun kebiasaan profesional saat WFH adalah proses berkelanjutan. Gunakan waktu luang atau soft skill akhir pekan Anda untuk mengevaluasi diri. Anda bisa mempelajari fitur-fitur baru di platform kolaborasi (seperti Zoom, Teams, atau Slack) atau membaca buku tentang manajemen waktu dan etika bisnis digital.

Kesimpulan

Tampil profesional saat WFH adalah investasi untuk karier jangka panjang Anda. Dengan menjaga penampilan dan etika kerja yang baik, Anda membangun kepercayaan (trust) dengan rekan kerja dan atasan, sekaligus menjaga batasan antara kehidupan pribadi dan profesional.

Baca Juga : Strategi Jualan Online untuk UMKM yang Baru Mulai

Strategi Jualan Online untuk UMKM yang Baru Mulai

Tangerang, 18 Juni 2026 – Memasuki dunia digital bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melainkan sebuah keharusan. Namun, beralih ke jualan online tidak semudah mengunggah foto lalu menunggu pesanan datang. Di tengah persaingan yang ketat, diperlukan strategi yang matang agar produk Anda dilirik oleh calon pembeli.

Bagi Anda yang baru memulai, berikut adalah strategi jualan online yang efektif dan mudah diterapkan:

1. Kenali Produk dan Target Pasar Anda

Sebelum membuka toko di marketplace atau media sosial, Anda harus tahu siapa yang akan membeli produk Anda. Jangan mencoba menjual ke semua orang.

  • Tentukan Niche: Fokuslah pada kategori produk yang spesifik (misal: camilan sehat, bukan sekadar makanan).

  • Pahami Persona Pembeli: Berapa usia mereka? Apa hobi mereka? Di platform mana mereka sering menghabiskan waktu?

2. Pilih Platform yang Sesuai

Tidak semua platform harus Anda gunakan sekaligus. Fokuslah pada satu atau dua platform di awal agar pengelolaan lebih maksimal.

  • Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada): Cocok jika produk Anda adalah barang yang sering dicari orang melalui kolom pencarian.

  • Media Sosial (Instagram, TikTok, Facebook): Sangat baik untuk membangun brand awareness dan menjual produk yang bersifat visual atau emosional.

  • WhatsApp Business: Wajib dimiliki untuk mempermudah komunikasi langsung dan layanan pelanggan yang cepat.

3. Gunakan Foto dan Deskripsi Produk yang Menarik

Dalam jualan online, pembeli tidak bisa menyentuh atau mencoba produk secara langsung. Oleh karena itu, visual adalah segalanya.

  • Foto Produk: Gunakan pencahayaan alami (sinar matahari) dan latar belakang yang bersih. Pastikan gambar tajam dan tidak pecah.

  • Copywriting (Deskripsi): Jangan hanya menuliskan spesifikasi. Jelaskan manfaat produk Anda dan bagaimana produk tersebut bisa menyelesaikan masalah pelanggan.

4. Manfaatkan Konten Video Pendek

Saat ini, algoritma media sosial sangat mendukung konten video pendek seperti TikTok dan Instagram Reels.

  • Buatlah video behind the scene, proses pengemasan barang, atau tips penggunaan produk.

  • Konten yang bersifat edukasi atau hiburan cenderung lebih mudah viral dibandingkan konten yang hanya berisi jualan (hard selling).

5. Berikan Pelayanan Pelanggan yang Responsif

Kecepatan membalas chat adalah kunci dalam jualan online. Calon pembeli seringkali bertanya ke beberapa toko sekaligus; siapa yang membalas paling cepat dan ramah, biasanya dialah yang mendapatkan pesanan.

  • Gunakan fitur Auto-reply untuk memberikan informasi awal.

  • Selalu minta ulasan (review) dari pelanggan setelah barang sampai, karena ulasan positif adalah magnet bagi pembeli baru.

6. Tawarkan Promo yang Menarik namun Masuk Akal

Sebagai toko baru, Anda perlu memberikan “pancingan” agar orang berani mencoba produk Anda.

  • Promo Bundling: Beli 2 lebih murah.

  • Diskon Perdana: Potongan harga khusus untuk pengikut baru.

