Tangerang, 3 Juni 2026 — GETI membantu meningkatkan kompetensi SDM siap kerja melalui program pelatihan terapan yang diarahkan agar peserta memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai kebutuhan industri.
Kesiapan kerja kini tidak cukup hanya dibuktikan dengan ijazah atau pengalaman umum. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang mampu menunjukkan kompetensi secara lebih jelas, terukur, dan relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Pada periode yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 4,68 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi agar SDM mampu bersaing di pasar kerja.
Pelatihan yang Lebih Terarah
GETI menempatkan pelatihan sebagai bagian dari proses penguatan SDM sebelum memasuki dunia kerja. Materi pembelajaran disusun agar peserta memahami kebutuhan pekerjaan, alur kerja, standar industri, serta kemampuan teknis yang dapat langsung diterapkan.
Baca juga : GETI Perkuat Kualitas SDM Lewat Pelatihan Terapan
Pendekatan ini penting karena banyak peserta pelatihan membutuhkan arahan yang praktis. Mereka tidak hanya perlu memahami teori. Mereka juga perlu terbiasa dengan simulasi kerja, studi kasus, evaluasi keterampilan, dan pembiasaan sikap profesional.
Dengan pola tersebut, peserta memiliki gambaran lebih utuh tentang kompetensi yang harus dikuasai. Selain itu, pelatihan membantu peserta menilai kesiapan diri sebelum mengikuti proses sertifikasi atau masuk ke lingkungan kerja.
Mendorong SDM Siap Bersaing
Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi kerja dilaksanakan untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada berbagai sektor profesi. Dalam ekosistem tersebut, pelatihan berperan sebagai fondasi penting sebelum kompetensi peserta dinilai melalui asesmen.
Baca juga : GETI Hadirkan Program Pelatihan untuk Dunia Industri
GETI berupaya memperkuat hubungan antara pelatihan, kebutuhan industri, dan sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh materi belajar. Mereka juga mendapatkan arah pengembangan kemampuan yang lebih sistematis.
Ke depan, kebutuhan terhadap SDM siap kerja akan terus meningkat. Karena itu, pelatihan yang terarah menjadi modal penting agar tenaga kerja mampu beradaptasi, meningkatkan daya saing, dan mengambil peluang kerja secara lebih percaya diri.



