
Affiliate marketing di Pinterest menjadi tren yang semakin meningkat pada 2026 seiring berkembangnya visual search dan konten berbasis inspirasi. Platform ini mulai dimanfaatkan pelaku usaha dan kreator sebagai kanal baru dalam strategi pemasaran digital.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan aktivitas digital masyarakat, termasuk penggunaan platform berbasis visual dalam mencari referensi produk. Hal ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan gambar sebagai sumber informasi sebelum melakukan pembelian.
Secara global, laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company menyebutkan bahwa konten visual menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital. Pinterest sebagai platform visual discovery memberikan peluang bagi pelaku affiliate marketing untuk menjangkau audiens yang lebih spesifik.
World Bank juga menekankan bahwa pemasaran digital berbasis teknologi membantu meningkatkan efisiensi distribusi produk serta memperluas akses pasar. Affiliate marketing melalui Pinterest dinilai efektif karena menggabungkan konten inspiratif dengan tautan pembelian langsung.
Dampak terhadap masyarakat terlihat dari meningkatnya peluang penghasilan bagi kreator digital, terutama di bidang niche seperti fashion, dekorasi rumah, dan gaya hidup. Model ini memungkinkan individu menghasilkan pendapatan tanpa harus memiliki produk sendiri.
Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan keterampilan digital melalui pelatihan affiliate marketing dan konten kreatif. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan platform digital secara produktif.
Ke depan, affiliate marketing di Pinterest diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan visual search dan tren belanja berbasis inspirasi di kalangan konsumen global.