  • Gratis Ongkir: Fitur ini masih menjadi faktor penentu utama bagi konsumen di Indonesia.

7. Evaluasi dan Konsistensi

Strategi jualan online tidak ada yang instan. Anda perlu melakukan evaluasi setiap minggu. Lihat produk mana yang paling banyak dilihat, jam berapa followers Anda aktif, dan konten mana yang paling banyak disukai. Konsistensi dalam mengunggah konten dan memperbarui stok adalah kunci agar toko Anda tetap terlihat “hidup” oleh algoritma maupun calon pembeli.

Kesimpulan

Memulai jualan online bagi UMKM memang penuh tantangan, namun peluang yang ditawarkan sangat luas. Dengan memahami target pasar, memaksimalkan visual produk, dan memanfaatkan kekuatan media sosial, bisnis kecil Anda berpotensi tumbuh menjadi besar. Kuncinya adalah terus belajar dan beradaptasi dengan tren digital yang ada.

Baca Juga : Panduan TikTok Affiliate untuk Pemula “Cuan dari Konten”

Panduan TikTok Affiliate untuk Pemula “Cuan dari Konten”

Tangerang, 17 Juni 2026 – Siapa yang tidak kenal TikTok? Media sosial yang dulunya hanya platform video joget-joget, kini telah bertransformasi menjadi mesin penghasil uang yang luar biasa melalui fitur TikTok Affiliate.

Bagi Anda yang ingin mencari penghasilan tambahan tanpa harus memiliki produk sendiri atau modal besar, program ini adalah jawabannya. Cukup dengan modal kreativitas dan smartphone, Anda bisa meraup komisi hingga jutaan rupiah. Bagaimana caranya? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu TikTok Affiliate?

TikTok Affiliate adalah sebuah program yang memungkinkan kreator untuk mempromosikan produk milik penjual (seller) melalui konten video atau live streaming. Jika ada penonton yang membeli produk melalui tautan (keranjang kuning) yang Anda bagikan, Anda akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan tersebut.

Keuntungan Menjadi TikTok Affiliate
  1. Tanpa Stok Barang: Anda tidak perlu memikirkan produksi atau gudang.
  2. Tanpa Pengiriman: Urusan packing dan pengiriman adalah tanggung jawab seller.
  3. Modal Minim: Cukup butuh ponsel, koneksi internet, dan kreativitas.
  4. Fleksibel: Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Syarat Daftar TikTok Affiliate untuk Pemula

Dahulu, TikTok mewajibkan jumlah pengikut (followers) tertentu untuk bergabung. Namun, saat ini aturannya lebih fleksibel. Berikut adalah syarat umumnya:

  • Memiliki akun TikTok aktif yang sudah terverifikasi.

  • Memiliki rekening bank untuk pencairan komisi.

  • Sudah mendaftar di akun TikTok Shop (sekarang bekerja sama dengan Tokopedia).

  • Berusia minimal 18 tahun.

Cara Daftar TikTok Affiliate (Langkah demi Langkah)
  1. Buka Aplikasi TikTok: Masuk ke menu Profil.
  2. Pilih Alat Kreator: Klik ikon garis tiga di pojok kanan atas, lalu pilih “Alat Kreator”.
  3. Klik TikTok Shop for Creator: Cari menu ini untuk mulai mendaftar sebagai affiliate.
  4. Penuhi Persyaratan: Jika memenuhi kriteria, klik “Apply” atau “Daftar”.
  5. Tambahkan Produk: Setelah disetujui, masuk ke “Marketplace Produk” untuk memilih barang yang ingin Anda promosikan. Pastikan memilih produk dengan komisi yang menarik dan rating yang bagus.
Strategi Cuan: Cara Membuat Konten yang Menjual

Mendaftar saja tidak cukup. Kunci dari cuan di TikTok Affiliate adalah kualitas konten Anda. Berikut tipsnya:

1. Tentukan Niche (Tema) Konten

Jangan mencampuradukkan semua produk dalam satu akun. Pilihlah satu tema yang konsisten, misalnya:

  • Skincare & Beauty

  • Home Appliances (Perabotan Rumah Tangga)

  • Gadget & Elektronik

  • Fashion

Akun yang fokus pada satu niche lebih mudah dipercaya oleh audiens dan dideteksi oleh algoritma TikTok.

