Tangerang, 21 Mei 2026 — Pelatihan penjualan daring menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin menaikkan omzet bisnis. Perubahan perilaku konsumen membuat promosi, transaksi, dan layanan pelanggan makin banyak bergerak ke kanal digital.
Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka perlu memahami cara menampilkan produk, menulis deskripsi yang jelas, mengatur harga, membaca kebutuhan pasar, dan menjaga komunikasi dengan calon pembeli. Tanpa kemampuan itu, toko online mudah terlihat ramai di luar, tetapi sepi transaksi. Alias etalase digital, tapi kasirnya ngantuk.
Data publik menunjukkan pasar digital masih terus berkembang. Kementerian Perdagangan memproyeksikan jumlah pengguna e-commerce Indonesia pada 2025 mencapai 73,06 juta atau tumbuh 11 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa penjualan daring bukan lagi pilihan tambahan, tetapi bagian dari strategi bisnis utama.
Penjualan Daring Perlu Strategi
Dalam pelatihan penjualan daring, peserta biasanya mempelajari dasar pemasaran digital, pengelolaan toko online, teknik komunikasi dengan pelanggan, dan evaluasi performa penjualan. Materi ini penting agar pelaku usaha tidak hanya mengunggah produk, tetapi juga mampu membangun proses penjualan yang terarah.
Bagi UMKM, kemampuan membaca data sederhana seperti jumlah kunjungan, rasio tanya-jawab, dan produk paling diminati dapat membantu menentukan langkah promosi. Keputusan bisnis tidak lagi hanya berdasarkan feeling, tetapi juga bukti dari perilaku konsumen.
Baca juga: ChatGPT vs Claude
Dorong Omzet dan Kepercayaan Konsumen
Penjualan daring juga berkaitan dengan sistem pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant sampai semester I 2025. Dari jumlah merchant tersebut, 93,16 persen merupakan UMKM. Data ini memperlihatkan bahwa pelaku usaha kecil makin dekat dengan ekosistem transaksi digital.
Di Kota Tangerang, penguatan UMKM digital juga terlihat dari program pendampingan teknologi dan publikasi untuk membantu pelaku UMKM berkembang di era digital. Dukungan seperti ini relevan karena bisnis lokal membutuhkan akses, literasi, dan strategi agar mampu bersaing secara online.
Baca juga: GETI: Solusi Edukasi Digital untuk Karir Masa Depan
Dengan pelatihan yang tepat, pelaku usaha dapat memperbaiki cara jualan, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan peluang transaksi. Penjualan daring bukan sekadar pindah lapak ke internet, tetapi membangun sistem bisnis yang lebih rapi, terukur, dan siap tumbuh.