2. Gunakan Teknik Storytelling

Hindari konten yang kesannya “hanya jualan”. Mulailah dengan menceritakan masalah yang Anda alami, lalu tunjukkan produk tersebut sebagai solusinya. Contoh: “Dulu wajah aku kusam banget, tapi setelah pakai serum ini selama 2 minggu…”

3. Perhatikan Kualitas Video (Lighting & Audio)

Pastikan video Anda jernih dan suara terdengar jelas. Konten yang estetik dan bersih cenderung lebih disukai audiens dan lebih besar peluangnya untuk masuk FYP (For Your Page).

4. Gunakan Hook yang Kuat

Tiga detik pertama video adalah kunci. Gunakan kalimat pembuka yang bikin orang penasaran, seperti: “Jangan beli baju ini sebelum kamu lihat video ini!” atau “Rahasia dapur rapi cuma modal 20 ribu.”

5. Konsistensi adalah Kunci

Jangan menyerah jika video pertama belum meledak. Unggah konten secara rutin (minimal 1-2 video sehari) untuk membangun kepercayaan audiens dan memancing algoritma TikTok.

Cara Menarik Komisi TikTok Affiliate

Setelah berhasil melakukan penjualan, komisi tidak langsung masuk. Ada masa tunggu (biasanya 7-14 hari) untuk memastikan pembeli tidak melakukan retur. Setelah dana tersedia, Anda bisa menariknya langsung ke rekening bank atau e-wallet yang sudah didaftarkan di bagian “Commission” pada dashboard TikTok Shop Anda.

Kesimpulan

Menjadi TikTok Affiliate adalah peluang emas di era digital ini. Meskipun bagi pemula mungkin terasa sulit di awal, namun dengan konsistensi belajar dan memperbaiki kualitas konten, “cuan” dari keranjang kuning bukan lagi sekadar impian.

Siap memulai perjalanan affiliate Anda hari ini? Yuk, mulai buat konten pertama Anda!

Baca Juga : 5 Skill Content Creator yang Paling Dicari Brand di Era Media Sosial

GETI Dorong Skill Digital untuk Karier Profesional

Tangerang, 12 Juni 2026 — GETI mendorong penguatan skill digital untuk mendukung karier profesional di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin cepat dan kompetitif.

Penguasaan teknologi kini menjadi kebutuhan dasar bagi tenaga kerja di berbagai sektor. Karena itu, kemampuan digital tidak lagi terbatas pada profesi teknologi informasi, tetapi juga dibutuhkan dalam administrasi, pemasaran, operasional, layanan pelanggan, hingga pengelolaan bisnis.

GETI menilai peningkatan skill digital perlu dilakukan secara terarah agar tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan dunia kerja. Selain itu, pelatihan yang praktis dapat membantu peserta memahami penggunaan teknologi sesuai kebutuhan industri.

Baca juga: GETI Siapkan Talenta Kerja Lewat Pelatihan Online Baru

Skill Digital Jadi Kebutuhan Kerja

Skill digital mencakup kemampuan menggunakan perangkat kerja berbasis teknologi, mengelola data sederhana, memahami pemasaran digital, serta memanfaatkan aplikasi produktivitas. Dengan kemampuan tersebut, tenaga kerja dapat bekerja lebih efisien dan adaptif.

Dalam dunia profesional, kemampuan digital juga berperan dalam meningkatkan daya saing individu. Oleh karena itu, pekerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam kariernya.

GETI mendorong peserta pelatihan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan digital dalam pekerjaan sehari-hari. Pendekatan ini penting agar pelatihan memberikan dampak nyata bagi kesiapan kerja.

Baca juga: GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Melalui program pelatihan, GETI berupaya membantu peserta membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Materi yang diberikan diarahkan pada keterampilan praktis, sehingga peserta dapat lebih siap menghadapi tuntutan kerja modern.

Selain itu, pelatihan digital juga membantu peserta memahami cara berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengelola pekerjaan secara lebih sistematis. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama bagi calon tenaga kerja yang ingin masuk ke dunia profesional.

Ke depan, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan skill digital diperkirakan terus meningkat. Karena itu, GETI menilai penguatan kompetensi digital menjadi langkah penting untuk menciptakan SDM yang siap bersaing, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan industri.

5 Skill Content Creator yang Paling Dicari Brand di Era Media Sosial

Tangerang, 11 Juni 2026 – Menjadi seorang content creator di era sekarang bukan lagi sekadar hobi, melainkan profesi yang menjanjikan. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah kreator, standar yang ditetapkan oleh brand untuk bekerja sama juga semakin tinggi.

Sekarang, brand tidak hanya melihat jumlah followers. Mereka mencari kreator yang mampu memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka. Jika Anda ingin meningkatkan nilai jual dan dilirik oleh banyak perusahaan, berikut adalah 5 skill utama yang wajib Anda kuasai:

1. Storytelling dan Copywriting

Visual yang cantik memang menarik mata, tetapi cerita yang kuatlah yang menggerakkan hati. Brand sangat menyukai kreator yang mampu mengemas pesan promosi menjadi sebuah cerita yang organik dan tidak terasa seperti iklan (hard-selling).

Kemampuan menulis caption yang persuasif (copywriting) dan menyusun alur cerita (storytelling) sangat krusial untuk meningkatkan engagement dan membangun koneksi emosional dengan audiens.

2. Mobile Videography dan Video Editing

Kita berada di era video pendek (Short-form video). Dengan dominasi TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, kemampuan mengambil video berkualitas hanya dengan smartphone adalah sebuah keharusan.

Bukan hanya soal merekam, Anda juga dituntut mahir menggunakan aplikasi editing seperti CapCut, VN, atau Adobe Premiere Rush. Kreator yang bisa menghasilkan transisi halus, pemilihan musik yang pas, dan pacing video yang tidak membosankan akan selalu menjadi prioritas brand.

3. Analisis Data dan Insight

Kreativitas saja tidak cukup. Brand ingin melihat hasil yang terukur. Seorang kreator profesional harus bisa membaca data dari fitur insight di media sosial.

Anda perlu memahami metrik seperti Engagement Rate (ER), ReachRetention Rate, hingga Click-Through Rate (CTR). Jika Anda bisa mempresentasikan data performa konten Anda kepada brand dan menjelaskan mengapa konten tersebut berhasil, Anda akan terlihat jauh lebih kredibel dan profesional.

4. Riset Tren dan SEO Media Sosial

Algoritma media sosial selalu berubah. Saat ini, Instagram dan TikTok sudah berfungsi menyerupai mesin pencari (SEO). Kreator yang paham cara riset kata kunci (keyword) yang sedang tren dan menerapkannya pada hashtag, teks di video, serta deskripsi konten akan membantu brand menjangkau audiens yang lebih luas secara organik.

5. Manajemen Komunitas (Engagement)

Brand mencari “Influence”, bukan sekadar “Reach”. Seberapa aktif Anda berinteraksi dengan pengikut Anda? Kreator yang rajin membalas komentar, membangun diskusi di Instagram Story, dan memiliki komunitas yang loyal jauh lebih berharga di mata brand. Kemampuan mengelola komunitas ini menunjukkan bahwa Anda memiliki pengaruh nyata untuk mendorong audiens melakukan aksi (seperti membeli produk).

Kesimpulan

Menjadi content creator yang sukses di mata brand memerlukan kombinasi antara kreativitas, kemampuan teknis, dan pemahaman bisnis. Dengan menguasai kelima skill di atas, Anda tidak hanya akan dianggap sebagai pembuat konten biasa, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu membantu brand mencapai tujuan pemasaran mereka.

Jadi, dari kelima skill di atas, mana yang sudah Anda kuasai?

Baca Juga : Cara Mempersiapkan Diri Masuk Dunia Kerja Digital bagi Fresh Graduate

GETI Siapkan Talenta Kerja Lewat Pelatihan Online Baru

Tangerang, 11 Juni 2026 — GETI menyiapkan talenta kerja melalui pelatihan online baru yang dirancang untuk membantu peserta meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Program ini menyasar calon tenaga kerja, pekerja aktif, dan pelaku usaha yang membutuhkan pembelajaran fleksibel tanpa harus meninggalkan aktivitas utama.

Pelatihan online menjadi pilihan yang semakin relevan karena dunia kerja menuntut kemampuan adaptif. Karena itu, GETI menghadirkan materi yang berfokus pada kompetensi kerja, pemahaman praktik, dan kesiapan peserta menghadapi proses kerja modern.

Selain itu, model pembelajaran daring memberi akses lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Dengan format tersebut, proses peningkatan skill online dapat dilakukan lebih efisien, terarah, dan tetap mengikuti standar pembelajaran yang jelas.

Baca juga: GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Penguatan Kompetensi Lewat Kelas Digital

Program pelatihan digital ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berubah. Materi pembelajaran diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan target kompetensi yang ingin dicapai.

Dalam pelaksanaannya, peserta dapat mempelajari topik yang berkaitan dengan administrasi, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, dan keterampilan pendukung lain. Dengan demikian, pelatihan kerja online dapat menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan sumber daya manusia.

Namun, keberhasilan pelatihan tetap bergantung pada kedisiplinan peserta dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, GETI menekankan pentingnya pemahaman materi, latihan terstruktur, dan evaluasi agar hasil pembelajaran lebih terukur.

Baca juga: GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Menjawab Kebutuhan Talenta Siap Kerja

Kehadiran pelatihan online baru ini juga menjadi bagian dari upaya GETI memperluas akses pengembangan talenta kerja. Peserta diharapkan mampu membangun portofolio keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memahami proses bisnis dan teknologi. Karena itu, kelas online GETI diarahkan untuk memperkuat kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam lingkungan kerja nyata. Materi juga dapat menjadi bekal awal sebelum peserta mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.

Ke depan, pelatihan berbasis digital diperkirakan menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM. Melalui program ini, GETI berupaya mendorong peserta agar lebih siap bersaing, lebih percaya diri, dan lebih mampu mengikuti perubahan dunia kerja.

Belajar Digital Marketing dari Nol

Tangerang, 10 Juni 2026 – Di era transformasi digital saat ini, keahlian digital marketing menjadi salah satu skill yang paling banyak dicari oleh perusahaan di seluruh dunia. Baik Anda seorang mahasiswa, pemilik bisnis kecil, atau seseorang yang ingin berpindah karir, memahami cara memasarkan produk secara online adalah kunci kesuksesan di masa depan.

Namun, bagi pemula, dunia digital marketing seringkali terasa luas dan membingungkan. Artikel ini akan memandu Anda belajar digital marketing dari nol dengan langkah-langkah yang terstruktur.

Apa Itu Digital Marketing?

Secara sederhana, digital marketing adalah segala upaya pemasaran produk atau jasa yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Berbeda dengan pemasaran tradisional (seperti baliho atau brosur), digital marketing memungkinkan Anda menjangkau audiens yang lebih spesifik, mengukur performa secara real-time, dan berinteraksi langsung dengan konsumen.

Pilar Utama Digital Marketing yang Wajib Diketahui

Sebelum terjun lebih dalam, Anda perlu memahami beberapa pilar utama yang menyusun ekosistem digital marketing:

  1. Search Engine Optimization (SEO): Proses mengoptimasi website agar muncul di halaman pertama mesin pencari seperti Google secara organik (gratis).
  2. Search Engine Marketing (SEM): Pemasaran berbayar di mesin pencari (seperti Google Ads) untuk mendapatkan traffic secara instan.
  3. Social Media Marketing (SMM): Memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan LinkedIn untuk membangun brand dan berinteraksi dengan audiens.
  4. Content Marketing: Strategi menciptakan konten yang relevan dan berharga (artikel, video, infografis) untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
  5. Email Marketing: Mengirimkan pesan promosi atau edukasi langsung ke kotak masuk email calon pelanggan.
Langkah-Langkah Belajar Digital Marketing dari Nol
1. Pahami Mindset Digital Marketer

Digital marketing bukan hanya soal memposting konten, tetapi soal data dan psikologi konsumen. Anda harus terbiasa dengan angka, suka bereksperimen (A/B testing), dan selalu haus akan tren terbaru.

2. Tentukan Satu Fokus (Spesialisasi)

Jangan mencoba mempelajari semuanya sekaligus. Pilihlah satu bidang yang paling menarik bagi Anda, misalnya fokus pada Social Media atau Copywriting terlebih dahulu. Setelah mahir, barulah pelajari pilar lainnya.

3. Ikuti Kursus Online Gratis atau Berbayar

Saat ini banyak platform yang menyediakan materi belajar digital marketing secara cuma-cuma, seperti:

  • Google Digital Garage (Fundamentals of Digital Marketing)

  • HubSpot Academy (Content Marketing & Inbound Marketing)

  • YouTube (Banyak kanal praktisi yang membagikan tips gratis)

4. Gunakan Tools Pendukung

Seorang digital marketer tidak bekerja sendirian. Anda perlu mengenal beberapa tools penting:

  • Analisis: Google Analytics, Google Search Console.

  • Desain: Canva, CapCut.

  • Riset Keyword: Ubersuggest, Google Trends.

  • Manajemen Sosmed: Meta Business Suite, Buffer.

5. Praktik Langsung (Learn by Doing)

Teori tanpa praktik akan sia-sia. Cobalah untuk:

  • Membuat blog pribadi dan mengoptimasi SEO-nya.

  • Membangun akun Instagram/TikTok publik dan mencoba meningkatkan followers secara organik.

  • Membantu bisnis teman atau UMKM sekitar untuk mengelola iklan digitalnya.

6. Bangun Portofolio

Catat semua hasil eksperimen Anda. Berapa kenaikan followers yang Anda capai? Berapa klik yang didapat dari artikel blog Anda? Dokumentasikan data ini sebagai portofolio untuk melamar kerja atau mencari klien.

Kesimpulan

Belajar digital marketing dari nol memang membutuhkan waktu dan konsistensi. Kunci utamanya adalah jangan takut untuk mencoba dan terus mengikuti perkembangan algoritma platform yang selalu berubah. Dengan permintaan industri yang tinggi, investasi waktu Anda untuk belajar skill ini pasti akan membuahkan hasil yang manis.

Siap memulai perjalanan digital marketing Anda hari ini?

Baca Juga : Cara Mempersiapkan Diri Masuk Dunia Kerja Digital bagi Fresh Graduate

GETI Hadirkan Pelatihan Praktis bagi Calon Profesional

Tangerang, 10 Juni 2026 — GETI menghadirkan pelatihan praktis bagi calon profesional untuk memperkuat kesiapan kerja di tengah persaingan industri. Program ini menekankan keterampilan terapan, pemahaman standar kerja, dan kesiapan mengikuti kebutuhan perusahaan. Selain itu, peserta diarahkan membangun portofolio kompetensi yang lebih relevan.

Data BPS pada Februari 2026 mencatat penduduk bekerja Indonesia mencapai 147,67 juta orang. Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka masih berada di angka 4,68 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas kerja tetap penting.

Sementara itu, World Bank menyoroti pentingnya sistem informasi pasar kerja dan kesesuaian keterampilan. Laporan tersebut menunjukkan data lowongan dapat membantu membaca kebutuhan okupasi secara lebih rinci. Karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi semakin relevan.

Baca juga: GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Keterampilan Praktis Jadi Fokus

GETI menyusun pelatihan dengan pendekatan praktis agar peserta tidak berhenti pada teori. Materi diarahkan pada tugas kerja, studi kasus, dan simulasi yang dekat dengan kebutuhan lapangan. Dengan demikian, peserta dapat memahami proses kerja secara lebih konkret.

Bagi calon profesional, pelatihan praktis memberi ruang untuk mengenali standar industri sejak awal. Selain itu, peserta dapat mengukur kemampuan sebelum memasuki proses kerja atau sertifikasi. Artinya, pelatihan menjadi jembatan antara pembelajaran dan kebutuhan perusahaan.

Kebijakan pemerintah juga bergerak pada penguatan pelatihan vokasi. Kemnaker mencatat program pelatihan vokasi memberi peluang peserta memperoleh sertifikat kompetensi melalui BNSP. Pada saat yang sama, BNSP menjalankan fungsi sertifikasi kompetensi kerja secara nasional.

Baca juga: GETI Kembangkan Kompetensi Lewat Program Terapan Kerja

Menjawab Kebutuhan Industri

Perubahan teknologi membuat perusahaan membutuhkan pekerja yang cepat belajar dan mudah beradaptasi. Oleh sebab itu, pelatihan harus relevan dengan pekerjaan nyata. Pelatihan yang terlalu umum berisiko tidak menjawab kebutuhan jabatan.

Dampaknya terasa pada masyarakat, terutama pencari kerja dan lulusan baru. Dengan pelatihan yang terarah, mereka memiliki bekal awal untuk bersaing secara lebih rasional. Bahkan, pelatihan dapat membantu peserta memahami pilihan karier yang sesuai.

Ke depan, kebutuhan pelatihan praktis diperkirakan terus meningkat seiring perubahan pola kerja. Karena itu, GETI mendorong calon profesional mengikuti pembelajaran yang terukur dan aplikatif. Arah ini sejalan dengan tren penguatan SDM berbasis kompetensi.

GETI Bantu SDM Indonesia Siap Hadapi Tantangan Kerja

Tangerang, 9 Juni 2026 — GETI membantu SDM Indonesia lebih siap menghadapi tantangan kerja melalui penguatan kompetensi, pelatihan terarah, dan pemahaman kebutuhan industri yang terus berubah.

Dunia kerja bergerak cepat. Perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya paham teori, tetapi juga mampu bekerja adaptif, disiplin, dan siap mengikuti perubahan teknologi. Karena itu, pengembangan SDM tidak bisa lagi dilakukan asal ikut pelatihan.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk bekerja di Indonesia pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,68 persen. Angka ini menunjukkan pasar kerja tetap besar, tetapi kompetisi antarpekerja juga makin ketat.

Penguatan Kompetensi Jadi Kebutuhan Utama

GETI mendorong peserta pelatihan untuk memahami kompetensi kerja secara lebih praktis. Materi tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori. Peserta juga perlu dilatih membaca masalah, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menjalankan tugas sesuai standar kerja.

Baca juga: GETI Jadi Solusi Pelatihan untuk Kebutuhan Industri

Selain itu, tantangan kerja saat ini makin dekat dengan transformasi digital. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 mencatat bahwa 39 persen keterampilan utama di pasar kerja diperkirakan berubah pada 2030. Artinya, pekerja perlu terus belajar agar tidak tertinggal.

Dalam konteks ini, pelatihan berperan sebagai jembatan. Peserta dapat memperbarui kemampuan, memperkuat kepercayaan diri, dan memahami ekspektasi industri. Namun, pelatihan tetap harus relevan dengan kebutuhan lapangan. Kalau tidak, hasilnya hanya ramai di sertifikat, sepi di performa.

Siapkan SDM yang Lebih Adaptif

GETI menempatkan pengembangan SDM sebagai proses berkelanjutan. Peserta perlu dibantu agar mampu menilai kemampuan diri, memperbaiki kekurangan, dan membangun kebiasaan kerja yang profesional. Ini bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi tenaga kerja modern.

Baca juga: GETI Kembangkan Kompetensi Lewat Program Terapan Kerja

Langkah ini penting karena industri membutuhkan tenaga kerja yang siap bergerak. Kemampuan teknis tetap penting. Namun, sikap kerja, komunikasi, tanggung jawab, dan kemauan belajar menjadi pembeda utama.

Dengan pendekatan pelatihan yang lebih terarah, GETI berupaya mendukung SDM Indonesia agar lebih siap bersaing. Pada akhirnya, kesiapan kerja bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga soal bertahan, berkembang, dan memberi nilai nyata di tempat kerja.

Cara Menjadi Store Operator Andal di Shopee dan Tokopedia

Tangerang, 8 Juni 2026 – Di era digital yang serba cepat, peran seorang Store Operator (Admin Toko Online) bukan sekadar membalas pesan pelanggan. Mereka adalah ujung tombak yang menentukan apakah sebuah toko online akan berkembang atau justru stagnan. Mengelola toko di dua platform raksasa seperti Shopee dan Tokopedia memerlukan strategi dan ketelitian khusus.

Apakah Anda ingin memulai karier sebagai Store Operator atau ingin meningkatkan performa toko sendiri? Berikut adalah panduan lengkap menjadi Store Operator yang andal dan profesional.

1. Kuasai Dashboard Seller Center

Langkah pertama yang wajib dikuasai adalah memahami navigasi Seller Center masing-masing platform.

  • Shopee Seller Centre: Pelajari fitur Promosi SayaBisnis Saya (untuk melihat data), dan pengaturan jasa kirim.

  • Tokopedia Seller: Pahami fitur TopAdsStatistik Toko, serta cara mengelola Power Merchant atau Official Store.

Seorang operator andal tahu di mana harus mengubah stok, memperbarui deskripsi produk, dan memantau performa toko tanpa kebingungan.

2. Manajemen Stok dan Produk yang Rapi

Kesalahan input stok adalah mimpi buruk. Pastikan Anda melakukan sinkronisasi stok antara Shopee dan Tokopedia secara berkala.

  • Optimasi Judul & Foto: Gunakan rumus Brand + Nama Produk + Model/Tipe + Spesifikasi. Pastikan foto produk memiliki latar belakang bersih dan menarik.

  • Gunakan Fitur Varian: Mudahkan pembeli memilih warna atau ukuran dengan fitur variasi yang jelas agar tidak terjadi salah kirim.

3. Kecepatan dan Kualitas Respons Chat

Rating toko sangat dipengaruhi oleh kecepatan membalas chat.

  • Template Chat: Buatlah template balasan otomatis yang ramah namun informatif untuk pertanyaan yang sering diajukan (FAQ).

  • Empati & Solutif: Jika ada komplain, jangan defensif. Berikan solusi segera, baik itu retur maupun pengembalian dana, untuk menjaga reputasi toko.

4. Proses Order Kilat (SLA Manajemen)

Pembeli di Shopee dan Tokopedia sangat menghargai kecepatan pengiriman.

  • Target Waktu: Usahakan pesanan diproses di hari yang sama sebelum jam operasional kurir berakhir.

  • Packaging Aman: Pastikan produk dipacking sesuai standar (bubble wrap, dus) untuk meminimalisir kerusakan yang bisa merusak rating toko.

5. Memanfaatkan Fitur Promosi Secara Maksimal

Store operator yang andal harus berperan sebagai pemasar.

  • Di Shopee: Manfaatkan Flash Sale TokoVoucher Ikuti Toko, dan Shopee Live untuk meningkatkan trafik.

  • Di Tokopedia: Optimalkan TopAdsBroadcast Chat, dan ikut serta dalam kampanye besar seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB).

6. Analisis Data untuk Strategi Kedepan

Jangan hanya jualan, tapi baca datanya. Lihat produk mana yang paling banyak dilihat tapi rendah konversinya.

  • Jika klik tinggi tapi beli rendah, mungkin harga kurang kompetitif atau deskripsi kurang meyakinkan.

  • Jika klik rendah, berarti foto produk atau judul perlu diperbaiki agar lebih menarik perhatian (SEO).

7. Pahami Kebijakan Platform

Sangat penting untuk memahami aturan main agar toko tidak terkena penalti atau banned.

  • Hindari kata-kata yang dilarang (misal: menyebutkan nomor HP atau mengarahkan transaksi di luar aplikasi).

  • Pahami aturan mengenai produk terlarang dan hak kekayaan intelektual (HAKI).

Kesimpulan

Menjadi Store Operator andal di Shopee dan Tokopedia membutuhkan kombinasi antara keterampilan teknis, manajemen waktu yang baik, dan kemampuan komunikasi yang prima. Dengan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik dan terus belajar mengikuti update algoritma platform, toko yang Anda kelola pasti akan memiliki daya saing tinggi dan pelanggan yang loyal.

Baca Juga : Langkah Awal Go Digital untuk Usaha Kecil